alexametrics
25.7 C
Banyuwangi
Wednesday, May 25, 2022

Portal Dibangun Swadaya Warga

GAMBIRAN – Kepala Desa (Kades) Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Joko Utomo menyebut portal yang dibangun di jalan Dusun Krajan yang menghubungkan Dusun Sidotentrem itu swadaya murni masyarakat.

Pernyataan Kades itu disampaikan usai mengundang warga yang mempertanyakan pembangunan portal berupa tong yang dicor itu. “Yang membangun portal itu warga sekitar, saya hanya dilapori,” katanya.

Tong yang dicor untuk portal di jalan itu, jelas dia, hasil sumbangan dari pelaksana proyek yang mengaspal jalan raya tersebut. “Warga sengaja minta tong untuk dibuat portal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Kades menyebut, berita warga menyoal pembangunan portal seperti yang diberitakan sebelumnya, itu tidak benar. Sebab, portal itu yang membangun masyarakat sendiri. “Semua usaha warga,” cetusnya.

Baca Juga :  Pendaftar Pilkades Gambiran Tembus 10 Orang

Menurut Kades, jalan raya mulai simpang tiga Dusun Krajan dan Dusun Sidotentrem itu sudah belasan tahun rusak parah. Upaya perbaikan dengan minta bantuan pemerintah, sudah sering dilakukan, tapi belum ada tanggapan. “Akhir tahun anggaran 2021, jalan itu mendapat bantuan aspal,” terangnya.

Agar jalan yang sudah diperbaiki tidak rusak lagi, jelas Kades, maka warga membuat portal agar kendaraan besar tidak bisa melintas. Sehingga, jalan yang baru diaspal itu bisa bertahan lama.  “Agar jalan tetap baik,” cetusnya.(mg5/abi)

GAMBIRAN – Kepala Desa (Kades) Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Joko Utomo menyebut portal yang dibangun di jalan Dusun Krajan yang menghubungkan Dusun Sidotentrem itu swadaya murni masyarakat.

Pernyataan Kades itu disampaikan usai mengundang warga yang mempertanyakan pembangunan portal berupa tong yang dicor itu. “Yang membangun portal itu warga sekitar, saya hanya dilapori,” katanya.

Tong yang dicor untuk portal di jalan itu, jelas dia, hasil sumbangan dari pelaksana proyek yang mengaspal jalan raya tersebut. “Warga sengaja minta tong untuk dibuat portal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Kades menyebut, berita warga menyoal pembangunan portal seperti yang diberitakan sebelumnya, itu tidak benar. Sebab, portal itu yang membangun masyarakat sendiri. “Semua usaha warga,” cetusnya.

Baca Juga :  Truk Besar Tetap Nekat Masuk Kota Genteng

Menurut Kades, jalan raya mulai simpang tiga Dusun Krajan dan Dusun Sidotentrem itu sudah belasan tahun rusak parah. Upaya perbaikan dengan minta bantuan pemerintah, sudah sering dilakukan, tapi belum ada tanggapan. “Akhir tahun anggaran 2021, jalan itu mendapat bantuan aspal,” terangnya.

Agar jalan yang sudah diperbaiki tidak rusak lagi, jelas Kades, maka warga membuat portal agar kendaraan besar tidak bisa melintas. Sehingga, jalan yang baru diaspal itu bisa bertahan lama.  “Agar jalan tetap baik,” cetusnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/