alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Rela Antre untuk Membeli Migor Murah

GENTENG – Minyak goreng (migor) murah dengan harga Rp 14 ribu per liter yang dijual di kantor Kecamatan Genteng dijubeli warga, Senin (24/1). Mereka harus rela antre untuk bisa mendapatkan migor maksimal dua liter.

Migor harga murah yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi itu, untuk di wilayah Kecamatan Genteng hanya diberi kuota 2.000 liter. “Kita gelar migor harga murah di beberapa tempat,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Suminten.

Menurut Suminten, awalnya di wilayah Kecamatan Genteng ini hanya mendapatkan jatah 1.000 liter. Tapi karena masih sisa, ditambah lagi 1.000 liter. “Jadi di Genteng ada jatah 2.000 liter, kalau sisa biar ditinggal saja,” katanya.

Baca Juga :  Stok Migor Curah Terbatas, Pembelu Wajib Tunjukkan KTP

Pasar murah untuk migor, mendapat sambutan positif dari warga. Mereka rela menunggu lama sampai minyak datang. Awalnya, migor harga murah ini akan dimuali pukul 14.00, tapi molor sampai pukul 15.00. “Tidak masalah,” terang Nur Zaina, salah satu warga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon.

Zaina berharap migor di pasar tradisional juga segera turun menjadi Rp 14 ribu per liter. Sebab, setiap membeli di ritel Modern, selalu kehabisan. “Semoga minyak goreng bisa cepat turun,” cetusnya.(mg5/abi)

GENTENG – Minyak goreng (migor) murah dengan harga Rp 14 ribu per liter yang dijual di kantor Kecamatan Genteng dijubeli warga, Senin (24/1). Mereka harus rela antre untuk bisa mendapatkan migor maksimal dua liter.

Migor harga murah yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi itu, untuk di wilayah Kecamatan Genteng hanya diberi kuota 2.000 liter. “Kita gelar migor harga murah di beberapa tempat,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Suminten.

Menurut Suminten, awalnya di wilayah Kecamatan Genteng ini hanya mendapatkan jatah 1.000 liter. Tapi karena masih sisa, ditambah lagi 1.000 liter. “Jadi di Genteng ada jatah 2.000 liter, kalau sisa biar ditinggal saja,” katanya.

Baca Juga :  Polsek Gambiran Sita Puluhan Botol Arak

Pasar murah untuk migor, mendapat sambutan positif dari warga. Mereka rela menunggu lama sampai minyak datang. Awalnya, migor harga murah ini akan dimuali pukul 14.00, tapi molor sampai pukul 15.00. “Tidak masalah,” terang Nur Zaina, salah satu warga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon.

Zaina berharap migor di pasar tradisional juga segera turun menjadi Rp 14 ribu per liter. Sebab, setiap membeli di ritel Modern, selalu kehabisan. “Semoga minyak goreng bisa cepat turun,” cetusnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/