alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

BPJS Kesehatan Serahkan 177 KIS untuk Warga Pesanggaran

JawaPos.com – PT Bumi Suksesindo (BSI) menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan di kantor Kecamatan Pesanggaran, kemarin (24/10).

Dalam acara itu, sebanyak 177 warga prasejahtera di Kecamatan Pesanggaran didaftarkan sebagai peserta Program JKN-KIS di kelas tiga. Dalam kegiatan itu, BPJS Kesehatan juga menggelar sosialisasi penggunaan kartu tersebut.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi melalui Kepala Bidang (Kabid) Penjaminan Manfaat Primer Busthomi Arif mengatakan BPJS Kesehatan sangat mengpresiasi PT BSI yang peduli terhadap perlindungan kesehatan bagi warga di sekitar tambang.

Menurut Busthomi, Program JKN-KIS ini bukan program pengobatan gratis. Seluruh iuran wajib, dibayarkan oleh peserta. Hanya saja, ada segmen peserta yang iurannya bisa dibayarkan oleh pihak tertentu. Itu seperti peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah melalui dana APBN, peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah melalui dana APBD,” katanya.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Busthomi menyebut PT BSI badan usaha pertama di Banyuwangi yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam Program Donasi JKN-KIS. “Tidak hanya badan usaha, BPJS Kesehatan dapat menerima siapapun yang bersedia dan mampu menjadi donatur dalam Program Donasi JKN-KIS,” terangnya.

Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan PT BSI melalui program donasi ini, diharapkan dapat dilanjutkan oleh badan usaha dan donatur lainnya. Sekaligus dapat meningkatkan kesadaran warga yang lebih mampu, untuk aktif mendaftarkan diri dan keluarganya secara mandiri pada Program JKN-KIS. “Karena dengan gotong royong, semua tertolong demi Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.

Supervisor Community Development PT BSI Amirrul Darmawan mengatakan PT BSI dalam hal ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pesanggaran, Desa Sumberagung, Desa Sumbermulyo, Desa Sarongan, dan Desa Kandangan secara untuk pendataan warga prasejahtera yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. “Kami prioritaskan warga yang kurang mampu terlebih dahulu. Selanjutnya pendataan terus dilakukan, agar seluruh warga terlindungi melalui program JKN-KIS ,” cetusnya.

Baca Juga :  Prabowo Wira-Wiri ke Banyuwangi, Ada Apa?

KIS yang diberikan kepada warga itu, jelas dia, dapat langsung digunakan untuk berobat per 1 Oktober 2019, sesuai dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tertera pada KIS. “Setahun ke depan warga prasejahtera yang telah kami daftarkan itu tidak perlu memikirkan cara membayar iuran JKN-KIS, karena sudah kami bayarkan. Warga fokus menjaga kesehatan, mencari rejeki, sehingga tahun depan kehidupannya meningkat dan mampu membayar iuran JKN secara mandiri,” ungkapnya.

Camat Pesanggaran Sugiyo Darmawan menyambut gembira menerima JKN-KIS tersebut. Program yang digagas oleh PT BSI dan BPJS Kesehatan Banyuwangi itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warganya. “Warga Kecamatan Pesanggaran penerima JKN-KIS sangat senang, mereka tidak perlu susah lagi jika berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” pungkasnya. (abi)

JawaPos.com – PT Bumi Suksesindo (BSI) menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan di kantor Kecamatan Pesanggaran, kemarin (24/10).

Dalam acara itu, sebanyak 177 warga prasejahtera di Kecamatan Pesanggaran didaftarkan sebagai peserta Program JKN-KIS di kelas tiga. Dalam kegiatan itu, BPJS Kesehatan juga menggelar sosialisasi penggunaan kartu tersebut.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi melalui Kepala Bidang (Kabid) Penjaminan Manfaat Primer Busthomi Arif mengatakan BPJS Kesehatan sangat mengpresiasi PT BSI yang peduli terhadap perlindungan kesehatan bagi warga di sekitar tambang.

Menurut Busthomi, Program JKN-KIS ini bukan program pengobatan gratis. Seluruh iuran wajib, dibayarkan oleh peserta. Hanya saja, ada segmen peserta yang iurannya bisa dibayarkan oleh pihak tertentu. Itu seperti peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah melalui dana APBN, peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah melalui dana APBD,” katanya.

Baca Juga :  Tampil Unik dan Penuh Semangat, Sukses Pukau Penonton

Busthomi menyebut PT BSI badan usaha pertama di Banyuwangi yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam Program Donasi JKN-KIS. “Tidak hanya badan usaha, BPJS Kesehatan dapat menerima siapapun yang bersedia dan mampu menjadi donatur dalam Program Donasi JKN-KIS,” terangnya.

Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan PT BSI melalui program donasi ini, diharapkan dapat dilanjutkan oleh badan usaha dan donatur lainnya. Sekaligus dapat meningkatkan kesadaran warga yang lebih mampu, untuk aktif mendaftarkan diri dan keluarganya secara mandiri pada Program JKN-KIS. “Karena dengan gotong royong, semua tertolong demi Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.

Supervisor Community Development PT BSI Amirrul Darmawan mengatakan PT BSI dalam hal ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pesanggaran, Desa Sumberagung, Desa Sumbermulyo, Desa Sarongan, dan Desa Kandangan secara untuk pendataan warga prasejahtera yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. “Kami prioritaskan warga yang kurang mampu terlebih dahulu. Selanjutnya pendataan terus dilakukan, agar seluruh warga terlindungi melalui program JKN-KIS ,” cetusnya.

Baca Juga :  Diduga Mabuk, Pengendara Jupiter Tabrak Tiang Listrik

KIS yang diberikan kepada warga itu, jelas dia, dapat langsung digunakan untuk berobat per 1 Oktober 2019, sesuai dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tertera pada KIS. “Setahun ke depan warga prasejahtera yang telah kami daftarkan itu tidak perlu memikirkan cara membayar iuran JKN-KIS, karena sudah kami bayarkan. Warga fokus menjaga kesehatan, mencari rejeki, sehingga tahun depan kehidupannya meningkat dan mampu membayar iuran JKN secara mandiri,” ungkapnya.

Camat Pesanggaran Sugiyo Darmawan menyambut gembira menerima JKN-KIS tersebut. Program yang digagas oleh PT BSI dan BPJS Kesehatan Banyuwangi itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warganya. “Warga Kecamatan Pesanggaran penerima JKN-KIS sangat senang, mereka tidak perlu susah lagi jika berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” pungkasnya. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/