alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Tersangka Pembacokan Kerap Bertindak Kasar kepada Istrinya

RadarBanyuwangi.id – Polisi masih terus memeriksa M, pelaku pembacokan istri di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh tiga hari lalu. Pria berusia 38 tahun itu ternyata cukup temperamental kepada istrinya. Sang istri, Istikomah, kerap mendapat perlakukan kasar dari tersangka.   

Pria asal Dusun Talangsari, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan itu kerap menggoreskan luka di sekujur tubuh istrinya. Ketika sang istri sedang mengobrol dengan lelaki lain, Istikomah sering dimarahi ketika sampai di rumah. ”Korban memang kerap dianiaya oleh tersangka,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Menurut keterangan korban, imbuh Mustijat, bahtera rumah tangganya tersebut tidak pernah harmonis. Sang suami selalu cemburu manakala istrinya bertemu dengan laki-laki lain. ”Untuk pemeriksaan memang dilakukan Polsek Singojuruh, jadi pemeriksaan kejiwaan diperlukan atau tidaknya tergantung penyidik polsek,” katanya.

Penyidik Polsek Singojuruh yang menangani perkara ini juga menerima perlakukan kasar. Madi sempat menentang bahkan meminta dibunuh oleh penyidik. ”Sebenarnya diajak ngobrol nyambung. Hanya saja tersangka tidak bisa ditekan,” ujar Kanitreskrim Polsek Singojuruh Iptu I Made Suwena.

Baca Juga :  Asap Gunung Raung Berbelok ke Barat

Menurut Made, sifat kecemburuan tersangka tersebut sangatlah luar biasa. Berdasarkan pengakuan tersangka, istrinya memang pernah dipijat dengan seorang laki-laki sehingga terbakar api cemburu yang luar biasa. ”Semua kejadian bisa dijelaskan secara gamblang oleh tersangka. Dia sadar dan bisa menerangkannya, jadi tidak mengalami gangguan kejiwaan,” katanya.

Kepala Desa Gumirih Ahmad Murai mengatakan, kedua warga Sumatera Selatan tersebut sebenarnya hanya berkunjung ke Gumirih. Istikomah memiliki orang tua yang tinggal di Desa Gumirih. ”Keduanya ikut Sadi, sebagai orang tua korban,” katanya.

Selama tiga bulan tinggal bersama ayahnya itu, jelas Murai, mereka berstatus sebagai pendatang karena belum mengurus surat pindah dari Provinsi Sumatera Selatan. ”Tidak pernah ada laporan ada keributan di antara keduanya. Hanya saja informasi terkait keduanya sangat tertutup,” kata Murai.

Pihaknya selaku pemerintah desa sangat kesulitan dalam mengurus biaya operasi korban. Pihak desa berusaha berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi untuk menarik data kependudukan korban di Sumatera. ”Kita bersama Dispendukcapil masih upayakan kependudukannya, agar bisa mengurus BPJS Kesehatan untuk bisa segera dilakukan operasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Bongkar Baliho Bodong

Seperti diberitakan, gara-gara terbakar api cemburu, seorang suami di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, tega membacok istri sirinya dengan parang. Sang istri mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara sang suami langsung diamankan oleh aparat kepolisian.

Suami nekat tersebut adalah M, 38, asal Dusun Talangsari, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kini dia ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian Polresta Banyuwangi. Sementara korban pembacokan adalah Istikomah, 36, warga Gumirih.

Korban mengalami robek pada bagian tengkuk, kepala bagian kanan, bahu kanan, bahu kiri, pergelangan tangan sebelah kanan, dan atas pinggul sebelah kanan. Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga. Korban yang bersimbah darah langsung dibawa ke Puskesmas Singojuruh. Berhubung lukanya cukup parah, korban akhirnya dilarikan ke RS Al-Huda untuk mendapatkan perawatan intensif. (rio/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Polisi masih terus memeriksa M, pelaku pembacokan istri di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh tiga hari lalu. Pria berusia 38 tahun itu ternyata cukup temperamental kepada istrinya. Sang istri, Istikomah, kerap mendapat perlakukan kasar dari tersangka.   

Pria asal Dusun Talangsari, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan itu kerap menggoreskan luka di sekujur tubuh istrinya. Ketika sang istri sedang mengobrol dengan lelaki lain, Istikomah sering dimarahi ketika sampai di rumah. ”Korban memang kerap dianiaya oleh tersangka,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Menurut keterangan korban, imbuh Mustijat, bahtera rumah tangganya tersebut tidak pernah harmonis. Sang suami selalu cemburu manakala istrinya bertemu dengan laki-laki lain. ”Untuk pemeriksaan memang dilakukan Polsek Singojuruh, jadi pemeriksaan kejiwaan diperlukan atau tidaknya tergantung penyidik polsek,” katanya.

Penyidik Polsek Singojuruh yang menangani perkara ini juga menerima perlakukan kasar. Madi sempat menentang bahkan meminta dibunuh oleh penyidik. ”Sebenarnya diajak ngobrol nyambung. Hanya saja tersangka tidak bisa ditekan,” ujar Kanitreskrim Polsek Singojuruh Iptu I Made Suwena.

Baca Juga :  Asap Gunung Raung Berbelok ke Barat

Menurut Made, sifat kecemburuan tersangka tersebut sangatlah luar biasa. Berdasarkan pengakuan tersangka, istrinya memang pernah dipijat dengan seorang laki-laki sehingga terbakar api cemburu yang luar biasa. ”Semua kejadian bisa dijelaskan secara gamblang oleh tersangka. Dia sadar dan bisa menerangkannya, jadi tidak mengalami gangguan kejiwaan,” katanya.

Kepala Desa Gumirih Ahmad Murai mengatakan, kedua warga Sumatera Selatan tersebut sebenarnya hanya berkunjung ke Gumirih. Istikomah memiliki orang tua yang tinggal di Desa Gumirih. ”Keduanya ikut Sadi, sebagai orang tua korban,” katanya.

Selama tiga bulan tinggal bersama ayahnya itu, jelas Murai, mereka berstatus sebagai pendatang karena belum mengurus surat pindah dari Provinsi Sumatera Selatan. ”Tidak pernah ada laporan ada keributan di antara keduanya. Hanya saja informasi terkait keduanya sangat tertutup,” kata Murai.

Pihaknya selaku pemerintah desa sangat kesulitan dalam mengurus biaya operasi korban. Pihak desa berusaha berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi untuk menarik data kependudukan korban di Sumatera. ”Kita bersama Dispendukcapil masih upayakan kependudukannya, agar bisa mengurus BPJS Kesehatan untuk bisa segera dilakukan operasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Maling Rokok Diselesaikan Kekeluargaan

Seperti diberitakan, gara-gara terbakar api cemburu, seorang suami di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, tega membacok istri sirinya dengan parang. Sang istri mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara sang suami langsung diamankan oleh aparat kepolisian.

Suami nekat tersebut adalah M, 38, asal Dusun Talangsari, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kini dia ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian Polresta Banyuwangi. Sementara korban pembacokan adalah Istikomah, 36, warga Gumirih.

Korban mengalami robek pada bagian tengkuk, kepala bagian kanan, bahu kanan, bahu kiri, pergelangan tangan sebelah kanan, dan atas pinggul sebelah kanan. Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga. Korban yang bersimbah darah langsung dibawa ke Puskesmas Singojuruh. Berhubung lukanya cukup parah, korban akhirnya dilarikan ke RS Al-Huda untuk mendapatkan perawatan intensif. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/