alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Uji Kir Kendaraan Barang Banyak Yang Mati

RadarBanyuwangi.id – Setelah sempat ditutup pada tiga tahun lalu, jembatan timbang di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, kembali beroperasi. Setiap kendaraan barang dari arah Kabupaten Jember yang akan masuk Banyuwangi, harus melalui jembatan tersebut. Jembatan timbang yang mulai dibuka pada 1 April 2021 itu, ternyata telah banyak menemukan pelanggaran, sebagian besar uji kir kendaraan mati.

Jembatan timbang di Desa Kalibaru Manis yang dioperasikan ini, banyak sopir kendaraan barang tidak tahu. Untuk itu, ada tiga titik yang dijaga petugas. Ketiga titik itu, di pinggir jalan raya yang mencegat kendaraan barang dari arah Jember untuk masuk jembatan, petugas pemeriksa surat, dan petugas pencatatan berat kendaraan. “Jembatan timbang kembali dioperasikan,” terang Koordinator Satuan Pelayanan (Korsapel) Unit Pelaksana Teknis LLAJ Banyuwangi, Jembatan Timbang Kalibaru Manis, Samson W.P.

Menurut Samson, untuk menjalankan operasional jembatan timbang ini petugas yang menjaga ada 15 personil. Mereka itu bekerja dalam dua shift. “Jembatan ini dibuka mulai pagi hingga sore,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Kendaraan barang yang masuk ke jembatan timbang, terang dia, jumlahnya cukup banyak. Dalam sehari, ada 100 kendaraan hingga 150 unit kendaraan yang masuk ke jembatan timbang. “Kalau dibuat rata-rata, sehari itu sekitar 130 unit kendaraan,” jelasnya.

Samson menyebut, tidak semua angkutan barang harus melalui timbagan ini, itu seperti kontainer, pembawa BBM, dan alat berat. “Yang masuk kendaraan yang membawa barang seperti sembako, mobil boks, dan ekspedisi,” terangnya.

Selama hampir sebulan beroperasi, jelas dia, pelanggaran yang banyak dicatat di jembatan timbang itu sebagian besar uji kir kendaraan banyak yang mati. Para sopir mengaku tidak tahu soal uji kir. “Ada yang terlalu menggampangkan soal uji kir,” jelasnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Setelah sempat ditutup pada tiga tahun lalu, jembatan timbang di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, kembali beroperasi. Setiap kendaraan barang dari arah Kabupaten Jember yang akan masuk Banyuwangi, harus melalui jembatan tersebut. Jembatan timbang yang mulai dibuka pada 1 April 2021 itu, ternyata telah banyak menemukan pelanggaran, sebagian besar uji kir kendaraan mati.

Jembatan timbang di Desa Kalibaru Manis yang dioperasikan ini, banyak sopir kendaraan barang tidak tahu. Untuk itu, ada tiga titik yang dijaga petugas. Ketiga titik itu, di pinggir jalan raya yang mencegat kendaraan barang dari arah Jember untuk masuk jembatan, petugas pemeriksa surat, dan petugas pencatatan berat kendaraan. “Jembatan timbang kembali dioperasikan,” terang Koordinator Satuan Pelayanan (Korsapel) Unit Pelaksana Teknis LLAJ Banyuwangi, Jembatan Timbang Kalibaru Manis, Samson W.P.

Menurut Samson, untuk menjalankan operasional jembatan timbang ini petugas yang menjaga ada 15 personil. Mereka itu bekerja dalam dua shift. “Jembatan ini dibuka mulai pagi hingga sore,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Kendaraan barang yang masuk ke jembatan timbang, terang dia, jumlahnya cukup banyak. Dalam sehari, ada 100 kendaraan hingga 150 unit kendaraan yang masuk ke jembatan timbang. “Kalau dibuat rata-rata, sehari itu sekitar 130 unit kendaraan,” jelasnya.

Samson menyebut, tidak semua angkutan barang harus melalui timbagan ini, itu seperti kontainer, pembawa BBM, dan alat berat. “Yang masuk kendaraan yang membawa barang seperti sembako, mobil boks, dan ekspedisi,” terangnya.

Selama hampir sebulan beroperasi, jelas dia, pelanggaran yang banyak dicatat di jembatan timbang itu sebagian besar uji kir kendaraan banyak yang mati. Para sopir mengaku tidak tahu soal uji kir. “Ada yang terlalu menggampangkan soal uji kir,” jelasnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/