alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Ikut Nenek, Rela Jadi Pemulung, Idamkan Jadi Polisi

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Kegigihan Donni Crismajaya, 22, warga Dusun Sidorejo Kulon, RT 2, RW 3, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran patut diacungi jempol. Remaja kelahiran 16 juni 1998 itu, bertekad menjadi prajurit polisi atau TNI.

Setelah lulus sekolah SMA, Donni mencari uang dengan bekerja sabagai pemulung. Sebab, kondisi kedua orang tuanya cerai dan pergi. Ia tinggal bersama neneknya yang sudah renta. “Saya terpaksa menjadi pemulung karena setelah lulus tidak memiliki pekerjaan,” ujarnya.

Meski bekerja sebagai pemulung, Donni tidak merasa malu atau minder. Malah, ia memberanikan diri mendaftar polisi saat dibuka pendaftaran Tamtama Polri beberapa waktu lalu. “Saya daftar polisi, tapi gagal di tahap administrasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Sopir Ngantuk, Toyota Avanza Tabrak Truk

Kegagalan itu tidak membuatnya patah arang. Ia tetap tegar dan mengincar target lain dengan mendaftar Tamtama TNI-AL yang pendaftarannya akan dibuka segera dibuka. “Saya sudah bertekad untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI-AL,” terangnya.

Dengan segala keterbatasannya, Donni tidak pernah lelah dan terus berusaha dan berdoa. Ia berharap cita-citanya menjadi seorang prajurit terwujud, agar dapat membahagiakan neneknya yang sudah membesarkan. “Saya ingin membuat nenek bahagia,” dalihnya.

Donni kini berusaha menabung dengan bekerja sebagai pemulung. Dalam satu hari, sanggup mengumpulkan 10 kilogram botol bekas. “Botol dijual kepada pengepul dengan harga Rp 3.000 per kilogram,” terangnya. 

Kepala Desa  Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan mengatakan sudah memberi surat rekomendasi untuk mendafatarkan diri menjadi polisi dan TNI. Ia melihat kegigihan dalam diri pemuda itu sangat tinggi dengan tidak malu bekerja sebagai pemulung. “Saya mendukung penuh apa yang menjadi impiannya, anak itu tangguh dan tidak gengsian,” pungkasnya.(*)

Baca Juga :  Buronan Diringkus di Rumahnya

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Kegigihan Donni Crismajaya, 22, warga Dusun Sidorejo Kulon, RT 2, RW 3, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran patut diacungi jempol. Remaja kelahiran 16 juni 1998 itu, bertekad menjadi prajurit polisi atau TNI.

Setelah lulus sekolah SMA, Donni mencari uang dengan bekerja sabagai pemulung. Sebab, kondisi kedua orang tuanya cerai dan pergi. Ia tinggal bersama neneknya yang sudah renta. “Saya terpaksa menjadi pemulung karena setelah lulus tidak memiliki pekerjaan,” ujarnya.

Meski bekerja sebagai pemulung, Donni tidak merasa malu atau minder. Malah, ia memberanikan diri mendaftar polisi saat dibuka pendaftaran Tamtama Polri beberapa waktu lalu. “Saya daftar polisi, tapi gagal di tahap administrasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ajari Masyarakat Menjadi Miliarder dengan Cara Mudah

Kegagalan itu tidak membuatnya patah arang. Ia tetap tegar dan mengincar target lain dengan mendaftar Tamtama TNI-AL yang pendaftarannya akan dibuka segera dibuka. “Saya sudah bertekad untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI-AL,” terangnya.

Dengan segala keterbatasannya, Donni tidak pernah lelah dan terus berusaha dan berdoa. Ia berharap cita-citanya menjadi seorang prajurit terwujud, agar dapat membahagiakan neneknya yang sudah membesarkan. “Saya ingin membuat nenek bahagia,” dalihnya.

Donni kini berusaha menabung dengan bekerja sebagai pemulung. Dalam satu hari, sanggup mengumpulkan 10 kilogram botol bekas. “Botol dijual kepada pengepul dengan harga Rp 3.000 per kilogram,” terangnya. 

Kepala Desa  Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan mengatakan sudah memberi surat rekomendasi untuk mendafatarkan diri menjadi polisi dan TNI. Ia melihat kegigihan dalam diri pemuda itu sangat tinggi dengan tidak malu bekerja sebagai pemulung. “Saya mendukung penuh apa yang menjadi impiannya, anak itu tangguh dan tidak gengsian,” pungkasnya.(*)

Baca Juga :  Tiga Jembatan Menuju Kampung Babatan Rusak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Surat untuk Calon Presiden

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

/