30.8 C
Banyuwangi
Tuesday, March 21, 2023

Angin Puting Beliung Hajar 5 Kecamatan

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Angin puting beliung memporak-porandakan perumahan warga di lima kecamatan yang ada di daerah Banyuwangi selatan pada Sabtu sore (25/2). Akibatnya, ratusan rumah milik warga rusak berat, sedang, dan ringan.

Lima kecamatan yang daerahnya diserang angin puting beliung itu Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Tegalsari, Gambiran, dan Cluring. Dari kelima daerah itu, yang paling parah tampaknya di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Ada 84 rumah warga yang rusak akibat putting beliung,” cetus Kepala Desa (Kades) Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan.

Menurut Kades Joko, angin puting beliung yang disertai hujan deras dan petir itu terjadi sekitar pukul 14.30. Angin kencang dari arah barat. Puluhan rumah warga yang dilewati angin atapnya banyak yang beterbangan. “Semua ada 84 rumah yang rusak,” ungkapnya.

Kerusakan akibat angin putting beling ini, terang dia, paling banyak bagian atap. Genting dan asbes, semua beterbangan. Selain itu, juga ada rumah warga yang rusak karena tertimpa pohon yang ambruk. “Semua beterbangan,” katanya.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjadi di Mana-Mana

Kades Joko menyebut dari 84 rumah warga yang rusak itu, berada di empat dusun, yaitu Dusun Krajan, Sidorejo Wetan, Sidorejo Kulon, dan Sidomukti. “Dari empat dusun itu, yang parah di Dusun Sidorejo Wetan, ada 68 rumah yang rusak,” cetusnya.

Dalam bencana alam ini, Kades Joko menyebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, kerugian warga diperkirakan mencapai Rp 200 juta. “Angin puting beliung ini seperti langganan di Desa Yosomulyo, hampir setiap tahun ada puting beliung,” ungkapnya seraya menyebut pada 2014 angin puting beliung merusak seratus rumah warga.

Selain di Desa Yosomulyo, di Desa/Kecamatan Gambiran juga dilewati angin putting beliung dan merusak dua rumah di Dusun Stembel, Desa Gambiran. Kedua rumah itu milik Munisah, 60, dan Moh Dalhari, 55. “Kerusakan bagian atap,” cetus Sekretaris Desa (Sekdes) Gambiran, Binar Cahya Putra.

Baca Juga :  Ringankan Korban Puting Beliung, Warga Buka Dapur Umum dan Genting

Sementara itu, angin puting beliung tidak hanya merusak perumahan warga. Kandang ayam milik Isman Affandi, 51, di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Gambiran rata dengan tanah. Sekitar 6.500 ekor ayam berusia 12 hari yang sedang diternakkan di kandang itu banyak yang mati. “Kapasitas kandang 8.000 ekor, tapi terisi 6.500 ekor,” cetus Isman Affandi.

Menurut Isman, angin kencang  terjadi sekitar pukul 14.30. Saat itu hujan turun deras dengan disertai petir. Ia masih berada di kandang untuk memeriksa ayamnya. “Angin datang tiga kali, dari arah barat, utara, dan selatan,” ungkapnya.

Isman mengaku sempat terjebak di dalam kandang ayamnya. Angin yang bertiup kencang itu, menerjang kandang ayamnya hingga ambruk rata dengan tanah. “Yang mati sekitar 1000 ekor, kerugian ada Rp 200 juta,” cetusnya.(gas/abi)

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Angin puting beliung memporak-porandakan perumahan warga di lima kecamatan yang ada di daerah Banyuwangi selatan pada Sabtu sore (25/2). Akibatnya, ratusan rumah milik warga rusak berat, sedang, dan ringan.

Lima kecamatan yang daerahnya diserang angin puting beliung itu Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Tegalsari, Gambiran, dan Cluring. Dari kelima daerah itu, yang paling parah tampaknya di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Ada 84 rumah warga yang rusak akibat putting beliung,” cetus Kepala Desa (Kades) Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan.

Menurut Kades Joko, angin puting beliung yang disertai hujan deras dan petir itu terjadi sekitar pukul 14.30. Angin kencang dari arah barat. Puluhan rumah warga yang dilewati angin atapnya banyak yang beterbangan. “Semua ada 84 rumah yang rusak,” ungkapnya.

Kerusakan akibat angin putting beling ini, terang dia, paling banyak bagian atap. Genting dan asbes, semua beterbangan. Selain itu, juga ada rumah warga yang rusak karena tertimpa pohon yang ambruk. “Semua beterbangan,” katanya.

Baca Juga :  Galvalum Terbang Diterjang Badai

Kades Joko menyebut dari 84 rumah warga yang rusak itu, berada di empat dusun, yaitu Dusun Krajan, Sidorejo Wetan, Sidorejo Kulon, dan Sidomukti. “Dari empat dusun itu, yang parah di Dusun Sidorejo Wetan, ada 68 rumah yang rusak,” cetusnya.

Dalam bencana alam ini, Kades Joko menyebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, kerugian warga diperkirakan mencapai Rp 200 juta. “Angin puting beliung ini seperti langganan di Desa Yosomulyo, hampir setiap tahun ada puting beliung,” ungkapnya seraya menyebut pada 2014 angin puting beliung merusak seratus rumah warga.

Selain di Desa Yosomulyo, di Desa/Kecamatan Gambiran juga dilewati angin putting beliung dan merusak dua rumah di Dusun Stembel, Desa Gambiran. Kedua rumah itu milik Munisah, 60, dan Moh Dalhari, 55. “Kerusakan bagian atap,” cetus Sekretaris Desa (Sekdes) Gambiran, Binar Cahya Putra.

Baca Juga :  Pesawat Latih Mendarat Darurat di Pantai Ngagelan, API Tolak Beri Keterangan

Sementara itu, angin puting beliung tidak hanya merusak perumahan warga. Kandang ayam milik Isman Affandi, 51, di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Gambiran rata dengan tanah. Sekitar 6.500 ekor ayam berusia 12 hari yang sedang diternakkan di kandang itu banyak yang mati. “Kapasitas kandang 8.000 ekor, tapi terisi 6.500 ekor,” cetus Isman Affandi.

Menurut Isman, angin kencang  terjadi sekitar pukul 14.30. Saat itu hujan turun deras dengan disertai petir. Ia masih berada di kandang untuk memeriksa ayamnya. “Angin datang tiga kali, dari arah barat, utara, dan selatan,” ungkapnya.

Isman mengaku sempat terjebak di dalam kandang ayamnya. Angin yang bertiup kencang itu, menerjang kandang ayamnya hingga ambruk rata dengan tanah. “Yang mati sekitar 1000 ekor, kerugian ada Rp 200 juta,” cetusnya.(gas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Sampah di Pasar Muncar Meluber

Berkat JKN JKIS, Lahir Cesar Gratis

Keripik Singkong Paling Banyak Penggemarnya

Menyikat Gigi Tekan Bau Mulut

Artikel Terbaru

/