alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Takmir Masjid dan KUA Sepakat Sertipikat Utuh

PESANGGARAN – Polemik takmir Masjid Besar Baitussalam Pesanggaran dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Pesanggaran akhirnya berakhir damai, kemarin (23/2). Itu setelah kedua pihak bertemu dengan Forpimka Pesanggaran, dan sejumlah tokoh masyarakat dan ormas, seperti NU dan MUI.

Dalam pertemuan yang digelar di kantor Kecamatan Pesanggaran itu, kedua pihak sepakat tidak aka nada pemecahan sertifikat lahan seluas 2.690 meter persegi yang kini ditempati masjid, KUA, dan kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pesanggaran. “Pertemuan bersama ini untuk memecahkan masalah dengan menguntungkan kedua pihak,” cetus Camat Pesanggaran Sugiyo Dermawan.

Sugiyo yang menjadi penengah kedua pihak yang selama ini berkonflik mengatakan, dalam pertemuan bersama itu ada dua pokok keputusan yang dirasa cukup penting dan disepakati semua pihak. Kedua kesepakatan itu tidak ada rencana pemecahan sertifikat tanah seluas 2.690 meter persegi, yang kini ditempati masjid, KUA, dan kantor IPHI. “Sertifikat tetap utuh, tidak ada pemecahan,” katanya.

Baca Juga :  Mobil Expander Terjun Bebas ke Jurang, Diduga Karena Sopir Ngantuk

Terkait keberadaan gedung IPHI dan kegiatan penyewaan ke pihak ketiga, terang dia, itu akan dibicarakan khusus setelah masa sewa baru dimulai, yakni pada 2024 mendatang. “Dimulai nanti, mengikuti masa sewa,” jelasnya.

Sekretaris takmir Masjid Besar Baitussalam, Abdul Rohman mengaku merasa sedikit lega karena sertifikat tetap utuh. Meski permintaannya ingin mengambil alih atas nama sertifikat. “Setidaknya ada kepastian sertifikat dan tidak dipecah-pecah,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, terang dia, juga dibahas spanduk dan baliho yang dipasang. Sesuai hasil mediasi, spanduk dan baliho yang dipasang itu akan segera dilepas.  Begitu berita acara jadi, kami siap melepas spanduk,” jelasnya.

Untuk biaya sewa gedung IPHI, Rohman menyampaikan akan dibahas lagi setelah masa sewa habis pada 2024 nanti. Itu untuk memudahkan kedua pihak menerima keputusan. “Mudahnya itu, yang sudah ya sudah,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Sepakat Pembangunan Masjid Dilanjutkan

Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi menyambut baik hasil pertemuan bersama itu. Dia berharap, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, terutama yang menyangkut kepentingan umum bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Sudah clear, sudah tidak ada polemik lagi,” cetusnya.(sli/abi)

PESANGGARAN – Polemik takmir Masjid Besar Baitussalam Pesanggaran dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Pesanggaran akhirnya berakhir damai, kemarin (23/2). Itu setelah kedua pihak bertemu dengan Forpimka Pesanggaran, dan sejumlah tokoh masyarakat dan ormas, seperti NU dan MUI.

Dalam pertemuan yang digelar di kantor Kecamatan Pesanggaran itu, kedua pihak sepakat tidak aka nada pemecahan sertifikat lahan seluas 2.690 meter persegi yang kini ditempati masjid, KUA, dan kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pesanggaran. “Pertemuan bersama ini untuk memecahkan masalah dengan menguntungkan kedua pihak,” cetus Camat Pesanggaran Sugiyo Dermawan.

Sugiyo yang menjadi penengah kedua pihak yang selama ini berkonflik mengatakan, dalam pertemuan bersama itu ada dua pokok keputusan yang dirasa cukup penting dan disepakati semua pihak. Kedua kesepakatan itu tidak ada rencana pemecahan sertifikat tanah seluas 2.690 meter persegi, yang kini ditempati masjid, KUA, dan kantor IPHI. “Sertifikat tetap utuh, tidak ada pemecahan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Gudang Kubis yang Berbau Menyengat

Terkait keberadaan gedung IPHI dan kegiatan penyewaan ke pihak ketiga, terang dia, itu akan dibicarakan khusus setelah masa sewa baru dimulai, yakni pada 2024 mendatang. “Dimulai nanti, mengikuti masa sewa,” jelasnya.

Sekretaris takmir Masjid Besar Baitussalam, Abdul Rohman mengaku merasa sedikit lega karena sertifikat tetap utuh. Meski permintaannya ingin mengambil alih atas nama sertifikat. “Setidaknya ada kepastian sertifikat dan tidak dipecah-pecah,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, terang dia, juga dibahas spanduk dan baliho yang dipasang. Sesuai hasil mediasi, spanduk dan baliho yang dipasang itu akan segera dilepas.  Begitu berita acara jadi, kami siap melepas spanduk,” jelasnya.

Untuk biaya sewa gedung IPHI, Rohman menyampaikan akan dibahas lagi setelah masa sewa habis pada 2024 nanti. Itu untuk memudahkan kedua pihak menerima keputusan. “Mudahnya itu, yang sudah ya sudah,” jelasnya.

Baca Juga :  Komitmen Dukung Program Pemerintah

Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi menyambut baik hasil pertemuan bersama itu. Dia berharap, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, terutama yang menyangkut kepentingan umum bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Sudah clear, sudah tidak ada polemik lagi,” cetusnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/