alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Waspadai Benang Gelasan Layangan

RadarBanyuwangi.id – Bermain layangan tidak hanya membahayakan jaringan listrik PLN. Bila tidak berhati-hati, juga bisa membahayakan pada dirinya dan pengguna jalan, terutama yang menggunakan benang gelasan.

Kapolsek Genteng, AKP Sudarmaji melalui Kanitlantas Iptu Nanang Wardhana meminta para orang tua memberikan arahan kepada anak-anaknya saat bermain layang-layang. Ini berkaitan bahaya yang ditimbulkan. “Bila pakai benang gelasan, itu membahayakan dirinya dan warga lain terutama pengguna jalan,” katanya.

Saat ini, terang dia, bermain layangan banyak yang dibuat aduan atau sambitan. Saat asyik beradu, dan salah satu layang-layang putus, benang akan jatuh dan tidak bisa ditentukan posisinya. Yang membahayakan, bila benang itu melintang di jalan. “Benangnya gelasan, ini bisa mengancam warga, kejadian orang lehernya terluka parah akibat terkena benang gelasan tidak sekali,” ujarnya.

Sebagai antisipasi, ia mengimbau warga yang berkendara motor bisa melengkapi diri dengan pakaian yang aman. Di samping pakaian lengan panjang, jaket yang menutupi semua anggota badan juga disarankan. “Kalau ada jaket yang menutup leher,” cetusnya.

Untuk pemain layang-layang, kondisi rawan bisa terjadi saat mereka mengejar layang-layang putus. Biasanya, anak-anak tidak lagi memperhatikan lalu lintas di jalan. “Anak-anak itu banyak yang lari memotong jalan, ini bahaya sekali,” ungkapnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Bermain layangan tidak hanya membahayakan jaringan listrik PLN. Bila tidak berhati-hati, juga bisa membahayakan pada dirinya dan pengguna jalan, terutama yang menggunakan benang gelasan.

Kapolsek Genteng, AKP Sudarmaji melalui Kanitlantas Iptu Nanang Wardhana meminta para orang tua memberikan arahan kepada anak-anaknya saat bermain layang-layang. Ini berkaitan bahaya yang ditimbulkan. “Bila pakai benang gelasan, itu membahayakan dirinya dan warga lain terutama pengguna jalan,” katanya.

Saat ini, terang dia, bermain layangan banyak yang dibuat aduan atau sambitan. Saat asyik beradu, dan salah satu layang-layang putus, benang akan jatuh dan tidak bisa ditentukan posisinya. Yang membahayakan, bila benang itu melintang di jalan. “Benangnya gelasan, ini bisa mengancam warga, kejadian orang lehernya terluka parah akibat terkena benang gelasan tidak sekali,” ujarnya.

Sebagai antisipasi, ia mengimbau warga yang berkendara motor bisa melengkapi diri dengan pakaian yang aman. Di samping pakaian lengan panjang, jaket yang menutupi semua anggota badan juga disarankan. “Kalau ada jaket yang menutup leher,” cetusnya.

Untuk pemain layang-layang, kondisi rawan bisa terjadi saat mereka mengejar layang-layang putus. Biasanya, anak-anak tidak lagi memperhatikan lalu lintas di jalan. “Anak-anak itu banyak yang lari memotong jalan, ini bahaya sekali,” ungkapnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/