alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Empon-empon Aman, Tertolong Kiriman dari Tulungagung

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Selama penyebaran Covid-19 tinggi, empon-empon sempat mahal dan sulit dicari. Tapi, kini stok melimpah di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Senin (25/7).

Empon-empon di Pasar Induk Genteng yang kini harganya sudah normal itu, sebagian besar kiriman dari Kabupaten Tulungagung. “Empon-empon banyak dibuat untuk bumbu masakan dan bahan jamu,” cetus salah satu pedagang empon-empon Mohadi, 50.

Menurut pedagang asal Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng itu, saat ini harga empon-empon berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Harga itu, termasuk normal dibandingkan setahun lalu. “Kunyit dan kencur harganya Rp 7000 per kilogram, kalau jahe merah sekarang Rp 10 ribu per kilogram,” ucapnya.

Baca Juga :  Harga Rempah-Rempah Sempat Melambung, Kini Relatif Stabil

Harga itu, jelas dia, jauh beda setahun lalu yang mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Selain itu, stoknya di pasaran juga sangat langka. Apalagi di daerah yang petaninya jarang menanam komoditas ini. “Di Banyuwangi jarang petani menanam empon-empon, ini banyak kiriman dari Tulungagung,” cetusnya.

Selama pandemi Covid-19 sedang tinggi, jelas dia, banyak yang memburu empon-empon untuk jamu penangkal virus korona. “Dulu kan banyak yang buat jamu, katanya baik buat daya tahan tubuh,” ungkapnya.(sas/abi)

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Selama penyebaran Covid-19 tinggi, empon-empon sempat mahal dan sulit dicari. Tapi, kini stok melimpah di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Senin (25/7).

Empon-empon di Pasar Induk Genteng yang kini harganya sudah normal itu, sebagian besar kiriman dari Kabupaten Tulungagung. “Empon-empon banyak dibuat untuk bumbu masakan dan bahan jamu,” cetus salah satu pedagang empon-empon Mohadi, 50.

Menurut pedagang asal Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng itu, saat ini harga empon-empon berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Harga itu, termasuk normal dibandingkan setahun lalu. “Kunyit dan kencur harganya Rp 7000 per kilogram, kalau jahe merah sekarang Rp 10 ribu per kilogram,” ucapnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Turun, Bawah Merah Tetap Meroket

Harga itu, jelas dia, jauh beda setahun lalu yang mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Selain itu, stoknya di pasaran juga sangat langka. Apalagi di daerah yang petaninya jarang menanam komoditas ini. “Di Banyuwangi jarang petani menanam empon-empon, ini banyak kiriman dari Tulungagung,” cetusnya.

Selama pandemi Covid-19 sedang tinggi, jelas dia, banyak yang memburu empon-empon untuk jamu penangkal virus korona. “Dulu kan banyak yang buat jamu, katanya baik buat daya tahan tubuh,” ungkapnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/