alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Bisnis Kolam Pancing Butuh Nyali Besar

RadarBanyuwangi.id – Memancing saat ini cukup popular di masyarakat. Bisnis kolam pancing pun, juga bermunculan. Hanya saja, tidak semua bisa bertahan, sejumlah kolam pancing hanya bertahan seumur jagung

Supar, pengelola kolam pancing Tirta Maju Desa Jajag, Kecamatan Gambiran mengatakan usaha yang ditekuni penuh risiko. Meski terlihat mudah, tapi perhitungan dan komitmen harus dicermati. “Resiko rugi sangat besar,” katanya.

Pendapatan dari pengelolaan kolam pancing, terang dia, tidak bisa diandalkan untuk pemasukan harian. Ini karena tiket yang dikenakan hanya Rp. 20 ribu untuk sehari. Agar bisa ramai, harus bisa berinovasi salah satu dengan menggelar lomba dengan hadiah yang besar. “Harus ada sampingannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tukang Parkir Dadakan Menjamur

Untuk lomba, jelas dia, harus siap merogoh kocek cukup dalam dengan untung tidak terlalu banyak. Dari modal pengelolalan kolam pancing berupa penyediaan ikan dan hadiah, biasanya bisa tembus hingga Rp. 45 jutaan. Sedangkan potensi pemasukan, tidak lebih dari Rp. 4 jutaan. Angka ini dihitung dari jumlah slot pancingan sebanyak 140 peserta dengan pendaftaran Rp. 350 ribu. “Total uang yang didapat hanya Rp. 49 juta, selisihnya cuma Rp. 4 juta, jadi keuntungan pemancing lebih besar dari pendapatan saya,” jelasnya.

Dalam lomba memancing itu, bisa mengalami kerugian jika  peminat yang datang di bawah kuota minimal. Dan itu, hasrus disiasati dengan mencari sponsor. “Peserta sedikit tidak ada sponsor, alamat bangkrut,” terangnya.

Baca Juga :  Isi Liburan, Paling Asyik Mancing Belut di Sawah

Pengelola kolam yang tidak berintegritas, biasanya akan bermain-main saat menggelar lomba. Itu dilakukan dengan cara ikan yang dilepas tidak sesuai dengan jumlah yang disampaikan. Atau dengan memasang joki yang dimenangkan. Jika ini diketahui peserta, mereka akan pindah dan tidak kembali lagi. “Bisa dicek, yang datang ke sini ya peserta, saya tidak pernah coba-coba,” terangnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Memancing saat ini cukup popular di masyarakat. Bisnis kolam pancing pun, juga bermunculan. Hanya saja, tidak semua bisa bertahan, sejumlah kolam pancing hanya bertahan seumur jagung

Supar, pengelola kolam pancing Tirta Maju Desa Jajag, Kecamatan Gambiran mengatakan usaha yang ditekuni penuh risiko. Meski terlihat mudah, tapi perhitungan dan komitmen harus dicermati. “Resiko rugi sangat besar,” katanya.

Pendapatan dari pengelolaan kolam pancing, terang dia, tidak bisa diandalkan untuk pemasukan harian. Ini karena tiket yang dikenakan hanya Rp. 20 ribu untuk sehari. Agar bisa ramai, harus bisa berinovasi salah satu dengan menggelar lomba dengan hadiah yang besar. “Harus ada sampingannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Banyuwangi Selatan

Untuk lomba, jelas dia, harus siap merogoh kocek cukup dalam dengan untung tidak terlalu banyak. Dari modal pengelolalan kolam pancing berupa penyediaan ikan dan hadiah, biasanya bisa tembus hingga Rp. 45 jutaan. Sedangkan potensi pemasukan, tidak lebih dari Rp. 4 jutaan. Angka ini dihitung dari jumlah slot pancingan sebanyak 140 peserta dengan pendaftaran Rp. 350 ribu. “Total uang yang didapat hanya Rp. 49 juta, selisihnya cuma Rp. 4 juta, jadi keuntungan pemancing lebih besar dari pendapatan saya,” jelasnya.

Dalam lomba memancing itu, bisa mengalami kerugian jika  peminat yang datang di bawah kuota minimal. Dan itu, hasrus disiasati dengan mencari sponsor. “Peserta sedikit tidak ada sponsor, alamat bangkrut,” terangnya.

Baca Juga :  TN Alas Purwo Punya Pesawat Udara Micro

Pengelola kolam yang tidak berintegritas, biasanya akan bermain-main saat menggelar lomba. Itu dilakukan dengan cara ikan yang dilepas tidak sesuai dengan jumlah yang disampaikan. Atau dengan memasang joki yang dimenangkan. Jika ini diketahui peserta, mereka akan pindah dan tidak kembali lagi. “Bisa dicek, yang datang ke sini ya peserta, saya tidak pernah coba-coba,” terangnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/