alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Website Banyuwangi Mall Tidak Berfungsi

RadarBanyuwangi.id – Website marketplace jual beli online produk UMKM Banyuwangi, https://www.banyuwangi-mall.com/saat ini tidak bisa diakses. Padahal, saat diluncurkan pada 2016 lalu, situs itu digadang-gadang sebagai sarana para pelaku usaja memasarkan produknya. Selain itu, memudahkan warga yang ingin membeli produk Banyuwangi.

Salah satu perajin keripik pisang, Arif Hidayat, asal Desa Karangsari, Kecamatan Sempu mengatakan pada Senin malam (22/3) malam, ingin mengakses berita terkait UMKM di situs https://www.banyuwangi-mall.com/. Tapi setelah dibuka, ternyata tampilannya tidak seperti yang diharapkan. “Esuk hari kembali membuka, hasilnya sama, tidak bisa,” katanya.

Arif mengaku membuka situs itu untuk memasarkan produknya. Selama ini, kripik buatannya lebih banyak melayani pelanggan offline ke beberapa outlet oleh-oleh di Banyuwangi dan luar daerah seperti Surabya dan Bali. Sedangkan untuk online, dia hanya mengandalkan marketplace milik facebook (FB). “Maunya nyoba, siapa tahu caranya lebih mudah, ternyata malah tidak bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  PLN Bersihkan Pohon Pengayom

Dari uji coba yang dilakukan Jawa Pos Radar Genteng pada alamat tersebut, web bisa dibuka namun tampilan sama sekali tidak menunjukkan halaman marketplace. Tampilan produk UMKM yang dijual juga tidak tampak.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso saat dikonfirmasi mengatakan untuk sementara operasional website memang belum bisa. Hal ini karean sedang ada proses evaluasi dari developer. Selain itu, pengelolaan saat itu bekerjasama dengan BNI. “Masih dievaluasi, coba kontak Diskop,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie menyatakan sebenarnya website masih tetap. Hanya saja, hostingnya berakhir dan belum diperpanjang. Menurutnya, ini berlangsung sejak akhir Februari 2021 lalu. “Secepatnya akan dihidupkan lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Lima Kaca Jendela SDN Sarumulyo Pecah Dilempar Batu

Untuk pengelolaan website itu, jelas dia, memang melibatkan BNI. Dia menegaskan, pihak BNI sudah berkoordinasi terkait peningkatan kualitas website tersebut. “BNI sudah koordinasi dengan kami terkait up grade website,” jelasnya.

Mengenai waktu dimulainya kembali, Nanin menyebutkan pihaknya berharap hal itu bisa dilakukan secepatnya. “Kami mintanya ke BNI segera normal kembali,” pungkasnya.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Genteng di portal milik Pemkab Banyuwangi, peluncuran banyuwangi mall dilakukan pada 20 April 2016 silam. Pada peluncuran saat itu, setidaknya  165 item produk dan jasa unggulan Banyuwangi dari 28 UMKM unggulan daerah yang ditampung toko online tersebut.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Website marketplace jual beli online produk UMKM Banyuwangi, https://www.banyuwangi-mall.com/saat ini tidak bisa diakses. Padahal, saat diluncurkan pada 2016 lalu, situs itu digadang-gadang sebagai sarana para pelaku usaja memasarkan produknya. Selain itu, memudahkan warga yang ingin membeli produk Banyuwangi.

Salah satu perajin keripik pisang, Arif Hidayat, asal Desa Karangsari, Kecamatan Sempu mengatakan pada Senin malam (22/3) malam, ingin mengakses berita terkait UMKM di situs https://www.banyuwangi-mall.com/. Tapi setelah dibuka, ternyata tampilannya tidak seperti yang diharapkan. “Esuk hari kembali membuka, hasilnya sama, tidak bisa,” katanya.

Arif mengaku membuka situs itu untuk memasarkan produknya. Selama ini, kripik buatannya lebih banyak melayani pelanggan offline ke beberapa outlet oleh-oleh di Banyuwangi dan luar daerah seperti Surabya dan Bali. Sedangkan untuk online, dia hanya mengandalkan marketplace milik facebook (FB). “Maunya nyoba, siapa tahu caranya lebih mudah, ternyata malah tidak bisa,” jelasnya.

Baca Juga :  Papan Nama Pertashop Akhirnya Digeser

Dari uji coba yang dilakukan Jawa Pos Radar Genteng pada alamat tersebut, web bisa dibuka namun tampilan sama sekali tidak menunjukkan halaman marketplace. Tampilan produk UMKM yang dijual juga tidak tampak.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso saat dikonfirmasi mengatakan untuk sementara operasional website memang belum bisa. Hal ini karean sedang ada proses evaluasi dari developer. Selain itu, pengelolaan saat itu bekerjasama dengan BNI. “Masih dievaluasi, coba kontak Diskop,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie menyatakan sebenarnya website masih tetap. Hanya saja, hostingnya berakhir dan belum diperpanjang. Menurutnya, ini berlangsung sejak akhir Februari 2021 lalu. “Secepatnya akan dihidupkan lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Layang-layang Ganggu Kabel PLN

Untuk pengelolaan website itu, jelas dia, memang melibatkan BNI. Dia menegaskan, pihak BNI sudah berkoordinasi terkait peningkatan kualitas website tersebut. “BNI sudah koordinasi dengan kami terkait up grade website,” jelasnya.

Mengenai waktu dimulainya kembali, Nanin menyebutkan pihaknya berharap hal itu bisa dilakukan secepatnya. “Kami mintanya ke BNI segera normal kembali,” pungkasnya.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Genteng di portal milik Pemkab Banyuwangi, peluncuran banyuwangi mall dilakukan pada 20 April 2016 silam. Pada peluncuran saat itu, setidaknya  165 item produk dan jasa unggulan Banyuwangi dari 28 UMKM unggulan daerah yang ditampung toko online tersebut.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/