28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Sebelum Tenggelam Sempat Selamatkan Temannya

Korban Hilang di Pulau Merah Ditemukan Meninggal

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Deni alias Ahmad Denianto, 13, asal Dusun Balerejo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore yang tenggelam di Pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran saat mandi bersama lima temannya pada Senin (23/1) sore, akhirnya berhasil ditemukan Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00.

Bocah malang itu ditemukan oleh Taufiq Hidayat, kepala MTs Darul Manja, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore yang sejak pagi ikut melakukan pencarian. “Kepala sekolah korban ikut melakukan penyisiran, dia yang pertama melihat jenazah korban,” terang Kepala Pokmas Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Poniran.

Menurut Poniran, mayat Deni ditemukan di pantai sekitar 100 meter dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK) atau berjarak sekitar 300 meter dari pos pemantauan. “Kami (life guard) dikabari setelah mayat korban ditemukan, kita langsung merapat,” katanya.

Sebelum ditemukan, terang dia, anggota life guard sudah melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Pulau Merah, sejak korban itu dinyatakan hilang. Keluarga korban, anggota TNI, kepolisian, dan para nelayan juga ikut. “Pencarian pada Senin (23/1) sore sampai malam, tiga kali melakukan penyisiran pantai,” jelasnya.

Baca Juga :  Sengkan Mayit Kembali Telan Korban, Mobil Nyemplung Jurang, Dua Tewas

Upaya itu ternyata tidak membuahkan hasil. Selasa (24/1) sekitar pukul 05.00, pencarian mulai dilakukan lagi. Seluruh anggota life guard, dikumpulkan untuk menyisir pantai dan daerah sekitar laut. “Kita gelar doa bersama untuk melakukan pencarian, tiba-tiba ada kabar korban ditemukan,” ujarnya.

Mayat korban yang ditemukan oleh guru bersama orang tua korban itu, jelas dia, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pesanggaran. Saat ditemukan, di sejumlah anggota tubuh siswa MTs Darul Manja itu tampak terluka dan mengeluarkan darah. “Kemungkinan, lukanya itu karena terbentur karang,” paparnya.

Sebelum dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan sudah meninggal, lanjut dia, Deni ini sempat menyelamatkan salah satu temannya, Alif yang sore itu ikut terseret ombak Laut Selatan. “Saat kami melakukan pertolongan (Senin (23/1) sore), kami melihat korban sempat menolong temannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cegah Ilegal Loging, Kapolsek Minta Perhutani Sering Gelar Patroli

Tapi sayang, derasnya ombak laut membuat anak itu kehabisan tenaga hingga akhirnya hilang di tengah laut. Setelah empat temannya berhasil diselamatkan, Deni tidak muncul lagi. “Kami melakukan pencarian, tapi tidak ketemu,” tandasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, lima kawanan siswa SMP asal Kecamatan Glenmore tenggelam saat mandi di Pantai Pulau Merah (PM) Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Senin sore (23/1). Dari kelima kawanan bocah yang semua masih umur 13 tahun itu, empat korban selamat dan satu lainnya masih hilang.

Bocah yang masih hilang di laut dan belum ditemukan itu Deni. Sedang empat korban lainnya yang selamat Radit, Arif, Alif, dan Edo. “Mereka mandi di pantai dan terseret ombak, satu masih dalam pencarian dan empat korban berhasil diselamatkan,” terang Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi. (sas/abi)

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Deni alias Ahmad Denianto, 13, asal Dusun Balerejo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore yang tenggelam di Pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran saat mandi bersama lima temannya pada Senin (23/1) sore, akhirnya berhasil ditemukan Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00.

Bocah malang itu ditemukan oleh Taufiq Hidayat, kepala MTs Darul Manja, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore yang sejak pagi ikut melakukan pencarian. “Kepala sekolah korban ikut melakukan penyisiran, dia yang pertama melihat jenazah korban,” terang Kepala Pokmas Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Poniran.

Menurut Poniran, mayat Deni ditemukan di pantai sekitar 100 meter dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK) atau berjarak sekitar 300 meter dari pos pemantauan. “Kami (life guard) dikabari setelah mayat korban ditemukan, kita langsung merapat,” katanya.

Sebelum ditemukan, terang dia, anggota life guard sudah melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Pulau Merah, sejak korban itu dinyatakan hilang. Keluarga korban, anggota TNI, kepolisian, dan para nelayan juga ikut. “Pencarian pada Senin (23/1) sore sampai malam, tiga kali melakukan penyisiran pantai,” jelasnya.

Baca Juga :  Baznas Antar Rantang Duafa ke Dua Duda Tua

Upaya itu ternyata tidak membuahkan hasil. Selasa (24/1) sekitar pukul 05.00, pencarian mulai dilakukan lagi. Seluruh anggota life guard, dikumpulkan untuk menyisir pantai dan daerah sekitar laut. “Kita gelar doa bersama untuk melakukan pencarian, tiba-tiba ada kabar korban ditemukan,” ujarnya.

Mayat korban yang ditemukan oleh guru bersama orang tua korban itu, jelas dia, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pesanggaran. Saat ditemukan, di sejumlah anggota tubuh siswa MTs Darul Manja itu tampak terluka dan mengeluarkan darah. “Kemungkinan, lukanya itu karena terbentur karang,” paparnya.

Sebelum dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan sudah meninggal, lanjut dia, Deni ini sempat menyelamatkan salah satu temannya, Alif yang sore itu ikut terseret ombak Laut Selatan. “Saat kami melakukan pertolongan (Senin (23/1) sore), kami melihat korban sempat menolong temannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sengkan Mayit Kembali Telan Korban, Mobil Nyemplung Jurang, Dua Tewas

Tapi sayang, derasnya ombak laut membuat anak itu kehabisan tenaga hingga akhirnya hilang di tengah laut. Setelah empat temannya berhasil diselamatkan, Deni tidak muncul lagi. “Kami melakukan pencarian, tapi tidak ketemu,” tandasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, lima kawanan siswa SMP asal Kecamatan Glenmore tenggelam saat mandi di Pantai Pulau Merah (PM) Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Senin sore (23/1). Dari kelima kawanan bocah yang semua masih umur 13 tahun itu, empat korban selamat dan satu lainnya masih hilang.

Bocah yang masih hilang di laut dan belum ditemukan itu Deni. Sedang empat korban lainnya yang selamat Radit, Arif, Alif, dan Edo. “Mereka mandi di pantai dan terseret ombak, satu masih dalam pencarian dan empat korban berhasil diselamatkan,” terang Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi. (sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/