alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kasus PMK di Genteng Terus Meningkat

RADAR GENTENG – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Banyuwangi terus meningkat. Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (23/6), jumlah hewan ternak yang telah terinfeksi mencapai 1.490 ekor sapi.

Dari data itu, wilayah Kecamatan Genteng berada di urutan 15 dari 25 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Di daerah ini, sapi yang terinfeksi PMK sebanyak 29 ekor sapi. Itu meningkat dari data pada Selasa (21/6) yang hanya 24 ekor sapi terpapar PMK. “Dari 29 ekor sapi yang terkena PMK, tidak ada yang mati. Yang sembuh ada 10 ekor,” cetus petugas dari Puskeswan Genteng, drh. Wiryeni Hasanah.

Baca Juga :  Pengecer Togel Digaruk Polisi

Menurut drh. Wiryeni, jumlah kematian hewan akibat terpapar PMK, sementara ini hanya berada di Kecamatan Licin, Blimbingsari, dan Tegaldlimo dengan jumal satu ekor di setiap kecamatan, dan Kalipuro ada empat ekor. Sedangkan kecamatan dengan perolehan kasus PMK paling sedikit Kecamatan Rogojampi yang hanya lima ekor sapi terinfeksi PMK. “Kami terus berusaha menekan pertambahan kasus PMK di Genteng,” ujarnya.

Wiryeni menyampaikan meski kasus di Kecamatan Genteng tidak sebanyak di kecamatan lain, antisipasi penambahan hewan yang terpapar PMK terus dilakukan. Setiap hari, selalu saja ada penambahan jumlah kasus yang masuk, walaupun hanya satu ekor. “Hampir setiap hari, selalu ada laporan hewan yang terpapar PMK,” katanya.

Baca Juga :  Jadwalkan Penyemprotan Pasar Hewan Secara Bergilir

Untuk penanganan sapi yang terinfeksi PMK, jelas dia, selain diberikan obat secara tradisional menggunakan asam garam, juga selalu diberikan suntik vitamin. “Untuk vaksin hewan sampai saat ini masih belum ada di Banyuwangi,” jelasnya.(mg5/abi)

RADAR GENTENG – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Banyuwangi terus meningkat. Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (23/6), jumlah hewan ternak yang telah terinfeksi mencapai 1.490 ekor sapi.

Dari data itu, wilayah Kecamatan Genteng berada di urutan 15 dari 25 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Di daerah ini, sapi yang terinfeksi PMK sebanyak 29 ekor sapi. Itu meningkat dari data pada Selasa (21/6) yang hanya 24 ekor sapi terpapar PMK. “Dari 29 ekor sapi yang terkena PMK, tidak ada yang mati. Yang sembuh ada 10 ekor,” cetus petugas dari Puskeswan Genteng, drh. Wiryeni Hasanah.

Baca Juga :  Polisi Periksa Damkar

Menurut drh. Wiryeni, jumlah kematian hewan akibat terpapar PMK, sementara ini hanya berada di Kecamatan Licin, Blimbingsari, dan Tegaldlimo dengan jumal satu ekor di setiap kecamatan, dan Kalipuro ada empat ekor. Sedangkan kecamatan dengan perolehan kasus PMK paling sedikit Kecamatan Rogojampi yang hanya lima ekor sapi terinfeksi PMK. “Kami terus berusaha menekan pertambahan kasus PMK di Genteng,” ujarnya.

Wiryeni menyampaikan meski kasus di Kecamatan Genteng tidak sebanyak di kecamatan lain, antisipasi penambahan hewan yang terpapar PMK terus dilakukan. Setiap hari, selalu saja ada penambahan jumlah kasus yang masuk, walaupun hanya satu ekor. “Hampir setiap hari, selalu ada laporan hewan yang terpapar PMK,” katanya.

Baca Juga :  Bawa Kabur Motor, Pengamen asal Jember Diringkus Polisi

Untuk penanganan sapi yang terinfeksi PMK, jelas dia, selain diberikan obat secara tradisional menggunakan asam garam, juga selalu diberikan suntik vitamin. “Untuk vaksin hewan sampai saat ini masih belum ada di Banyuwangi,” jelasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/