alexametrics
25.1 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pedagang Ikan Keliling mulai Bekerja

MUNCAR – Para pedagang ikan keliling mulai bisa tersenyum. Para nelayan Muncar yang melaut, ter­nyata banyak yang berhasil menangkap ikan. Dan itu bisa menjadi berkah karena sudah lama libur, kemarin (23/2).

Salah seorang pedagang ikan keliling asal Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Rahmat, 50, mengung­kapkan sudah lama tidak jualan ikan keliling. Itu karena ikan hasil tangkapan nelayan sepi. “Kita baru mulai kerja lagi,” katanya.

Meski nelayan banyak yang men­dapat hasil, Rahmat men­gaku masih kesulitan menda­patkan ikan dari nelayan. Sebab, beberapa jenis ikan yang biasa dibawa ke­liling jarang ditemukan. “Dari pagi sampai siang, saya baru dapat tongkol dan mernying. Ini mau cari ikan srengseng,” katanya.

Baca Juga :  Pembangunan Rumah Warga Dikebut

Ikan yang dibeli dari nelayan itu, terang dia, selanjutnya akan dija­jakan keliling kampung. Dalam jualan ikan itu mulai dari wilayah Kecamatan Blimbingsari, Rogo­jampi, Kabat, dan Banyuwangi. “Ka­lau sudah dapat ikan seperti ini, saya akan muter-muter keliling kampong, semoga saja laris,” ung­kapnya.

Pedagang ikan keliling lainnya, Syaiful, 48, asal Dusun Jatisari, Desa Bomo, Kecamatan Blimbing­sari, mengaku ikan yang dibeli dari nelayan adalah ikan yang har­ganya murah. Dengan modal Rp 200 ribu, dia sudah bisa berju­alan keliling kampung seperti pedagang keliling lainnya. “Kalau modal Rp 200 ribu, biasanya dapat untung Rp 50 ribu, itu kalau ikan­nya habis. Kalau ikannya tidak habis, biasanya saya masak sendiri di rumah atau dikasikan tetangga,” jelasnya. (rio/abi)

Baca Juga :  Anak Ancam Akan Bunuh Diri, malah Ibunya Gantung Diri

MUNCAR – Para pedagang ikan keliling mulai bisa tersenyum. Para nelayan Muncar yang melaut, ter­nyata banyak yang berhasil menangkap ikan. Dan itu bisa menjadi berkah karena sudah lama libur, kemarin (23/2).

Salah seorang pedagang ikan keliling asal Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Rahmat, 50, mengung­kapkan sudah lama tidak jualan ikan keliling. Itu karena ikan hasil tangkapan nelayan sepi. “Kita baru mulai kerja lagi,” katanya.

Meski nelayan banyak yang men­dapat hasil, Rahmat men­gaku masih kesulitan menda­patkan ikan dari nelayan. Sebab, beberapa jenis ikan yang biasa dibawa ke­liling jarang ditemukan. “Dari pagi sampai siang, saya baru dapat tongkol dan mernying. Ini mau cari ikan srengseng,” katanya.

Baca Juga :  Warga Berharap Rumahnya Segera Dibangun

Ikan yang dibeli dari nelayan itu, terang dia, selanjutnya akan dija­jakan keliling kampung. Dalam jualan ikan itu mulai dari wilayah Kecamatan Blimbingsari, Rogo­jampi, Kabat, dan Banyuwangi. “Ka­lau sudah dapat ikan seperti ini, saya akan muter-muter keliling kampong, semoga saja laris,” ung­kapnya.

Pedagang ikan keliling lainnya, Syaiful, 48, asal Dusun Jatisari, Desa Bomo, Kecamatan Blimbing­sari, mengaku ikan yang dibeli dari nelayan adalah ikan yang har­ganya murah. Dengan modal Rp 200 ribu, dia sudah bisa berju­alan keliling kampung seperti pedagang keliling lainnya. “Kalau modal Rp 200 ribu, biasanya dapat untung Rp 50 ribu, itu kalau ikan­nya habis. Kalau ikannya tidak habis, biasanya saya masak sendiri di rumah atau dikasikan tetangga,” jelasnya. (rio/abi)

Baca Juga :  Pembangunan Rumah Warga Dikebut

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/