alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Pikap Remuk Diseruduk Sepur

SINGOJURUH-Kecelakaan di lintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, kembali terjadi. Kali ini, mobil pikap Mitsubishi dengan nomor polisi P 8285 VO yang disopiri Nur Mulyono, 55, hancur di bak kiri setelah ditabrak oleh KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya di Dusun Tegalmojo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, kemarin (23/1).

Tidak ada korban dalam kecelakaan itu, sang sopir Nur Mulyono bersama istrinya, Rasinah, 55, warga Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, berhasil selamat dan hanya mengalami luka dibagian dahi. “Korban langsung dibawa ke Puskesmas Singojuruh, karena lukanya cukup parah langsung dirujuk ke RS Al-Huda Genteng,” terang Kanitlantas Polsek Rogojampi, Ipda Heru Selamet melalui anggotanya, Aiptu Suyatmo.

Menurut anggota lantas itu, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.30 itu, berawal saat mobil pikap yang mengangkut mebeler dan disopiri Mulyono dan didampingi istrinya Rasinah itu melaju dari arah timur. Saat akan melintas di lintasan KA tanpa palang pintu yang ada di Dusun Tegalmojo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, mobil pikap ini me­nyalip truk yang ada di depannya. “Pikap nyalip truk yang sedang berhenti karena ada kereta,” terangnya.

Diduga, terang dia, sopir pikap ini tidak mengetahui kalau ada KA Probowangi akan melintas dari arah selatan. Karena jarak su­dah dekat, pikap yang sedang berada di rel langsung dihantam oleh sepur itu. “Saat mobil Berada di di atas rel itu mesinnya mati, jadi langsung ditabrak sepur,” ungkapnya.

Kerasnya benturan akibat di­tabrak sepur, masih kata dia, mem­buat mobil pikap itu langsung berputar arah. Sopir dan istrinya yang ada di dalam mobil, menga­lami luka akibat benturan itu. “Sopir mengajak istrinya, keduanya dibawa ke Puskesmas,” cetusnya.
Salah satu saksi mata, Taufik, 34, mengaku melihat persis ke­jadian tersebut. Sopir pikap terlihat tancap gas menyalip truk yang sedang berhenti, karena ada sepur yang akan lewat. “Padahal semua kendaraan yang ada di depannya berhenti, tapi pikap ini menerobos,” kata lelaki yang tinggal di Dusun Tegalmojo, Desa Gumirih, Keca­matan Singojuruh tersebut.

Saat kejadian itu, terang dia, banyak warga yang mengetahui kalau sopir itu seperti emosi. Istrinya yang mengetahui kereta sudah dekat, juga langsung menjerit. “Kereta sudah mem­bunyikan klakson untuk membe­rikan isyarat,” ungkapnya yang saat kejadian berada di bengkel di barat rel KA.
Taufik menyebut lintasan KA tanpa palang di lokasi kejadian itu memang sangat berbahaya. Walaupun sudah ada isyarat lampu, tetapi tidak berguna karena lama mati. “Hanya saat hari raya atau hari-hari besar saja ada penjaga,” terangnya.

Sementara itu, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Eko Kasi­janto, mengatakan sopir pikap tidak melihat perlintasan. Padahal, pihaknya sudah memberikan im­bauan dengan memasang ram­bu dengan tulisan, Berhenti Tengok Kiri dan Kanan Sebelum Melintasi Rel. “Lokomotif sudah membunyikan klakson hingga terdengar keras,” katanya.

Akibat kecelakaan itu, terang dia, pihak KAI tetap akan mengurus jasa raharja untuk korban. Pi­haknya juga berusaha untuk mem­benahi lampu isyarat yang ada diperlintasan tersebut. “Kita akan benahi lampu­nya,” tegasnya. (*)

SINGOJURUH-Kecelakaan di lintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, kembali terjadi. Kali ini, mobil pikap Mitsubishi dengan nomor polisi P 8285 VO yang disopiri Nur Mulyono, 55, hancur di bak kiri setelah ditabrak oleh KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya di Dusun Tegalmojo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, kemarin (23/1).

Tidak ada korban dalam kecelakaan itu, sang sopir Nur Mulyono bersama istrinya, Rasinah, 55, warga Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, berhasil selamat dan hanya mengalami luka dibagian dahi. “Korban langsung dibawa ke Puskesmas Singojuruh, karena lukanya cukup parah langsung dirujuk ke RS Al-Huda Genteng,” terang Kanitlantas Polsek Rogojampi, Ipda Heru Selamet melalui anggotanya, Aiptu Suyatmo.

Menurut anggota lantas itu, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.30 itu, berawal saat mobil pikap yang mengangkut mebeler dan disopiri Mulyono dan didampingi istrinya Rasinah itu melaju dari arah timur. Saat akan melintas di lintasan KA tanpa palang pintu yang ada di Dusun Tegalmojo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, mobil pikap ini me­nyalip truk yang ada di depannya. “Pikap nyalip truk yang sedang berhenti karena ada kereta,” terangnya.

Diduga, terang dia, sopir pikap ini tidak mengetahui kalau ada KA Probowangi akan melintas dari arah selatan. Karena jarak su­dah dekat, pikap yang sedang berada di rel langsung dihantam oleh sepur itu. “Saat mobil Berada di di atas rel itu mesinnya mati, jadi langsung ditabrak sepur,” ungkapnya.

Kerasnya benturan akibat di­tabrak sepur, masih kata dia, mem­buat mobil pikap itu langsung berputar arah. Sopir dan istrinya yang ada di dalam mobil, menga­lami luka akibat benturan itu. “Sopir mengajak istrinya, keduanya dibawa ke Puskesmas,” cetusnya.
Salah satu saksi mata, Taufik, 34, mengaku melihat persis ke­jadian tersebut. Sopir pikap terlihat tancap gas menyalip truk yang sedang berhenti, karena ada sepur yang akan lewat. “Padahal semua kendaraan yang ada di depannya berhenti, tapi pikap ini menerobos,” kata lelaki yang tinggal di Dusun Tegalmojo, Desa Gumirih, Keca­matan Singojuruh tersebut.

Saat kejadian itu, terang dia, banyak warga yang mengetahui kalau sopir itu seperti emosi. Istrinya yang mengetahui kereta sudah dekat, juga langsung menjerit. “Kereta sudah mem­bunyikan klakson untuk membe­rikan isyarat,” ungkapnya yang saat kejadian berada di bengkel di barat rel KA.
Taufik menyebut lintasan KA tanpa palang di lokasi kejadian itu memang sangat berbahaya. Walaupun sudah ada isyarat lampu, tetapi tidak berguna karena lama mati. “Hanya saat hari raya atau hari-hari besar saja ada penjaga,” terangnya.

Sementara itu, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Eko Kasi­janto, mengatakan sopir pikap tidak melihat perlintasan. Padahal, pihaknya sudah memberikan im­bauan dengan memasang ram­bu dengan tulisan, Berhenti Tengok Kiri dan Kanan Sebelum Melintasi Rel. “Lokomotif sudah membunyikan klakson hingga terdengar keras,” katanya.

Akibat kecelakaan itu, terang dia, pihak KAI tetap akan mengurus jasa raharja untuk korban. Pi­haknya juga berusaha untuk mem­benahi lampu isyarat yang ada diperlintasan tersebut. “Kita akan benahi lampu­nya,” tegasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/