alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Konflik Kelompok Tani Hutan, Ratusan Pohon Dirusak Orang Tak Dikenal

PESANGGARAN, Radar Genteng – Ratusan pohon di hutan petak 81A, RPH Silirbaru, BKPH Sukomade, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, masuk wilayah Desa/Kecamatan Pesanggaran banyak yang dirusak dengan dipotong pada Selasa (21/6).

Belum diketahui pelakunya, tapi dari hasil pendataan yang dilakukan petugas Perhutani, sedikitnya ada 126 pohon yang ditebang dan kayunya dibiarkan berserakan. “Ini murni perusakan hutan,” cetus Waka Adm Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Muhlisin Sabrana.

Menurut Muhlisin, banyak jenis pohon yang ditebang oleh pelaku, di antaranya pohon mahoni dan pohon johar dengan ukuran besar dan kecil. “Ini sudah kita laoporkan ke polisi, kami minta bisa diproses,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, jelas dia, perusakan hutan ini dipicu ketegangan kelompok tani hutan (KTH) yang kini terbelah menjadi dua kelompok. Penyebabnya, ada program nasional mengenai kehutanan sosial. “Kedua kelompok berebut sebagai pengelola hutan yang sah,” ujarnya.

Baca Juga :  KH. Hamid Askandar Tutup Usia

Menurut Muhlisin, kedua kelompok itu sama-sama mengantongi surat keterangan (SK). Kelompok satu mengantongi SK dari Pemerintah Desa Pesanggaran, dan kelompok satunya mengantongi SK dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Kedua kelompok berbeda argumen dan kekeh, padahal tinggal di satu desa,” jelasnya.(mg5/abi)

PESANGGARAN, Radar Genteng – Ratusan pohon di hutan petak 81A, RPH Silirbaru, BKPH Sukomade, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, masuk wilayah Desa/Kecamatan Pesanggaran banyak yang dirusak dengan dipotong pada Selasa (21/6).

Belum diketahui pelakunya, tapi dari hasil pendataan yang dilakukan petugas Perhutani, sedikitnya ada 126 pohon yang ditebang dan kayunya dibiarkan berserakan. “Ini murni perusakan hutan,” cetus Waka Adm Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Muhlisin Sabrana.

Menurut Muhlisin, banyak jenis pohon yang ditebang oleh pelaku, di antaranya pohon mahoni dan pohon johar dengan ukuran besar dan kecil. “Ini sudah kita laoporkan ke polisi, kami minta bisa diproses,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, jelas dia, perusakan hutan ini dipicu ketegangan kelompok tani hutan (KTH) yang kini terbelah menjadi dua kelompok. Penyebabnya, ada program nasional mengenai kehutanan sosial. “Kedua kelompok berebut sebagai pengelola hutan yang sah,” ujarnya.

Baca Juga :  Mau Salip Truk Gandeng, Tewas Dilindas

Menurut Muhlisin, kedua kelompok itu sama-sama mengantongi surat keterangan (SK). Kelompok satu mengantongi SK dari Pemerintah Desa Pesanggaran, dan kelompok satunya mengantongi SK dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Kedua kelompok berbeda argumen dan kekeh, padahal tinggal di satu desa,” jelasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/