25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Rumah Warga Bayu Longsor

 

Rumah milik Masturo, 60, yang berada di pinggir sungai di Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon longsor pada Selasa (22/11) sekitar pukul 17.30. Saat kejadian, di daerah itu sedang turun hujan deras.

Untungnya tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, Masturo bersama keluarganya sedang berada di rumah bagian depan. “Hujan turun dengan deras, air sungai di belakang rumah mengalir sangat deras,” ungkapnya.

Air sungai yang mengalir dengan deras itu, jelas dia, menggerus tanah yang menjadi pijakan rumahnya. Tidak lama, tanah itu longsor dan rumahnya juga ambrol. “Rumah yang longsor itu di bagian dapur,” ungkapnya.

Menurut Masturo, saat turun hujan deras itu sebenarnya sudah ada tanda-tanda tanah yang yang dibuat pijakan untuk pondasi dapur akan longsor. Tanah di belakang rumah dan bagian dapur retak. “Sore akhirnya longsor,” katanya.

Baca Juga :  Lapas BWI Salurkan Bantuan Pada Korban Banjir

Kepala Desa Bayu Sugito yang melihat rumah warganya longsor Rabu (23/11), menyampaikan tanah di pinggir sungai dan rumah warga yang longsor itu disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengguyur desanya. “Debit air sungai meningkat, tanah tidak kuat menahan derasnya aliran sungai dan bobot rumah di atasnya,” ujarnya.

Menurut Sugito, posisi rumah warga yang longsor itu sebenarnya tidak layak. Karena di bagian belakang, berbatasan langsung dengan tebing setinggi 15 meter. “Sungainya di bawah tebing itu,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Sugito, tanah yang didirikan rumah oleh Masturo dulunya lokasi peternakan sapi. Limbah ternak menyebabkan tanah menjadi gembur. “Ini juga membuat tanah itu rawan longsor,” pungkasnya.(cw3/abi)

Baca Juga :  Reni Farida Hibur Para Korban Banjir

 

Rumah milik Masturo, 60, yang berada di pinggir sungai di Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon longsor pada Selasa (22/11) sekitar pukul 17.30. Saat kejadian, di daerah itu sedang turun hujan deras.

Untungnya tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, Masturo bersama keluarganya sedang berada di rumah bagian depan. “Hujan turun dengan deras, air sungai di belakang rumah mengalir sangat deras,” ungkapnya.

Air sungai yang mengalir dengan deras itu, jelas dia, menggerus tanah yang menjadi pijakan rumahnya. Tidak lama, tanah itu longsor dan rumahnya juga ambrol. “Rumah yang longsor itu di bagian dapur,” ungkapnya.

Menurut Masturo, saat turun hujan deras itu sebenarnya sudah ada tanda-tanda tanah yang yang dibuat pijakan untuk pondasi dapur akan longsor. Tanah di belakang rumah dan bagian dapur retak. “Sore akhirnya longsor,” katanya.

Baca Juga :  Tabrak Truk Tangki, Pengendara Mega Pro Langsung Meninggal

Kepala Desa Bayu Sugito yang melihat rumah warganya longsor Rabu (23/11), menyampaikan tanah di pinggir sungai dan rumah warga yang longsor itu disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengguyur desanya. “Debit air sungai meningkat, tanah tidak kuat menahan derasnya aliran sungai dan bobot rumah di atasnya,” ujarnya.

Menurut Sugito, posisi rumah warga yang longsor itu sebenarnya tidak layak. Karena di bagian belakang, berbatasan langsung dengan tebing setinggi 15 meter. “Sungainya di bawah tebing itu,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Sugito, tanah yang didirikan rumah oleh Masturo dulunya lokasi peternakan sapi. Limbah ternak menyebabkan tanah menjadi gembur. “Ini juga membuat tanah itu rawan longsor,” pungkasnya.(cw3/abi)

Baca Juga :  Reni Farida Hibur Para Korban Banjir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/