alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Destana Petakan Kawasan Rawan Bencana Banjir Sukamade

PESANGGARAN – Tim Desa Tanggap Bencana (Destana) Sarongan, melakukan pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu (26/12).

Dalam kegiatan itu, diketahui potensi KRB banjir di daerah Dusun Sukamade yang dikelilingi aliuran sungai itu cukup tinggi. “Pemetaan ini dilakukan untuk melihat potensi bencana di Sukamade, serta upaya mengurangi dampak yang ditimbulkan,” kata Sekretaris Destana Sarongan, Kurniawan Hadi.

Menurut Kurniawan, dari hasil pendataan yang dilakukan, di Dusun Sukamade ini  setidaknya ada 500 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terdampak jika di kampung terpencil itu ada banjir. “Kalau banjir jalur perhubungan bisa lumpuh total,” ujarnya.

Dalam pemetaan ini, jelas dia, tim mengacu laporan warga terkait luapan banjir yang terjadi terakhir kali. Selain itu, pihaknya juga melihat langsung daerah aliran sungai (DAS) Sukamade yang bermuara di Samudra Hindia (Indonesia). “Kami cek juga DAS di Sukamade,” jelasnya.

Untuk potensi bencana lainnya seperti longsor, Kurniawan menyebut tidak menutup kemungkinan juga terjadi. Tapi, untuk pemetaan potensi longsor tidak bisa melakukan sendiri. Karena memeriksa kerawanan kondisi tanah, tidak cukup hanya dilihat secara kasatmata. Tapi, memerlukan alat bantu yang memadai. Sedangkan peralatan itu, belum dimiliki Destana dan harus berkordinasi dengan BPBD Banyuwangi.“ Untuk memetakan KRB longsor, ada alat bantunya,” jelasnya.

Hasil pemetaan awal ini, masih kata dia, akan terus diolah dan dilaporkan ke Pemerintah Desa Sarongan hingga ke BPBD Banyuwangi. Untuk selanjutnya, bisa dibuat laporan yang memadai. “Ini masih kita olah, nanti disampaikan,” jelasnya.

Kepala Desa Sarongan, Gunoto menyampaikan pemerintah desa mendukung semua langkah warga demi pembangunan dan kemajuan desa, termasuk Destana. “Sudah semestinya destana melakukan itu dan pemerintah desa mendukung,” katanya.

Gunoto berharap jika KRB ini bisa dipetakan dengan baik, kemungkinan terjadinya bencana bisa dihindari. Jika bencana tetap terjadi, kerugian materil maupun jiwa bisa dihindari.  “Kalau diantisipasi, korbannya bisa dicegah,” jelasnya.(abi)

PESANGGARAN – Tim Desa Tanggap Bencana (Destana) Sarongan, melakukan pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu (26/12).

Dalam kegiatan itu, diketahui potensi KRB banjir di daerah Dusun Sukamade yang dikelilingi aliuran sungai itu cukup tinggi. “Pemetaan ini dilakukan untuk melihat potensi bencana di Sukamade, serta upaya mengurangi dampak yang ditimbulkan,” kata Sekretaris Destana Sarongan, Kurniawan Hadi.

Menurut Kurniawan, dari hasil pendataan yang dilakukan, di Dusun Sukamade ini  setidaknya ada 500 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terdampak jika di kampung terpencil itu ada banjir. “Kalau banjir jalur perhubungan bisa lumpuh total,” ujarnya.

Dalam pemetaan ini, jelas dia, tim mengacu laporan warga terkait luapan banjir yang terjadi terakhir kali. Selain itu, pihaknya juga melihat langsung daerah aliran sungai (DAS) Sukamade yang bermuara di Samudra Hindia (Indonesia). “Kami cek juga DAS di Sukamade,” jelasnya.

Untuk potensi bencana lainnya seperti longsor, Kurniawan menyebut tidak menutup kemungkinan juga terjadi. Tapi, untuk pemetaan potensi longsor tidak bisa melakukan sendiri. Karena memeriksa kerawanan kondisi tanah, tidak cukup hanya dilihat secara kasatmata. Tapi, memerlukan alat bantu yang memadai. Sedangkan peralatan itu, belum dimiliki Destana dan harus berkordinasi dengan BPBD Banyuwangi.“ Untuk memetakan KRB longsor, ada alat bantunya,” jelasnya.

Hasil pemetaan awal ini, masih kata dia, akan terus diolah dan dilaporkan ke Pemerintah Desa Sarongan hingga ke BPBD Banyuwangi. Untuk selanjutnya, bisa dibuat laporan yang memadai. “Ini masih kita olah, nanti disampaikan,” jelasnya.

Kepala Desa Sarongan, Gunoto menyampaikan pemerintah desa mendukung semua langkah warga demi pembangunan dan kemajuan desa, termasuk Destana. “Sudah semestinya destana melakukan itu dan pemerintah desa mendukung,” katanya.

Gunoto berharap jika KRB ini bisa dipetakan dengan baik, kemungkinan terjadinya bencana bisa dihindari. Jika bencana tetap terjadi, kerugian materil maupun jiwa bisa dihindari.  “Kalau diantisipasi, korbannya bisa dicegah,” jelasnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/