alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Masih Menjalani Isolasi Mandiri, Kades Gunoto Tetap Hadiri Swab Masal

Jawa Pos Radar Genteng – Kepala Desa (Kades) Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Gunoto disarankan menjalani isolasi mandiri setelah diperiksa swab pada Jumat (22/1), ternyata ikut hadir di kantor desanya untuk melihat swab masal pada warganya yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Pesanggaran, kemarin (25/1).

Gunoto mengaku menyadari kondisi kesehatannya setelah diperiksa swab dan harus menjalani isolasi mandiri. Tapi, kedatangannya di kantor desa itu untuk memantau pelaksanaan swab masal. Selama berada di kantor desa, selalu menerapkan protolol kesehatan. “Yang penting jaga jarak,” dalihnya.

Menurut Gunoto, tanpa kehadirannya di lapangan, kegiatan swab masal yang dilaksanakan di kantor desa itu tidak akan berjalan lancer. Sebab, warga itu banyak yang enggan datang. “Kalau saya tidak turun ke lapangan, orang-orang itu tidak bisa hadir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masuki New Normal, Transaksi Hewan Ternak di Pasar Reboan Mulai Stabil

Pemerintah Desa Sarongan, jelas dia, mendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 ini dengan pembatasan kegiatan warga. Ia juga setuju dengan mengentikan sementara kegiatan keagamaan yang bersifat tidak wajib. “Yasinan sudah kita hentikan,” terangnya.

Kepada Jawa Pos Radar Genteng, orang nomor satu di Desa Sarongan itu juga klarifikasi dengan pemberitaan yang menyebut dirinya pernah menolak ajakan untuk swab. “Yang dikatakan itu tidak benar, saya tidak pernah menolak untuk swab, saat itu saya sedang berduka, istri saya meninggal,” katanya saat menghubungi wartawan koran ini melalui ponselnya.

Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Pesanggaran Sugiyanto menyatakan terkait Gunoto yang pernah disebut menolak ajakan swab, itu memang simpang siur. “Saat bersamaan kepala desa memang sedang berduka,” katanya.

Hanya saja, jelas dia, setelah proses pemakaman istri kepala desa yang meninggal itu selesai, Satgas Penanganan Covid-19 meminta perangkat desa menjalani pemeriksaan. Saat itu, yang hadir enam orang dan saat itu kades tidak datang. “Kami menghormati pak kades tidak datang karena sedang berduka,” katanya.

Baca Juga :  Berharap Herd Immunity, Vaksinasi untuk Pelajar Terus Dikebut

Berkaitan kades yang ikut hadir saat kegiatan swab masal di kantor desa, Sugiyanto menyebutkan ini bagian dari kondisi di lapangan yang kompleks. Tanpa keberadaan kepala desa, kemungkinan besar warga yang datang juga sedikit. “Tadi bapak kepala desa memang ada di kantor desa, itu karena tanggung jawabnya membantu kami untuk mengundanghadirkan orang yang diundang Swab,” ungkapnya.

Sugiyanto memastikan saat menemui kades, pihaknya berada di luar ruangan dan dalam kondisi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kami bersama satgas bertemu di luar kantor,” katanya.(sli/abi)

Jawa Pos Radar Genteng – Kepala Desa (Kades) Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Gunoto disarankan menjalani isolasi mandiri setelah diperiksa swab pada Jumat (22/1), ternyata ikut hadir di kantor desanya untuk melihat swab masal pada warganya yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Pesanggaran, kemarin (25/1).

Gunoto mengaku menyadari kondisi kesehatannya setelah diperiksa swab dan harus menjalani isolasi mandiri. Tapi, kedatangannya di kantor desa itu untuk memantau pelaksanaan swab masal. Selama berada di kantor desa, selalu menerapkan protolol kesehatan. “Yang penting jaga jarak,” dalihnya.

Menurut Gunoto, tanpa kehadirannya di lapangan, kegiatan swab masal yang dilaksanakan di kantor desa itu tidak akan berjalan lancer. Sebab, warga itu banyak yang enggan datang. “Kalau saya tidak turun ke lapangan, orang-orang itu tidak bisa hadir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Dua Unit Motor Protolan

Pemerintah Desa Sarongan, jelas dia, mendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 ini dengan pembatasan kegiatan warga. Ia juga setuju dengan mengentikan sementara kegiatan keagamaan yang bersifat tidak wajib. “Yasinan sudah kita hentikan,” terangnya.

Kepada Jawa Pos Radar Genteng, orang nomor satu di Desa Sarongan itu juga klarifikasi dengan pemberitaan yang menyebut dirinya pernah menolak ajakan untuk swab. “Yang dikatakan itu tidak benar, saya tidak pernah menolak untuk swab, saat itu saya sedang berduka, istri saya meninggal,” katanya saat menghubungi wartawan koran ini melalui ponselnya.

Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Pesanggaran Sugiyanto menyatakan terkait Gunoto yang pernah disebut menolak ajakan swab, itu memang simpang siur. “Saat bersamaan kepala desa memang sedang berduka,” katanya.

Hanya saja, jelas dia, setelah proses pemakaman istri kepala desa yang meninggal itu selesai, Satgas Penanganan Covid-19 meminta perangkat desa menjalani pemeriksaan. Saat itu, yang hadir enam orang dan saat itu kades tidak datang. “Kami menghormati pak kades tidak datang karena sedang berduka,” katanya.

Baca Juga :  Sekolah yang Melanggar Aturan Prokes Langsung Ditutup

Berkaitan kades yang ikut hadir saat kegiatan swab masal di kantor desa, Sugiyanto menyebutkan ini bagian dari kondisi di lapangan yang kompleks. Tanpa keberadaan kepala desa, kemungkinan besar warga yang datang juga sedikit. “Tadi bapak kepala desa memang ada di kantor desa, itu karena tanggung jawabnya membantu kami untuk mengundanghadirkan orang yang diundang Swab,” ungkapnya.

Sugiyanto memastikan saat menemui kades, pihaknya berada di luar ruangan dan dalam kondisi menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kami bersama satgas bertemu di luar kantor,” katanya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/