alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Polisi Ancam Tindak Pelajar Tak Berhelm dan Boncengan Tiga

JawaPos.com – Banyaknya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar, menjadi perhatian khusus anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi. Di daerah Banyuwangi selatan, masih sering dijumpai pelajar yang mengendarai motor tanpa mengenakan helm dan berboncengan tiga.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Am Rido Ariefianto mengatakan akan menindak dan memberikan sanksi kepada pelajar, khususnya pelajar SMP/MTs yang berangkat atau pulang ke sekolah menggunakan motor. ”Secara aturan, itu jelas dilarang,” katanya.

Selain itu, peraturan itu juga untuk menekan angka kecelakaan yang selama ini banyak terjadi, terutama di kalangan pelajar. ”Bila ada pelajar yang ke sekolah naik motor dan melanggar aturan, akan kami tindak tegas dengan tindakan e-tilang,” tegasnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Nganjuk itu menyampaikan, polisi akan terus mendorong orang tua agar menyempatkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah. Selain lebih aman, para pelajar juga dapat terbiasa disiplin, tepat waktu, dan tidak ugal-ugalan di jalan raya. ”Kami akan agendakan sosialisasi cara aman berkendara ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Rido juga mengimbau kepada para orang tua untuk dapat memahami aturan dan melarang anaknya berkendara ke sekolah. ”Kecelakaan lalu lintas yang rugi bukan hanya yang bersangkutan, tapi pengguna jalan lain,” imbuhnya.

Rido menegaskan, untuk pelajar yang masih duduk di bangku SMP/MTs, dari segi usia masih belum boleh mengendarai kendaraan bermotor. Sebab, mereka belum bisa mendapatkan SIM. ”Agar mereka paham, polisi selalu siap jika dibutuhkan memberi penyuluhan ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.

JawaPos.com – Banyaknya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar, menjadi perhatian khusus anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi. Di daerah Banyuwangi selatan, masih sering dijumpai pelajar yang mengendarai motor tanpa mengenakan helm dan berboncengan tiga.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Am Rido Ariefianto mengatakan akan menindak dan memberikan sanksi kepada pelajar, khususnya pelajar SMP/MTs yang berangkat atau pulang ke sekolah menggunakan motor. ”Secara aturan, itu jelas dilarang,” katanya.

Selain itu, peraturan itu juga untuk menekan angka kecelakaan yang selama ini banyak terjadi, terutama di kalangan pelajar. ”Bila ada pelajar yang ke sekolah naik motor dan melanggar aturan, akan kami tindak tegas dengan tindakan e-tilang,” tegasnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Nganjuk itu menyampaikan, polisi akan terus mendorong orang tua agar menyempatkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah. Selain lebih aman, para pelajar juga dapat terbiasa disiplin, tepat waktu, dan tidak ugal-ugalan di jalan raya. ”Kami akan agendakan sosialisasi cara aman berkendara ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Rido juga mengimbau kepada para orang tua untuk dapat memahami aturan dan melarang anaknya berkendara ke sekolah. ”Kecelakaan lalu lintas yang rugi bukan hanya yang bersangkutan, tapi pengguna jalan lain,” imbuhnya.

Rido menegaskan, untuk pelajar yang masih duduk di bangku SMP/MTs, dari segi usia masih belum boleh mengendarai kendaraan bermotor. Sebab, mereka belum bisa mendapatkan SIM. ”Agar mereka paham, polisi selalu siap jika dibutuhkan memberi penyuluhan ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/