alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Kementan RI Gandeng PT Pertani Serap Gabah Petani

RadarBanyuwangi.id – Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen gabah petani, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggandeng PT Pertanian Negara Indonesia (Pertani). Targetnya, dalam sehari 80 ton gabah hasil petani akan diserap, agar bisa menekan anjloknya harga gabah petani. Kegiatan itu kali pertama digelar di PT Pertani Kantor Cabang Banyuwangi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin (23/3).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap harga gabah di tingkat petani. Diharapkan, dengan kolaborasi antara Kementan RI dan PT Pertani ini dapat mengoptimalkan harga gabah yang dapat dikatakan anjlok. “Kami mengupayakan agar petani dapat menjual hasil panen gabah dengan harga yang sesuai, agar tidak merugi,” ujarnya.

Program serap gabah petani itu, digelar kali pertama di Kabupaten Banyuwangi, dan selanjutnya akan digelar di kabupaten dan kota lainnya secara berkelanjutan. Kedepannya, PT Pertani akan menyerap gabah hasil panen petani dengan harga di atas harga pokok penjualan (HPP). Saat ini HPP gabah Rp 4.200 per kilogram, selanjutnya PT Pertani akan menyerap gabah itu dengan harga Rp 4.250 hingga Rp 4.300 per kilogram. “Artinya kita selamatkan hasil panen petani,” katanya.

Baca Juga :  Pemesan Bunga Valentine’s Day Terus Merosot

Agung mengaku sudah menyediakan pasar untuk menjual beras yang diserap dari hasil panen petani. Nantinya, akan dikirim ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa daerah lainnya. Selain itu, rencananya juga akan membahas ekspor beras ke pasar luar negeri. “Arahan bapak menteri pertanian seperti itu, beberapa negara yang sudah membuka pasar ekspor Timor Leste, Malaysia, dan Brunai Darusalam,” terangnya.

Direktur PT Pertani (Persero) Maryono menyampaikan akan mengambil gabah petani dengan harga potensial. Intinya, harga gabah petani tidak anjlok saat panen raya. Untuk saat ini, hasil panen gabah petani yang sudah diserap PT Pertani kualitasnya sangat bagus dan tidak mengecewakan. “Kami memiliki 16 kantor cabang di Indonesia, dengan begitu diharapkan penyerapan gabah hasil panen petani dapat merata,” cetusnya.

Baca Juga :  Agribusiness Indonesia Bangkit dari Banyuwangi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapangan) Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan ini menjadi harapan bagi petani, apa lagi ditengah pandemi Covid-19 seperti ini. Program yang digagas dua lembaga itu dapat dikatakan menjadi solusi yang tepat bagi petani. “Kami akan terus mendukung program itu agar dapat mensejaterakan petani,” katanya. (kri/abi)

RadarBanyuwangi.id – Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen gabah petani, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggandeng PT Pertanian Negara Indonesia (Pertani). Targetnya, dalam sehari 80 ton gabah hasil petani akan diserap, agar bisa menekan anjloknya harga gabah petani. Kegiatan itu kali pertama digelar di PT Pertani Kantor Cabang Banyuwangi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin (23/3).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap harga gabah di tingkat petani. Diharapkan, dengan kolaborasi antara Kementan RI dan PT Pertani ini dapat mengoptimalkan harga gabah yang dapat dikatakan anjlok. “Kami mengupayakan agar petani dapat menjual hasil panen gabah dengan harga yang sesuai, agar tidak merugi,” ujarnya.

Program serap gabah petani itu, digelar kali pertama di Kabupaten Banyuwangi, dan selanjutnya akan digelar di kabupaten dan kota lainnya secara berkelanjutan. Kedepannya, PT Pertani akan menyerap gabah hasil panen petani dengan harga di atas harga pokok penjualan (HPP). Saat ini HPP gabah Rp 4.200 per kilogram, selanjutnya PT Pertani akan menyerap gabah itu dengan harga Rp 4.250 hingga Rp 4.300 per kilogram. “Artinya kita selamatkan hasil panen petani,” katanya.

Baca Juga :  Banyuwangi Jadi Pilot Project Agro Solution

Agung mengaku sudah menyediakan pasar untuk menjual beras yang diserap dari hasil panen petani. Nantinya, akan dikirim ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa daerah lainnya. Selain itu, rencananya juga akan membahas ekspor beras ke pasar luar negeri. “Arahan bapak menteri pertanian seperti itu, beberapa negara yang sudah membuka pasar ekspor Timor Leste, Malaysia, dan Brunai Darusalam,” terangnya.

Direktur PT Pertani (Persero) Maryono menyampaikan akan mengambil gabah petani dengan harga potensial. Intinya, harga gabah petani tidak anjlok saat panen raya. Untuk saat ini, hasil panen gabah petani yang sudah diserap PT Pertani kualitasnya sangat bagus dan tidak mengecewakan. “Kami memiliki 16 kantor cabang di Indonesia, dengan begitu diharapkan penyerapan gabah hasil panen petani dapat merata,” cetusnya.

Baca Juga :  Rendemen Tinggi, Harga Gabah Petani Turun

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapangan) Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan ini menjadi harapan bagi petani, apa lagi ditengah pandemi Covid-19 seperti ini. Program yang digagas dua lembaga itu dapat dikatakan menjadi solusi yang tepat bagi petani. “Kami akan terus mendukung program itu agar dapat mensejaterakan petani,” katanya. (kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/