alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

CJH Praktek Tawaf Serasa di Masjid Makkah

SILIRAGUNG, Radar Genteng – Sebanyak 482 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Banyuwangi, menggelar manasik haji di Pondok Pesantren Darussalam Puncak, Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Kamis (26/5).

Praktek melaksanakan haji yang dipimpin langsung kepala Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, M. Amak Burhanudin itu, mereka melaksanakan semua rukun haji. Malahan, untuk tawaf serasa di Masjidil Haram Makkah. Sebab, para CJH itu mengelilingi masjid yang bangunannya mirip Kakbah. “Seluruh CJH harus mengikuti bimbingan manasik haji dengan sungguh-sungguh, ini untuk bekal di tanah suci,” terang Kepala Kemenag Banyuwangi, M. Amak Burhanudin.

Dalam manasik haji ini, para CJH memulai dengan memakai pakaian ihram dan niat haji. Kemudian, wukuf di padang arafah, salat duhur, mendengarkan kutbah, dan membacakan kalimah tayibah. “Lalu berjalan menuju Muzdalifah, menuju Mina, dan melempar jumrah. Sebelumnya mencari kerikil,” terangnya.

Yang beda dengan ,manasik haji lainnya, saat praktek tawaf para CJH melaksanakan tawaf dengan mengeliling Kakbah sebanyak tujuh kali. Kakbah ini, masjid di Pondok Pesantren Darussalam Puncak, yang bangunannya mirip Kakbah di Masjidil Haram, Makkah. “Usai tawaf tahalul atau mencukur rambut,” terangnya.

Amak menyebut, memilih Pondok Pesantren Darussalam Puncak untuk tempat manasik haji, karena pesantren ini memiliki masjid yang menyerupai Kakbah. Sehingga, bisa membuat CJH lebih semangat dan dapat menghayati. “Manasik haji akan dilaksanakan dua tahap,” cetusnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Puncak, KH. Abdul Malik Syafaat mengaku bersyukur pesantrennya digunakan untuk m anasik haji. “Semoga ini bisa ditempati untuk kegiatan haji di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Menurut Gus Malik- sapaan KH. Abdul Malik Syafaat, masjid yang bangunannya menyerupai Kakbah di Makkah itu, sengaja dibuat untuk syiar agama. Bangunan ini, ukurannya dibuat seperti di Makkah. “Insya Allah besar dan tingginya seperti Makkah,” terangnya.

Gus Malik berencana akan menambah fasilitas di sekitar masjidnya agar bisa serupa dengan Kakbah yang ada di Makkah. “Pembangunan masjid ini terinspiasi dari Kakbah, dan bisa digunakan untuk latihan haji atau umrah para santri,” katanya.(mg5/abi)

SILIRAGUNG, Radar Genteng – Sebanyak 482 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Banyuwangi, menggelar manasik haji di Pondok Pesantren Darussalam Puncak, Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Kamis (26/5).

Praktek melaksanakan haji yang dipimpin langsung kepala Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, M. Amak Burhanudin itu, mereka melaksanakan semua rukun haji. Malahan, untuk tawaf serasa di Masjidil Haram Makkah. Sebab, para CJH itu mengelilingi masjid yang bangunannya mirip Kakbah. “Seluruh CJH harus mengikuti bimbingan manasik haji dengan sungguh-sungguh, ini untuk bekal di tanah suci,” terang Kepala Kemenag Banyuwangi, M. Amak Burhanudin.

Dalam manasik haji ini, para CJH memulai dengan memakai pakaian ihram dan niat haji. Kemudian, wukuf di padang arafah, salat duhur, mendengarkan kutbah, dan membacakan kalimah tayibah. “Lalu berjalan menuju Muzdalifah, menuju Mina, dan melempar jumrah. Sebelumnya mencari kerikil,” terangnya.

Yang beda dengan ,manasik haji lainnya, saat praktek tawaf para CJH melaksanakan tawaf dengan mengeliling Kakbah sebanyak tujuh kali. Kakbah ini, masjid di Pondok Pesantren Darussalam Puncak, yang bangunannya mirip Kakbah di Masjidil Haram, Makkah. “Usai tawaf tahalul atau mencukur rambut,” terangnya.

Amak menyebut, memilih Pondok Pesantren Darussalam Puncak untuk tempat manasik haji, karena pesantren ini memiliki masjid yang menyerupai Kakbah. Sehingga, bisa membuat CJH lebih semangat dan dapat menghayati. “Manasik haji akan dilaksanakan dua tahap,” cetusnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Puncak, KH. Abdul Malik Syafaat mengaku bersyukur pesantrennya digunakan untuk m anasik haji. “Semoga ini bisa ditempati untuk kegiatan haji di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Menurut Gus Malik- sapaan KH. Abdul Malik Syafaat, masjid yang bangunannya menyerupai Kakbah di Makkah itu, sengaja dibuat untuk syiar agama. Bangunan ini, ukurannya dibuat seperti di Makkah. “Insya Allah besar dan tingginya seperti Makkah,” terangnya.

Gus Malik berencana akan menambah fasilitas di sekitar masjidnya agar bisa serupa dengan Kakbah yang ada di Makkah. “Pembangunan masjid ini terinspiasi dari Kakbah, dan bisa digunakan untuk latihan haji atau umrah para santri,” katanya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Sehari Bisa Jual 40 Unit Emas

Mulyono Terpilih Ketua PBSI Lagi

Akad Nikah Berseragam Pramuka

Artikel Terbaru

/