alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Satpol PP Warning Pemilik Tambang Pasir

SONGGON – Maraknya truk muatan pasir yang tidak memakai tutup, membuat satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Keca­matan Songgon turun tangan de­ngan menyebar surat imbauan kepada para pengusaha tambang pasir yang ada di wilayahnya, ke­marin (25/4).

Untuk kegiatan ini, petugas penertiban milik Pemkab Banyu­wangi itu mendatangi dua lokasi tambang pasir dan satu tambang batu. Ketiga pemilik tambang itu, diminta untuk menertibkan para sopir dump truck. “Kita minta se­­mua sopir dump truck menutup pasir atau batu yang diangkut,” ujar Koordinator SatpolPP Keca­matan Songgon, Syamsul.

Syam panggilan akrab Syamsul mengatakan, surat imbuan yang diberikan pada para penambang itu diterbitkan oleh Camat Song­gon, Wagiyanto. “Kita hanya me­laksanakan tugas untuk meng­an­tarkan surat imbauan ini,” katanya,

Baca Juga :  Warga Resah Truk Galian C Rusak Jalan

Dalam surat itu, lanjut dia, ditu­jukan kepada dua lokasi tambang pasir yaitu di Desa Bedewang dan Desa Parangharjo. Sementara itu, untuk satu lokasi tambang batu di Desa Bedewang. “Lokasinya berbeda-beda,” cetusnya.

Untuk isi dalam surat itu, masih kata dia, pengusaha tambang pasir dan tambang batu diimbau agar setiap truk diberikan tutup. Para pengusaha juga diberi penyu­luhan agar segera mengurus perizinan. “Untuk perizinan sen­diri saya tidak tau, karena surat izin yang me­nge­luarkan provinsi,” ungkapnya.

Syam menambahkan, pengusaha tambang di Kecamatan Songgon itu kebanyakan sudah memiliki izin. Hanya saja, mereka tidak ada yang menyampaikan surat izin itu pada kantor kecamatan. “Se­suai perintah pak camat saja, surat ditujukan di lokasi-lokasi itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kadisnakertrans Minta Ikan Makarel Ditarik

Salah satu pengawas tambang pasir, Amak mengaku memang sudah memiliki surat izin. Namun, untuk menunjukkan surat izinnya tidak bisa karena berada di rumah. “Ada mas, tapi di rumah,” katanya.

Amak mengatakan surat izin yang dimiliki dikeluarkan langsung dari pemerintah Provinsi Jatim. Sehingga, pihaknya takut jika surat izin tersebut diduplikatkan. “Kalau memang pengin tau saya fotokan saja, tidak usah di foto copy atau dibawa. Saya tidak mau surat izin itu disalah­gu­nakan,” ungkapnya.

SONGGON – Maraknya truk muatan pasir yang tidak memakai tutup, membuat satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Keca­matan Songgon turun tangan de­ngan menyebar surat imbauan kepada para pengusaha tambang pasir yang ada di wilayahnya, ke­marin (25/4).

Untuk kegiatan ini, petugas penertiban milik Pemkab Banyu­wangi itu mendatangi dua lokasi tambang pasir dan satu tambang batu. Ketiga pemilik tambang itu, diminta untuk menertibkan para sopir dump truck. “Kita minta se­­mua sopir dump truck menutup pasir atau batu yang diangkut,” ujar Koordinator SatpolPP Keca­matan Songgon, Syamsul.

Syam panggilan akrab Syamsul mengatakan, surat imbuan yang diberikan pada para penambang itu diterbitkan oleh Camat Song­gon, Wagiyanto. “Kita hanya me­laksanakan tugas untuk meng­an­tarkan surat imbauan ini,” katanya,

Baca Juga :  Dua Pengedar Pil Trex dan Dextro Digaruk Polisi

Dalam surat itu, lanjut dia, ditu­jukan kepada dua lokasi tambang pasir yaitu di Desa Bedewang dan Desa Parangharjo. Sementara itu, untuk satu lokasi tambang batu di Desa Bedewang. “Lokasinya berbeda-beda,” cetusnya.

Untuk isi dalam surat itu, masih kata dia, pengusaha tambang pasir dan tambang batu diimbau agar setiap truk diberikan tutup. Para pengusaha juga diberi penyu­luhan agar segera mengurus perizinan. “Untuk perizinan sen­diri saya tidak tau, karena surat izin yang me­nge­luarkan provinsi,” ungkapnya.

Syam menambahkan, pengusaha tambang di Kecamatan Songgon itu kebanyakan sudah memiliki izin. Hanya saja, mereka tidak ada yang menyampaikan surat izin itu pada kantor kecamatan. “Se­suai perintah pak camat saja, surat ditujukan di lokasi-lokasi itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kabut Tebal Selimuti Wilayah Songgon

Salah satu pengawas tambang pasir, Amak mengaku memang sudah memiliki surat izin. Namun, untuk menunjukkan surat izinnya tidak bisa karena berada di rumah. “Ada mas, tapi di rumah,” katanya.

Amak mengatakan surat izin yang dimiliki dikeluarkan langsung dari pemerintah Provinsi Jatim. Sehingga, pihaknya takut jika surat izin tersebut diduplikatkan. “Kalau memang pengin tau saya fotokan saja, tidak usah di foto copy atau dibawa. Saya tidak mau surat izin itu disalah­gu­nakan,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Agar Pencipta Lagu Kian Produktif

Polisi Razia Toko Penjual Miras

Pra MPLS Tatap Muka Diganti Daring

Artikel Terbaru

/