alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Abu Tipis Masih Menyembur dari Puncak Kawah

RadarBanyuwangi.id – Meski secara kasat mata abu vulkanik tidak terlihat keluar dari puncak kawah, tapi aktivitas Gunung Raung masih terpantau fluktuatif,  kemarin (20/4). Asap tipis masih menyembur dengan ketinggian 100 meter hingga 300 meter dari puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung Burhan Aletheia mengatakan, asap abu vulkanik tidak menerus mengeluarkan semburan. Frekuensi semburan mengalami penurunan. Bila sebelumnya setiap 30 menit sekali, kini berkisar dua jam hingga tiga jam sekali. Asap yang disemburkan juga tidak terlalu tebal, sehingga jika dilihat secara kasat mata seperti tidak ada abu di puncak kawah. “Abu vulkanik masih teramati dengan intensitas tipis, ketinggian 100 meter hingga 300 meter di atas puncak kawah,” ujarnya.

Baca Juga :  Komunitas Bandara Pantau Gunung Raung

Semburan abu vulkanik yang sebelumnya mengarah ke utara, terang dia, kini berbelok ke arah timur laut. Untuk arah abu vulkanik, dapat berubah-ubah tergantung arah angin dan kecepatannya. “Untuk hujan abu vulkanik tidak berdampak di Kabupaten Banyuwangi,” terangnya.

Dari catatannya, kemarin (20/4) terjadi dua kali gempa tektonik jauh degan amplitudo empat  hingga 10 mm, S-P : 18 sampai 211 detik dengan durasi selama 65 hingga 417 detik. Sedangkan untuk tremor menerus terekam dengan amplitudo 0,5 hingga 3 mm dengan dominan 0.5 mm. “Tidak mengakibatkan getaran dan gempa yang berdampak di permukiman lereng Gunung Raung. Status gunung masih level II waspada,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Galang Dana untuk Pembangunan Makam

RadarBanyuwangi.id – Meski secara kasat mata abu vulkanik tidak terlihat keluar dari puncak kawah, tapi aktivitas Gunung Raung masih terpantau fluktuatif,  kemarin (20/4). Asap tipis masih menyembur dengan ketinggian 100 meter hingga 300 meter dari puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung Burhan Aletheia mengatakan, asap abu vulkanik tidak menerus mengeluarkan semburan. Frekuensi semburan mengalami penurunan. Bila sebelumnya setiap 30 menit sekali, kini berkisar dua jam hingga tiga jam sekali. Asap yang disemburkan juga tidak terlalu tebal, sehingga jika dilihat secara kasat mata seperti tidak ada abu di puncak kawah. “Abu vulkanik masih teramati dengan intensitas tipis, ketinggian 100 meter hingga 300 meter di atas puncak kawah,” ujarnya.

Baca Juga :  Galang Dana untuk Pembangunan Makam

Semburan abu vulkanik yang sebelumnya mengarah ke utara, terang dia, kini berbelok ke arah timur laut. Untuk arah abu vulkanik, dapat berubah-ubah tergantung arah angin dan kecepatannya. “Untuk hujan abu vulkanik tidak berdampak di Kabupaten Banyuwangi,” terangnya.

Dari catatannya, kemarin (20/4) terjadi dua kali gempa tektonik jauh degan amplitudo empat  hingga 10 mm, S-P : 18 sampai 211 detik dengan durasi selama 65 hingga 417 detik. Sedangkan untuk tremor menerus terekam dengan amplitudo 0,5 hingga 3 mm dengan dominan 0.5 mm. “Tidak mengakibatkan getaran dan gempa yang berdampak di permukiman lereng Gunung Raung. Status gunung masih level II waspada,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Asal Ratusan Kayu Jati masih Misterius

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/