alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 18, 2022

Warga Bersih-Bersih Sungai Garit

SINGOJURUH – Tumpukan material yang ada di dam Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, hingga kini belum dibersihkan. Untuk batu yang berukuran besar, sejumlah warga berusaha mengambili dengan cara memecahi.

Saat ini di aliran sungai masih banyak bebatuan, dan itu membuat daerah aliras sungai (Das) menjadi dangkal dan air sungai kurang lancar. “Kita berusaha mengambil batu yang besar untuk dipinggirkan,” ujar Heri Purnomo, 50, warga Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Heri, tumpukan material di das itu membuat aliran sungai yang ada di sekitar dam Alasmalang menyempit. Dan itu, berpotensi terjadi banjir. “Kita mencoba meminggirkan batu-batu besar itu,” katanya.

Untuk material lumpur dan pasir yang masih menumpuk, terang dia, kini banyak diambil warga untuk membangun rumahnya. Bahkan, beberapa batu besar juga diambil untuk pondasi rumah. “Kalau ini dibiarkan lama, material kan hanyut dan itu membuat sungai dangkal,” ungkapnya.

Baca Juga :  RTH Maron Ditutup, Keramaian Tidak Diizinkan

Heri berharap keinginan masyarakat terdampak banjir bandang akan normalisasi sungai, bisa segera dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Sebab, warga sudah banyak yang trauma akibat bencana yang melanda pada Jumat (26/7) tersebut. “Kita pelan-pelan saja bisa, kalau hasilnya tidak seberapa. Yang penting ada usaha,” jelasnya.

Kepala Desa Alasmalang, Hady Surigo mengatakan, untuk material yang ada di pinggir sungai itu banyak diambil oleh warga untuk bahan bangunan. Itu sekaligus mengurangi tumpukan material yang ada di tempat tersebut. “Biarkan sudah, selagi itu bermanfaat untuk masyarakat banyak,” katanya.

Hady menambahkan ada hikmah sungai belum dibersihkan. Material bisa digunakan untuk kebutuhan warga. “Kita menunggu keputusan dari dinas terkait, kita hanya ketempatan saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Mengintip Tetangga Mandi, Dihajar Hingga Babak Belur

SINGOJURUH – Tumpukan material yang ada di dam Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, hingga kini belum dibersihkan. Untuk batu yang berukuran besar, sejumlah warga berusaha mengambili dengan cara memecahi.

Saat ini di aliran sungai masih banyak bebatuan, dan itu membuat daerah aliras sungai (Das) menjadi dangkal dan air sungai kurang lancar. “Kita berusaha mengambil batu yang besar untuk dipinggirkan,” ujar Heri Purnomo, 50, warga Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Heri, tumpukan material di das itu membuat aliran sungai yang ada di sekitar dam Alasmalang menyempit. Dan itu, berpotensi terjadi banjir. “Kita mencoba meminggirkan batu-batu besar itu,” katanya.

Untuk material lumpur dan pasir yang masih menumpuk, terang dia, kini banyak diambil warga untuk membangun rumahnya. Bahkan, beberapa batu besar juga diambil untuk pondasi rumah. “Kalau ini dibiarkan lama, material kan hanyut dan itu membuat sungai dangkal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Berharap Rumahnya Segera Dibangun

Heri berharap keinginan masyarakat terdampak banjir bandang akan normalisasi sungai, bisa segera dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Sebab, warga sudah banyak yang trauma akibat bencana yang melanda pada Jumat (26/7) tersebut. “Kita pelan-pelan saja bisa, kalau hasilnya tidak seberapa. Yang penting ada usaha,” jelasnya.

Kepala Desa Alasmalang, Hady Surigo mengatakan, untuk material yang ada di pinggir sungai itu banyak diambil oleh warga untuk bahan bangunan. Itu sekaligus mengurangi tumpukan material yang ada di tempat tersebut. “Biarkan sudah, selagi itu bermanfaat untuk masyarakat banyak,” katanya.

Hady menambahkan ada hikmah sungai belum dibersihkan. Material bisa digunakan untuk kebutuhan warga. “Kita menunggu keputusan dari dinas terkait, kita hanya ketempatan saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Dapur Umum Tetap Beroperasi hingga 6 Juli

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/