alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Satpol PP Tegur Jukir Bocah dan Manusia Silver

GENTENG – Anggota Satpol PP Kecamatan Genteng mendatangi tempat mangkal dua bocah berusia 10 tahun, Afif dan Mukhlisin yang menjadi juru parkir (jukir) di sekitar RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Kamis (21/4).

Kedatangan petugas penertiban milik Pemkab Banyuwangi itu, untuk mengingatkan pada kedua bocah itu untuk tidak lagi menjadi jukir. “Saat kami datang hanya satu anak yang dari Sempu saja, namanya Mukhlisin,” cetus Koordinator Satpol PP Genteng, Masruri.

Menurut Masruri, bocah seusia Afif dan Mukhlisin itu harusnya masih belajar. Bila menjadi jukir, itu bisa membahayakan jiwanya. “Itu masih di bawah umur, kasihan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Selain memberi pembinaan pada bocah di bawah umur, Masruri mengaku juga memberi peringatan kepada para manusia silver yang kerap beroperasi di beberapa wilayah di Kecamatan Genteng. “Manusia silver juga kita tindak, mereka melanggar perda,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, bocah berusia10 tahun yang harusnya menikmati masa kecil dengan bermain bersama teman sebaya dan belajar, tapi harus bekerja dengan menjadi jukir. Bocah itu Mukhlisin asal Desa/Kecamatan Sempu dan Afif yang tinggal di Desa Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.(sas/abi)

GENTENG – Anggota Satpol PP Kecamatan Genteng mendatangi tempat mangkal dua bocah berusia 10 tahun, Afif dan Mukhlisin yang menjadi juru parkir (jukir) di sekitar RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Kamis (21/4).

Kedatangan petugas penertiban milik Pemkab Banyuwangi itu, untuk mengingatkan pada kedua bocah itu untuk tidak lagi menjadi jukir. “Saat kami datang hanya satu anak yang dari Sempu saja, namanya Mukhlisin,” cetus Koordinator Satpol PP Genteng, Masruri.

Menurut Masruri, bocah seusia Afif dan Mukhlisin itu harusnya masih belajar. Bila menjadi jukir, itu bisa membahayakan jiwanya. “Itu masih di bawah umur, kasihan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Selain memberi pembinaan pada bocah di bawah umur, Masruri mengaku juga memberi peringatan kepada para manusia silver yang kerap beroperasi di beberapa wilayah di Kecamatan Genteng. “Manusia silver juga kita tindak, mereka melanggar perda,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, bocah berusia10 tahun yang harusnya menikmati masa kecil dengan bermain bersama teman sebaya dan belajar, tapi harus bekerja dengan menjadi jukir. Bocah itu Mukhlisin asal Desa/Kecamatan Sempu dan Afif yang tinggal di Desa Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/