alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Ngebut, Dua Mahasiswi Tinggal Nama Setelah Hantam Ambulance

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Kecelakaan yang melibatkan pemotor dengan mobil ambulans hingga menyebabkan dua korban tewas, terjadi di jalan raya Dusun Curah Ketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng pada Minggu sore (19/12) sore.

Kedua korban berstatus mahasiswi Poliwangi yang meninggal dengan luka cukup parah itu, Fajar Fitriana, 20, asal  Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring yang berboncengan dengan Novi Mauidhatul Hasanah, 21, warga Dusun Karangrejo, Desa Kabat, Kecamatan Kabat. “Yang meninggal itu premotor,” terang Kanitlaka Polresta Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan.

Kecelakaan maut bermula saat motor Honda Beat dengan nomor polisi P 4420 XG dan dinaiki Fajar Fitriana dengan Novi Maudhatul Hasanah melaju dari arah timur. Setiba di lokasi, akan menyalib mobil yang ada di depannya. “Pemotor ini melaju dengan kecepatan tinggi karena akan menyalib mobil,” terangnya.

Bersamaan dengan itu, jelas dia, dari arah barat muncul mobil ambulans Gran Max dengan nomor polisi L 1030 BR yang disopiri Wahyudiono, 23, asal Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. “Mobil ambulan juga melaju kencang, kedua kendaraan bertemu di tengah badan jalan, premotor menabrak bagian samping ambulans,” ungkapnya.

Dalam kecelakaan itu, kedua mahasiswi itu erpental dan jatuh ke jalan aspal. Fitriana dengan luka cukup parah di bagian kepala meninggal di lokasi. Sedang temannya, Novi Mauidhatul meninggal setelah sebelumnya sempat menjalani peerawatan di RSUD Genteng. “Yang meninggal dua orang,” pungkasnya.

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Kecelakaan yang melibatkan pemotor dengan mobil ambulans hingga menyebabkan dua korban tewas, terjadi di jalan raya Dusun Curah Ketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng pada Minggu sore (19/12) sore.

Kedua korban berstatus mahasiswi Poliwangi yang meninggal dengan luka cukup parah itu, Fajar Fitriana, 20, asal  Dusun Kebonsari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring yang berboncengan dengan Novi Mauidhatul Hasanah, 21, warga Dusun Karangrejo, Desa Kabat, Kecamatan Kabat. “Yang meninggal itu premotor,” terang Kanitlaka Polresta Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan.

Kecelakaan maut bermula saat motor Honda Beat dengan nomor polisi P 4420 XG dan dinaiki Fajar Fitriana dengan Novi Maudhatul Hasanah melaju dari arah timur. Setiba di lokasi, akan menyalib mobil yang ada di depannya. “Pemotor ini melaju dengan kecepatan tinggi karena akan menyalib mobil,” terangnya.

Bersamaan dengan itu, jelas dia, dari arah barat muncul mobil ambulans Gran Max dengan nomor polisi L 1030 BR yang disopiri Wahyudiono, 23, asal Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. “Mobil ambulan juga melaju kencang, kedua kendaraan bertemu di tengah badan jalan, premotor menabrak bagian samping ambulans,” ungkapnya.

Dalam kecelakaan itu, kedua mahasiswi itu erpental dan jatuh ke jalan aspal. Fitriana dengan luka cukup parah di bagian kepala meninggal di lokasi. Sedang temannya, Novi Mauidhatul meninggal setelah sebelumnya sempat menjalani peerawatan di RSUD Genteng. “Yang meninggal dua orang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/