alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Tangkap Truk Muatan Kayu Jati

GLENMORE-Aksi pembalakan liar tampaknya masih cukup tinggi. Sebuah truk bermuatan puluhan gelondong kayu jati yang diduga illegal, diamankan oleh anggota Polsek Glenmore pada Senin sore (20/11). Sopir truk, Wagirin, 43, asal Dusun Sumber Manggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung digiring ke polsek untuk pemeriksaan.

usu kemarin. Dalam aksi tersebut, petugas menyita 30 batang kayu jati gelondong dan juga kendaraan serta pengemudi atas nama Wagirin, 43 warga Dusun Sumbermanggis Desa Barurejo Kecamatan Siliragung.

Kapolsek Glenmore, AKP Mujiono melalui Kanitreskrim Iptu Agus Prianto, mengatakan terungkapnya truk Isuzu dengan nomor polisi DK 936 IB yang mengangkut gelondongan kayu jati itu, berkat informasi yang diberikan warga. “Ada warga uanmg melaporkan truk itu membawa kayu jati,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Gerudug Perkebunan Blambangan

Dari laporan itu, polisi melakukan penghadangan dan pemeriksaan terhadap kendaraan dengan ciri-ciri yang seperti dilaporkan warga. “Dari laporan warga, kita melakukan operasi,” katanya.

Saat operasi itu ada laporan truk yang diburu sedang berada di SPBU Krikilan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. Dari informasi, anggota polsek langsung meluncur ke lokasi. Karena tidak bisa menunjukkan dokumen kayu yang dibawa, truk beserta sopir dibawa ke polsek. “Truk sedang istirahat di pom (SPBU), di atas truk itu ada 30 gelondong kayu jati,” jelasnya.

Dari hasilpemeriksaan, polisi menetapkan sopir truk sebagai tersangka karean terbukti telah memuat, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan. Saat ini, polisi masih terus mengembangkan pemeriksaan kemungkinan ada keterlibatan orang lain. “Sopir masih kita periksa,” terangnya.

Baca Juga :  Makanan di Pasar Takzil Terindikasi Pakai Bahan Kimia

Adm Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Dwidjono Kiswurjanto, mengungkapkan sudah melakukan pengecekan di RPG Pecinan, BKPH Genteng. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui 30 batang kayu tersebut berasal dari delapan pohon jati yang berada di petak 10 E. “Setelah kita hitung kerugian mencapai 12 juta,” jelasnya.(sli/abi)

 

GLENMORE-Aksi pembalakan liar tampaknya masih cukup tinggi. Sebuah truk bermuatan puluhan gelondong kayu jati yang diduga illegal, diamankan oleh anggota Polsek Glenmore pada Senin sore (20/11). Sopir truk, Wagirin, 43, asal Dusun Sumber Manggis, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung digiring ke polsek untuk pemeriksaan.

usu kemarin. Dalam aksi tersebut, petugas menyita 30 batang kayu jati gelondong dan juga kendaraan serta pengemudi atas nama Wagirin, 43 warga Dusun Sumbermanggis Desa Barurejo Kecamatan Siliragung.

Kapolsek Glenmore, AKP Mujiono melalui Kanitreskrim Iptu Agus Prianto, mengatakan terungkapnya truk Isuzu dengan nomor polisi DK 936 IB yang mengangkut gelondongan kayu jati itu, berkat informasi yang diberikan warga. “Ada warga uanmg melaporkan truk itu membawa kayu jati,” terangnya.

Baca Juga :  Raung Ditutup, Warga Asing Tetap Ngotot Ingin Mendaki

Dari laporan itu, polisi melakukan penghadangan dan pemeriksaan terhadap kendaraan dengan ciri-ciri yang seperti dilaporkan warga. “Dari laporan warga, kita melakukan operasi,” katanya.

Saat operasi itu ada laporan truk yang diburu sedang berada di SPBU Krikilan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. Dari informasi, anggota polsek langsung meluncur ke lokasi. Karena tidak bisa menunjukkan dokumen kayu yang dibawa, truk beserta sopir dibawa ke polsek. “Truk sedang istirahat di pom (SPBU), di atas truk itu ada 30 gelondong kayu jati,” jelasnya.

Dari hasilpemeriksaan, polisi menetapkan sopir truk sebagai tersangka karean terbukti telah memuat, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan. Saat ini, polisi masih terus mengembangkan pemeriksaan kemungkinan ada keterlibatan orang lain. “Sopir masih kita periksa,” terangnya.

Baca Juga :  Jadi Mazhab Baru Dunia Seni Rupa

Adm Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Dwidjono Kiswurjanto, mengungkapkan sudah melakukan pengecekan di RPG Pecinan, BKPH Genteng. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui 30 batang kayu tersebut berasal dari delapan pohon jati yang berada di petak 10 E. “Setelah kita hitung kerugian mencapai 12 juta,” jelasnya.(sli/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/