alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Cuaca Buruk, Ikan Langka, Harga Pun Melambung

PURWOHARJO – Harga ikan laut, kini melangit. Ikan sulit ditangkap karena sedang padang bulan, dan cuaca yang sering turun hujan deras hingga membuat para nelayan enggan melaut, Selasa (21/12).

Salah satu pedagang ikan, Denika, 30, asal Dusun Bulusari, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, mengatakan beberapa hari ini ikan susah didapat. Dan itu, membuat harga jadi mahal. “Mernying biasanya Rp. 10 ribu per kilogram, sekarang n Rp. 25 ribu per kilogram,” terangnya.

Beberapa jenis ikan yang dijual, terang dia, harus dibeli utuh dan itu harganya cukup mahal. Ikan barakuda yang harganya Rp 30 ribu per kilogram, harus beli utuh. “Ini membuat pembeli mikir-mikir membeli ikan, ikan jenis ini tidak bisa dibeli separo,” katanya. 

Koordinator Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IP3) Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Supriyono menyebut ikan langka karena sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Alasannya, cuaca yang sering hujan cukup deras dan angin kencang. “Ikan-ikan itu sebagian besar hasil pancingan,” sebutnya.

Ikan hasil mincing, jelas dia, tentu jumlahnya tidak banyak. Dan itu, membuat harga ikan naik. “Ikan yang berhasil ditangkap itu ikan karang, bukan ikan yang bergerombol,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Hal yang sama disampaikan Koordinator IP3 Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Heru Prasetyo. Saat ini ikan di daerahnya juga langka. Itu karena sedang terang bulan dan cuaca buruk. “Sekarang nelayan tidak ada yang berani melaut,” ungkapnya.(abi)

PURWOHARJO – Harga ikan laut, kini melangit. Ikan sulit ditangkap karena sedang padang bulan, dan cuaca yang sering turun hujan deras hingga membuat para nelayan enggan melaut, Selasa (21/12).

Salah satu pedagang ikan, Denika, 30, asal Dusun Bulusari, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, mengatakan beberapa hari ini ikan susah didapat. Dan itu, membuat harga jadi mahal. “Mernying biasanya Rp. 10 ribu per kilogram, sekarang n Rp. 25 ribu per kilogram,” terangnya.

Beberapa jenis ikan yang dijual, terang dia, harus dibeli utuh dan itu harganya cukup mahal. Ikan barakuda yang harganya Rp 30 ribu per kilogram, harus beli utuh. “Ini membuat pembeli mikir-mikir membeli ikan, ikan jenis ini tidak bisa dibeli separo,” katanya. 

Koordinator Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IP3) Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Supriyono menyebut ikan langka karena sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Alasannya, cuaca yang sering hujan cukup deras dan angin kencang. “Ikan-ikan itu sebagian besar hasil pancingan,” sebutnya.

Ikan hasil mincing, jelas dia, tentu jumlahnya tidak banyak. Dan itu, membuat harga ikan naik. “Ikan yang berhasil ditangkap itu ikan karang, bukan ikan yang bergerombol,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Hal yang sama disampaikan Koordinator IP3 Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Heru Prasetyo. Saat ini ikan di daerahnya juga langka. Itu karena sedang terang bulan dan cuaca buruk. “Sekarang nelayan tidak ada yang berani melaut,” ungkapnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/