alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Dua Maling Motor Dihajar Massa

GENTENG – Dua pelaku pen­curian kendaraan bermotor (cu­ranmor), babak belur dihajar massa, Sabtu (23/6). Keduanya tertangkap saat beraksi di per­sawahan Dusun Cendono, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

Kedua pelaku itu adalah Kariyadi, 30, warga Dusun Krajan, RT 5/RW 6, Desa Genteng Kulon, Keca­matan Genteng, dan Juwardiyanto, 50, warga Dusun Krajan II, RT 19/RW 6, Desa Wonokusumo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.

Untuk keperluan pemeriksaan, kedua pelaku itu dijebloskan ke ruang tahanan polsek. Barang bukti (BB) berupa motor Yamaha Jupiter Z warna merah dengan nomor polisi P 5291 UJ yang akan dicuri, kini juga diamankan di polsek.

Dugaan curanmor yang dila­kukan kedua pelaku itu, terjadi sekitar pukul 08.30. Awalnya, korban Marsaid, 60, warga Dusun Cendono, Desa Kembiritan yang akan melihat sawahnya memarkir motornya itu di pinggir sawah. “Saya melihat ada dua orang mon­dar- mandir di sekitar motor,” te­rang Marsaid saat melapor ke polsek.

Karena gerak-geriknya mencu­ri­gakan, korban mengamati kedua pelaku itu dari kejauhan. Tidak lama, kedua orang asing itu men­dekati motornya dan mengotak atik motor Yamaha Jupiter Z mi­liknya. Malahan, motornya dengan nomor polisi P 5291 UJ itu akan dibawa kabur. “Saya lihat motor akan dibawa, saya langsung teriak maling,” ungkapnya.

Warga yang mendengar teriakan maling, langsung mengejar pelaku yang kabur dengan naik motor milik korban. Warga menghadang jalan, dan akhirnya berhasil di­tang­kap setelah sempat kabur dengan jarak satu kilometer dari lokasi kejadian. “Pelakunya dua orang, satu mendorong motor dan satu lagi naik. Saat saya teriyaki maling, motor ditinggal dan malingnya lari,” cteusnya.

Kapolsek Genteng Kompol Agus Dwi Jatmiko melalui Kanitreskrim Iptu Puji Wahono mengatakan, anggota langsung meluncur setelah ada laporan warga. Saat tiba di lokasi kejadian, kedua ma­ling itu sudah babak belur dihajar massa dan nyaris ditenggelamkan ke sungai. “Oleh warga hampir di­tenggelamkan di sungai,” ka­tanya.

Untungnya, kemarahan warga itu berhasil diredam oleh anggota polisi. Kedua tersangka langsung dibawa ke polsek untuk dilakukan pemeriksaan. “Keduanya masih kita periksa di polsek,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Dari hasil pemeriksaan, terang dia, Juwardianto asal Desa Wono­kusumo, Kecamatan Tapen, Ka­bupaten Bondowoso, itu seorang residivis curanmor. “Yang satu itu residivis dan sudah sering ter­tangkap dalam kasus curanmor,” ung­kapnya.

GENTENG – Dua pelaku pen­curian kendaraan bermotor (cu­ranmor), babak belur dihajar massa, Sabtu (23/6). Keduanya tertangkap saat beraksi di per­sawahan Dusun Cendono, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

Kedua pelaku itu adalah Kariyadi, 30, warga Dusun Krajan, RT 5/RW 6, Desa Genteng Kulon, Keca­matan Genteng, dan Juwardiyanto, 50, warga Dusun Krajan II, RT 19/RW 6, Desa Wonokusumo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.

Untuk keperluan pemeriksaan, kedua pelaku itu dijebloskan ke ruang tahanan polsek. Barang bukti (BB) berupa motor Yamaha Jupiter Z warna merah dengan nomor polisi P 5291 UJ yang akan dicuri, kini juga diamankan di polsek.

Dugaan curanmor yang dila­kukan kedua pelaku itu, terjadi sekitar pukul 08.30. Awalnya, korban Marsaid, 60, warga Dusun Cendono, Desa Kembiritan yang akan melihat sawahnya memarkir motornya itu di pinggir sawah. “Saya melihat ada dua orang mon­dar- mandir di sekitar motor,” te­rang Marsaid saat melapor ke polsek.

Karena gerak-geriknya mencu­ri­gakan, korban mengamati kedua pelaku itu dari kejauhan. Tidak lama, kedua orang asing itu men­dekati motornya dan mengotak atik motor Yamaha Jupiter Z mi­liknya. Malahan, motornya dengan nomor polisi P 5291 UJ itu akan dibawa kabur. “Saya lihat motor akan dibawa, saya langsung teriak maling,” ungkapnya.

Warga yang mendengar teriakan maling, langsung mengejar pelaku yang kabur dengan naik motor milik korban. Warga menghadang jalan, dan akhirnya berhasil di­tang­kap setelah sempat kabur dengan jarak satu kilometer dari lokasi kejadian. “Pelakunya dua orang, satu mendorong motor dan satu lagi naik. Saat saya teriyaki maling, motor ditinggal dan malingnya lari,” cteusnya.

Kapolsek Genteng Kompol Agus Dwi Jatmiko melalui Kanitreskrim Iptu Puji Wahono mengatakan, anggota langsung meluncur setelah ada laporan warga. Saat tiba di lokasi kejadian, kedua ma­ling itu sudah babak belur dihajar massa dan nyaris ditenggelamkan ke sungai. “Oleh warga hampir di­tenggelamkan di sungai,” ka­tanya.

Untungnya, kemarahan warga itu berhasil diredam oleh anggota polisi. Kedua tersangka langsung dibawa ke polsek untuk dilakukan pemeriksaan. “Keduanya masih kita periksa di polsek,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Dari hasil pemeriksaan, terang dia, Juwardianto asal Desa Wono­kusumo, Kecamatan Tapen, Ka­bupaten Bondowoso, itu seorang residivis curanmor. “Yang satu itu residivis dan sudah sering ter­tangkap dalam kasus curanmor,” ung­kapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/