alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Gegana Polda Jatim Temukan Enam Granat Lagi di Kebun Karet

PESANGGARAN – Dugaan di kebun karet Dusun Sumbermanggis, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, banyak granat peninggalan penjajah Belanda yang terpendam, tampaknya memang benar. Tim gegana Polda Jatim yang sedang meneliti 206 granat hasil temuan warga, ternyata menemukan enam granat lagi.   

Enam granat itu ditemukan pasukan Gegana tidak jauh dari lokasi penemuan 206 granat yang ditemukan Andi, 34, warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo pada Sabtu (18/12). “Lokasi enam granat masih di sekitar kebun karet,” terang Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.

Dengan ditemukan enam granat lagi ini, berarti di sekitar kebun karet, Dusun Sumbermanggis, Desa Kandangan, telah ditemukan 212 granat. “Kebun karet ini dulu markasnya Belanda, diduga banyak menyimpan senjata dan granat,” terangnya.

Dari 212 granat nyang ditemukan itu, jelas dia, pada Senin (20/12), enam granat telah diledakkan. Dan pada Selasa ini (21/12), ada 64 granat kembali diledakkan oleh pasukan Gegana Polda Jatim.  “Hari ini (kemarin), 64 granat kita ledakkan lagi, jadi sudah 70 granat yang diledakkan,” cetusnya.

Menurut Kapolsek, granat yang diledakkan itu yang berpotensi membahayakan. Sedang sisanya, 142 granat lainnya akan dibawa tim Gegena ke Polda Jatim.  “Jadi yang 142 granat dianggap tidak membahayakan dan dibawa ke Polda Jatim,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, seorang pencari barang antik asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Andi, 34, sekitar pukul 11.00, menemukan 206 granat saat mencari benda antik di tengah Perkebunan Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu (18/12).

Penemuan itu, selanjutnya disampaikan pada warga sekitar dan diteruskan ke kepala Dusun (Kadus) Sumberjambe, Desa Kandangan, Zainal Abidin. Baru esuknya atau Minggu (19/12) sekitar pukul 14.00, Kadus Sumberjambe itu melaporkan ke Polsek Pesanggaran. “Ditemukan Andi saat mencari benda antik menggunakan alat detektor,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.(mg3/abi)

PESANGGARAN – Dugaan di kebun karet Dusun Sumbermanggis, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, banyak granat peninggalan penjajah Belanda yang terpendam, tampaknya memang benar. Tim gegana Polda Jatim yang sedang meneliti 206 granat hasil temuan warga, ternyata menemukan enam granat lagi.   

Enam granat itu ditemukan pasukan Gegana tidak jauh dari lokasi penemuan 206 granat yang ditemukan Andi, 34, warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo pada Sabtu (18/12). “Lokasi enam granat masih di sekitar kebun karet,” terang Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.

Dengan ditemukan enam granat lagi ini, berarti di sekitar kebun karet, Dusun Sumbermanggis, Desa Kandangan, telah ditemukan 212 granat. “Kebun karet ini dulu markasnya Belanda, diduga banyak menyimpan senjata dan granat,” terangnya.

Dari 212 granat nyang ditemukan itu, jelas dia, pada Senin (20/12), enam granat telah diledakkan. Dan pada Selasa ini (21/12), ada 64 granat kembali diledakkan oleh pasukan Gegana Polda Jatim.  “Hari ini (kemarin), 64 granat kita ledakkan lagi, jadi sudah 70 granat yang diledakkan,” cetusnya.

Menurut Kapolsek, granat yang diledakkan itu yang berpotensi membahayakan. Sedang sisanya, 142 granat lainnya akan dibawa tim Gegena ke Polda Jatim.  “Jadi yang 142 granat dianggap tidak membahayakan dan dibawa ke Polda Jatim,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, seorang pencari barang antik asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Andi, 34, sekitar pukul 11.00, menemukan 206 granat saat mencari benda antik di tengah Perkebunan Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu (18/12).

Penemuan itu, selanjutnya disampaikan pada warga sekitar dan diteruskan ke kepala Dusun (Kadus) Sumberjambe, Desa Kandangan, Zainal Abidin. Baru esuknya atau Minggu (19/12) sekitar pukul 14.00, Kadus Sumberjambe itu melaporkan ke Polsek Pesanggaran. “Ditemukan Andi saat mencari benda antik menggunakan alat detektor,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/