alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Warga Genitri Tewas Disambar KA Sritanjung

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Seorang pria tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, Jogjakarta, di lintasan tanpa palang pintu, Dusun Genitri, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, kemarin (25/10).

Korban yang bernasib tragis itu, Sudarto, 49, warga Dusun Genitri, Desa Gendoh. Korban meninggal di lokasi kejadian dengan luka yang cukup parah. Selain tubuhnya hancur, kepalanya sampai terpisah dengan lehernya. “Korban meninggal di lokasi kejadian,” terang Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardana.

Menurut Kanitlantas, kecelakaan itu terjadi skeitar pukul 07.40. Saat kejadian, Sudarto naik motor Honda Supra dengan nomor polisi DK 4882 WJ dari arah utara. Saat itu, korban baru dari bengkel untuk membetulkan tangki semprot padi miliknya yang rusak. “Bengkel tutup, korban akan balik,” terangnya.

Saat akan pulang dari bengkel itu, terang dia, korban yang naik motor sendirian tertabrak KA Sritanjung yang meluncur dari arah timur. “Saat jalan di lintasan tanpa palang pintu, dari arah timur meluncur Sepur Sritanjung,” terangnya.

Sebelum tertabrak, terang dia, masinis sudah memberi peringatan dengan membunyikan klakson hingga berkali-kali. Tapi, korban tidak mendengar dan tetap menyeberang. “Korban langsung ditabrak sepur,” cetusnya.

Akibat ditabrak sepur itu, jelas dia, korban sempat terseret sejauh 15 meter dari lokasi tabrakan. Pria paro baya itu tewas di lokasi kejadian dengan tubuh hancur, dan kepalanya terpisah dari leher. “Tubuh korban terlempar ke tengah sawah, motornya juga hancur,” ungkapnya.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, Suliyanto, 66, menjelaskan sebelum tertabrak sepur itu korban sudah diteriaki oleh temannya, yang saat itu naik motor dibelakangnya. Hanya saja, Sudarto seperti tidak sadar dan langsung meluncur. “Seperti tidak fokus, jadinya seperti ini,” cetusnya..

Menurut Suliyanto, gara-gara ditabrak sepur itu tubuh korban hancur. Bersama warga, mengevakuasi tubuh korban dan motornya. Tubuh korban dibawa ke RSUD Genteng untuk diperiksa. “Ceceran tubuhnya, saya bawa ke rumah korban,” katanya.

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Seorang pria tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, Jogjakarta, di lintasan tanpa palang pintu, Dusun Genitri, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, kemarin (25/10).

Korban yang bernasib tragis itu, Sudarto, 49, warga Dusun Genitri, Desa Gendoh. Korban meninggal di lokasi kejadian dengan luka yang cukup parah. Selain tubuhnya hancur, kepalanya sampai terpisah dengan lehernya. “Korban meninggal di lokasi kejadian,” terang Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardana.

Menurut Kanitlantas, kecelakaan itu terjadi skeitar pukul 07.40. Saat kejadian, Sudarto naik motor Honda Supra dengan nomor polisi DK 4882 WJ dari arah utara. Saat itu, korban baru dari bengkel untuk membetulkan tangki semprot padi miliknya yang rusak. “Bengkel tutup, korban akan balik,” terangnya.

Saat akan pulang dari bengkel itu, terang dia, korban yang naik motor sendirian tertabrak KA Sritanjung yang meluncur dari arah timur. “Saat jalan di lintasan tanpa palang pintu, dari arah timur meluncur Sepur Sritanjung,” terangnya.

Sebelum tertabrak, terang dia, masinis sudah memberi peringatan dengan membunyikan klakson hingga berkali-kali. Tapi, korban tidak mendengar dan tetap menyeberang. “Korban langsung ditabrak sepur,” cetusnya.

Akibat ditabrak sepur itu, jelas dia, korban sempat terseret sejauh 15 meter dari lokasi tabrakan. Pria paro baya itu tewas di lokasi kejadian dengan tubuh hancur, dan kepalanya terpisah dari leher. “Tubuh korban terlempar ke tengah sawah, motornya juga hancur,” ungkapnya.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, Suliyanto, 66, menjelaskan sebelum tertabrak sepur itu korban sudah diteriaki oleh temannya, yang saat itu naik motor dibelakangnya. Hanya saja, Sudarto seperti tidak sadar dan langsung meluncur. “Seperti tidak fokus, jadinya seperti ini,” cetusnya..

Menurut Suliyanto, gara-gara ditabrak sepur itu tubuh korban hancur. Bersama warga, mengevakuasi tubuh korban dan motornya. Tubuh korban dibawa ke RSUD Genteng untuk diperiksa. “Ceceran tubuhnya, saya bawa ke rumah korban,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/