alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Penjual Pisang Laris Diserbu Pembeli

KALIBARU – Sejak Ramadan hingga akhir Lebaran, buah pisang sangat diminati. Pisang lokal dengan berbagai jenis yang dijual warga di jalur Gunung Gumitir, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, banyak diserbu pembeli.

Salah seorang pedagang pisang, Fadil, 35, warga Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru mengaku, dagangan buah pisangnya laris manis. Menurutnya, harga pisang lokal yang dijual itu murah dan banyak pilihan, seperti pisang Agung, ambon, emas, kepok, raja, dan barlin. ”Semua pisang yang saya jual berasal dari kebun warga di perkebunan lereng Gunung Gumitir,” ujarnya.

Fadil menyebut, satu sisir pisang ambon besar dengan isi 20 buah, itu harganya mulai Rp 10 ribu hingga Rp 18.000. Pisang agung ukuran besar harganya Rp 20 ribu per sisir. Untuk ukuran sedang Rp15 ribu per sisir, dan ukuran kecil hanya Rp 12 ribu per sisir. ”Harga itu murah,” katanya.

Untuk pisang jenis kepok dan emas ukuran besar Rp 7.000 hingga Rp8.000 per sisir. Sedangkan per tandan dihargai Rp 40 ribu. ”Biasanya pisang agung dan barlin dibeli untuk diolah menjadi pisang goreng atau disuguhkan kepada tamu,” ungkapnya.

Menurut Fadil, banyak pembeli yang memborong pisangnya lantaran kondisi yang segar dan berwarna menarik. Pembeli suka dengan warna pisang yang kuning terang. ”Saya menjual pisang yang segar saja. Untuk pisang yang sudah busuk saya buang agar pelanggan tidak kecewa,” ujarnya.

Salah seorang pembeli pisang, Sriningsih, 60, warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru mengatakan, buah pisang itu berkhasiat untuk penguat tulang karena kalsiumnya tinggi. Ia membeli pisang untuk dikonsumsi setiap hari. ”Rasanya gak afdol kalau gak makan pisang setiap hari. Saya jarang makan nasi, sehingga pisang menjadi alternatif pilihan untuk pengganti nasi,” pungkasnya sambil memilih pisang yang akan dibeli.(kri/abi)

KALIBARU – Sejak Ramadan hingga akhir Lebaran, buah pisang sangat diminati. Pisang lokal dengan berbagai jenis yang dijual warga di jalur Gunung Gumitir, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, banyak diserbu pembeli.

Salah seorang pedagang pisang, Fadil, 35, warga Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru mengaku, dagangan buah pisangnya laris manis. Menurutnya, harga pisang lokal yang dijual itu murah dan banyak pilihan, seperti pisang Agung, ambon, emas, kepok, raja, dan barlin. ”Semua pisang yang saya jual berasal dari kebun warga di perkebunan lereng Gunung Gumitir,” ujarnya.

Fadil menyebut, satu sisir pisang ambon besar dengan isi 20 buah, itu harganya mulai Rp 10 ribu hingga Rp 18.000. Pisang agung ukuran besar harganya Rp 20 ribu per sisir. Untuk ukuran sedang Rp15 ribu per sisir, dan ukuran kecil hanya Rp 12 ribu per sisir. ”Harga itu murah,” katanya.

Untuk pisang jenis kepok dan emas ukuran besar Rp 7.000 hingga Rp8.000 per sisir. Sedangkan per tandan dihargai Rp 40 ribu. ”Biasanya pisang agung dan barlin dibeli untuk diolah menjadi pisang goreng atau disuguhkan kepada tamu,” ungkapnya.

Menurut Fadil, banyak pembeli yang memborong pisangnya lantaran kondisi yang segar dan berwarna menarik. Pembeli suka dengan warna pisang yang kuning terang. ”Saya menjual pisang yang segar saja. Untuk pisang yang sudah busuk saya buang agar pelanggan tidak kecewa,” ujarnya.

Salah seorang pembeli pisang, Sriningsih, 60, warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru mengatakan, buah pisang itu berkhasiat untuk penguat tulang karena kalsiumnya tinggi. Ia membeli pisang untuk dikonsumsi setiap hari. ”Rasanya gak afdol kalau gak makan pisang setiap hari. Saya jarang makan nasi, sehingga pisang menjadi alternatif pilihan untuk pengganti nasi,” pungkasnya sambil memilih pisang yang akan dibeli.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/