alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Jelang Agustusan, Penjual Bendera mulai Bermunculan

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Menjelang Agustusan para penjual bendera dan aksesori mulai bermunculan. Hanya saja, mereka harus sabar karena pembeli masih sepi. Maklum, puncak HUT ke-77 RI masih tiga pekan lagi.

Salah satu penjual bendera, Aden Roni, 37, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mengaku jualan bendera dan aksesori Agustusan sejak tiga hari lalu, dan yang laku baru tiga berukuran kecil. “Sudah ada yang beli, meski sedikit,” katanya.

Aden mengaku setiap Agustusan jualan bendera dan aksesori lainnya. Usaha ini, ditekuni sejak enam tahun lalu. Barang yang dijual, didapat dari Bandung, Jawa Barat yang dijual mulai Rp 30 ribu sampai Rp 250 ribu. “Semakin besar ukurannya, semakin mahal harganya,” jelasnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Lampu Tumblr; Berharap Tren Lampu Hias Berlanjut

Penjual aksesori Agustusan lainnya, Suryani, 45, asal Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng mengaku pada hari pertama buka belum ada yang membeli. Biasanya, warga mulai membeli bendera mendekati perayaan HUT RI. “Kalau masih kurang 15 hari wajar masih sepi,” ujarnya.

Menurut Suryani, pembeli mulai banyak sekitar tujuh hari menuju perayaan HUT RI, yang paling banyak dicari bendera merah putih. “Kalau umbul-umbul tidak terlalu laku, kecuali instansi pemerintah atau pendidikan,” ujarnya.(mg5/abi)

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Menjelang Agustusan para penjual bendera dan aksesori mulai bermunculan. Hanya saja, mereka harus sabar karena pembeli masih sepi. Maklum, puncak HUT ke-77 RI masih tiga pekan lagi.

Salah satu penjual bendera, Aden Roni, 37, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mengaku jualan bendera dan aksesori Agustusan sejak tiga hari lalu, dan yang laku baru tiga berukuran kecil. “Sudah ada yang beli, meski sedikit,” katanya.

Aden mengaku setiap Agustusan jualan bendera dan aksesori lainnya. Usaha ini, ditekuni sejak enam tahun lalu. Barang yang dijual, didapat dari Bandung, Jawa Barat yang dijual mulai Rp 30 ribu sampai Rp 250 ribu. “Semakin besar ukurannya, semakin mahal harganya,” jelasnya.

Baca Juga :  Petani dan Nelayan Diajak Kibarkan Bendera Merah Putih

Penjual aksesori Agustusan lainnya, Suryani, 45, asal Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng mengaku pada hari pertama buka belum ada yang membeli. Biasanya, warga mulai membeli bendera mendekati perayaan HUT RI. “Kalau masih kurang 15 hari wajar masih sepi,” ujarnya.

Menurut Suryani, pembeli mulai banyak sekitar tujuh hari menuju perayaan HUT RI, yang paling banyak dicari bendera merah putih. “Kalau umbul-umbul tidak terlalu laku, kecuali instansi pemerintah atau pendidikan,” ujarnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Lihai Mencari Kursi

Artikel Terbaru

/