alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Jalan Imam Bahri Genteng Macet hingga 1,5 Kilometer

GENTENG – Perubahan arus lalu lintas, khususnya kendaraan roda empat untuk mengurai kemacetan di Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ternyata menimbulkan kemacetan yang cukup parah di jalur buangan.

Kendaraan roda empat dari arah timur yang akan masuk ke pusat Kota Genteng, setiba di traffic light Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, dialihkan ke kanan melewati Jalan KH. Hasyim Asyari, Jalan KH. Imam Bahri, hingga tembus Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. Kemacetan terjadi di jalan simpang empat traffic light Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. “Setiap hari macet, antrean kendaraan sangat panjang,” terang salah satu warga di Dusun Maron, Desa Genteng Kulon yang minta namanya tidak dikorankan.

Kemacetan kendaraan di Jalan KH Imam Bahri itu, terang dia, dianggap cukup parah. Kendaraan pribadi, truk colt diesel, dan fuso menumpuk di sepanjang jalan itu. “Antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer lebih,” ungkapnya.

Salah satu pengendara roda empat yang terjebak kemacetan panjang di Jalan Imam Bahri, Nanda Ikmawan, 24, mengatakan sumber kemacetan terjadi di lampu merah Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. “Pas lampunya hijau, yang belakang belum bergerak sama sekali,” sebutnya.

Nanda yang berprofesi sebagai pengantar air isi ulang keliling itu mengaku sangat merasakan dampak dari kemacetan ini. “Sebenarnya saya kirim di daerah sini cuma seminggu sekali, tapi ini macet lama, jadi sedikit telat,” cetusnya

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, sekitar pukul 14.00 kemacetan roda empat di Jalan KH Imam Bahri mengular hingga 1,5 kilometer dari arah timur. Antrean kendaraan itu, mulai traffic light Dusun Maron, Desa Genteng Kulon hingga barat Blam G Futsal Camp di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Kemacetan itu dampak dari dialihkannya arus lalu lintas dari lampu merah Desa Genteng Wetan,” cetus Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardana.

Menurut Kanitlantas, semua kendaraan roda empat yang akan melewati Jalan Gajah Mada Genteng alihkan melalui Jalan KH Hasyim Asyari dan Jalan KH Imam Bahri. Selama Ramadan, mereka tidak boleh masuk ke jalan di pusat Kota Genteng. “Rekayasa lalu lintas ini karena ada kemacetan di Jalan Gajah Mada,” terangnya.

Saat ini, jelas dia, dengan dilakukan rekayasa lalu lintas itu kondisi di Jalan Gajah Mada sudah mulai normal. Hanya saja, volume kendaraan mulai meningkat menjelang Hari raya Idul Fitri hingga kemacetan tetap tidak bisa dihindari. “Volume kendaraan sudah meningkat, makanya kalau tidak terlalu penting tidak usah keluar dulu,” pintanya.(sas/abi) 

GENTENG – Perubahan arus lalu lintas, khususnya kendaraan roda empat untuk mengurai kemacetan di Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ternyata menimbulkan kemacetan yang cukup parah di jalur buangan.

Kendaraan roda empat dari arah timur yang akan masuk ke pusat Kota Genteng, setiba di traffic light Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, dialihkan ke kanan melewati Jalan KH. Hasyim Asyari, Jalan KH. Imam Bahri, hingga tembus Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. Kemacetan terjadi di jalan simpang empat traffic light Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. “Setiap hari macet, antrean kendaraan sangat panjang,” terang salah satu warga di Dusun Maron, Desa Genteng Kulon yang minta namanya tidak dikorankan.

Kemacetan kendaraan di Jalan KH Imam Bahri itu, terang dia, dianggap cukup parah. Kendaraan pribadi, truk colt diesel, dan fuso menumpuk di sepanjang jalan itu. “Antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer lebih,” ungkapnya.

Salah satu pengendara roda empat yang terjebak kemacetan panjang di Jalan Imam Bahri, Nanda Ikmawan, 24, mengatakan sumber kemacetan terjadi di lampu merah Dusun Maron, Desa Genteng Kulon. “Pas lampunya hijau, yang belakang belum bergerak sama sekali,” sebutnya.

Nanda yang berprofesi sebagai pengantar air isi ulang keliling itu mengaku sangat merasakan dampak dari kemacetan ini. “Sebenarnya saya kirim di daerah sini cuma seminggu sekali, tapi ini macet lama, jadi sedikit telat,” cetusnya

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, sekitar pukul 14.00 kemacetan roda empat di Jalan KH Imam Bahri mengular hingga 1,5 kilometer dari arah timur. Antrean kendaraan itu, mulai traffic light Dusun Maron, Desa Genteng Kulon hingga barat Blam G Futsal Camp di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. “Kemacetan itu dampak dari dialihkannya arus lalu lintas dari lampu merah Desa Genteng Wetan,” cetus Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardana.

Menurut Kanitlantas, semua kendaraan roda empat yang akan melewati Jalan Gajah Mada Genteng alihkan melalui Jalan KH Hasyim Asyari dan Jalan KH Imam Bahri. Selama Ramadan, mereka tidak boleh masuk ke jalan di pusat Kota Genteng. “Rekayasa lalu lintas ini karena ada kemacetan di Jalan Gajah Mada,” terangnya.

Saat ini, jelas dia, dengan dilakukan rekayasa lalu lintas itu kondisi di Jalan Gajah Mada sudah mulai normal. Hanya saja, volume kendaraan mulai meningkat menjelang Hari raya Idul Fitri hingga kemacetan tetap tidak bisa dihindari. “Volume kendaraan sudah meningkat, makanya kalau tidak terlalu penting tidak usah keluar dulu,” pintanya.(sas/abi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/