alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Puluhan Orang Berpakaian Ninja Rusak Dua Rumah Warga

RadarBanyuwangi.id – Dua rumah milik warga di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar mengalami kerusakan cukup parah setelah diserbu oleh puluhan orang yang tidak dikenal dengan berpakaian ala ninja, dini hari kemarin (26/7).

Kedua rumah yang rusak karena itu milik Mujiono, 60, dan Sadi, 56, di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu. Akibat perusakan itu, pagar besi di rumah milik Mujiono rusak, seluruh tanaman seperti pisang, singkong, dan tanaman hias yang ada di sekitar rumah dibabat habis. “Kejadiannya setelah saya salat tahajud,” terang Mujiono.

Usai salat sunah di tengah malam itu, Mujiono mengaku mendengar suara gaduh dari luar rumah. Saat diintip, ada 20 orang lebih yang tidak dikenal. Mereka terlihat mengepung rumahnya. “Orang-orang itu datang dari arah barat, merusak tanaman dan pagar rumah milik adik saya,” ujarnya.

Baca Juga :  Mabuk, Mengaku Anggota TNI, Dibekuk Polisi

Puluhan orang tak dikenal yang merusak halaman rumahnya itu, terang dia, seperti mahluk tak kasat mata dengan berpakaian serba hitam seperti ninja. Mereka sengaja membabat habis tanaman yang ada di halaman rumah, dan merusak pagar besi di samping rumahnya. “Yang dirusak rumah saya dan rumah adik saya, pelakunya berpakaian ala ninja,” katanya.

Mujiono mengaku tidak tahu alasan orang-orang itu seperti menyerbu rumahnya. Diduga, ada orang yang sengaja melakukan teror untuk mengusirnya dari kampung itu. “Saya pikir orang-orang yang mengepung rumah itu akan merampok,” cetusnya.

Selain menyerang rumahnya, jelas dia, mereka juga menutup jalan setapak yang ada di depan rumahnya dengan menggunakan batang kayu. “Tidak tahu salah saya itu apa, mereka kok tiba-tiba meneror dan menyerang rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Miring, Truk Fuso Pengangkut Kayu Sengon Nyaris Terbalik

Saat kejadian itu, jelas dia, tidak ada saksi mata. Di rumah mujiono juga hanya sendirian. Di sekitar rumah itu, sangat sepi karena berada di pinggir persawahan. “Saya sedang sendiri di rumah, mereka hanya merusak bagian luar rumah, tidak sampai masuk rumah,” terangnya.

Akibat kejadian itu, Mujiono  syock berat dan tidak dapat tidur semalaman. Korban juga sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Saya menduga perusakan itu karena salah sasaran,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.(kri/abi)

RadarBanyuwangi.id – Dua rumah milik warga di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar mengalami kerusakan cukup parah setelah diserbu oleh puluhan orang yang tidak dikenal dengan berpakaian ala ninja, dini hari kemarin (26/7).

Kedua rumah yang rusak karena itu milik Mujiono, 60, dan Sadi, 56, di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu. Akibat perusakan itu, pagar besi di rumah milik Mujiono rusak, seluruh tanaman seperti pisang, singkong, dan tanaman hias yang ada di sekitar rumah dibabat habis. “Kejadiannya setelah saya salat tahajud,” terang Mujiono.

Usai salat sunah di tengah malam itu, Mujiono mengaku mendengar suara gaduh dari luar rumah. Saat diintip, ada 20 orang lebih yang tidak dikenal. Mereka terlihat mengepung rumahnya. “Orang-orang itu datang dari arah barat, merusak tanaman dan pagar rumah milik adik saya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengrusak Makam Masih Misterius

Puluhan orang tak dikenal yang merusak halaman rumahnya itu, terang dia, seperti mahluk tak kasat mata dengan berpakaian serba hitam seperti ninja. Mereka sengaja membabat habis tanaman yang ada di halaman rumah, dan merusak pagar besi di samping rumahnya. “Yang dirusak rumah saya dan rumah adik saya, pelakunya berpakaian ala ninja,” katanya.

Mujiono mengaku tidak tahu alasan orang-orang itu seperti menyerbu rumahnya. Diduga, ada orang yang sengaja melakukan teror untuk mengusirnya dari kampung itu. “Saya pikir orang-orang yang mengepung rumah itu akan merampok,” cetusnya.

Selain menyerang rumahnya, jelas dia, mereka juga menutup jalan setapak yang ada di depan rumahnya dengan menggunakan batang kayu. “Tidak tahu salah saya itu apa, mereka kok tiba-tiba meneror dan menyerang rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Mempertanyakan Hasil Pengelolaan TKD

Saat kejadian itu, jelas dia, tidak ada saksi mata. Di rumah mujiono juga hanya sendirian. Di sekitar rumah itu, sangat sepi karena berada di pinggir persawahan. “Saya sedang sendiri di rumah, mereka hanya merusak bagian luar rumah, tidak sampai masuk rumah,” terangnya.

Akibat kejadian itu, Mujiono  syock berat dan tidak dapat tidur semalaman. Korban juga sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Saya menduga perusakan itu karena salah sasaran,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/