alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Nihaya: Pernikahan Dini Dampaknya Ngeri

GLAGAH – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar sosialisasi bertajuk, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif  tahun 2017. Kali ini, digelar di Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

Dalam sosialisasi itu dihadiri anggota Komisi IX, DPR RI Dapil Jawa Timur III, Hj. Nihayatul Wafiroh bersama sejumlah perwakilan BKKBN Nasional, Jawa Timur, hingga BKKBN Banyuwangi.

Panitia pelaksana, Muhammad Imron Yusuf, mengatakan program KIE Kreatif ini salah satu cara yang dilakukan BKKBN dalam menyosialisasikan program-programnya kepada masyarakat. “Banyak program yang dilakukan BKKBN, sosialisasi langsung ke masyarakat ini termasuk yang efektif,” katanya.

Baca Juga :  Sampah Meluber ke Jalanan

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Nihayatul Wafiroh, dalam acara itu mengajak pada masyarakat untuk ikut dalam program BKKBN. “BKKBN ini salah satu mitra dari DPR RI, salah satunya dengan sosialisasi ini,” terangnya.

Nihayatul Wafiroh mewanti-wanti warga untuk sebisa mungkin menghindari penikahan dini. Karena pernikahan di usia dini itu, banyak menimbulkan risiko baik dari segi kesehatan maupun sosial dan ekonomi. “Masyarakat harus sadar dan menghindari pernikahan dini, karena ini bagian dari persoalan kependudukan di Indonesia,” ungkapnya.

Anggota FPKB DPR RI itu juga mengingatkan pentingnya bonus demografi Indonesia yang layaknya pisau bermata dua. Yakni, kondisi di mana penduduk Indonesia akan banyak berisi usia produktif.  “Bonus demografi akan membawa keuntungan yang luar biasa untuk Indonesia, karena melimpahnya penduduk berusia produktif. Namun disisi lain juga bisa membawa dampak buruk jika kita belum bisa mengatasi masalah kependudukan dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  Nekat Tandem Bersepeda

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Banyuwangi, Muhammad Pua Jiwa, juga mengingatkan akan pentingnya masyarakat memperhatikan usia pernikahan anak. Dia mengimbau agar orang tua mengarahkan anaknya di usia produktif untuk mengembangkan diri, dan meningkatkan prestasi baik akademis maupun prestasi lainnya.  “Anak usia produktif  itu hendaknya diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan diri, jangan sampai dihadapkan pada pernikahan dini yang justru akan memberangus potensi si anak,” tuturnya.(sli/abi)

GLAGAH – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar sosialisasi bertajuk, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif  tahun 2017. Kali ini, digelar di Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

Dalam sosialisasi itu dihadiri anggota Komisi IX, DPR RI Dapil Jawa Timur III, Hj. Nihayatul Wafiroh bersama sejumlah perwakilan BKKBN Nasional, Jawa Timur, hingga BKKBN Banyuwangi.

Panitia pelaksana, Muhammad Imron Yusuf, mengatakan program KIE Kreatif ini salah satu cara yang dilakukan BKKBN dalam menyosialisasikan program-programnya kepada masyarakat. “Banyak program yang dilakukan BKKBN, sosialisasi langsung ke masyarakat ini termasuk yang efektif,” katanya.

Baca Juga :  Sampah Meluber ke Jalanan

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Nihayatul Wafiroh, dalam acara itu mengajak pada masyarakat untuk ikut dalam program BKKBN. “BKKBN ini salah satu mitra dari DPR RI, salah satunya dengan sosialisasi ini,” terangnya.

Nihayatul Wafiroh mewanti-wanti warga untuk sebisa mungkin menghindari penikahan dini. Karena pernikahan di usia dini itu, banyak menimbulkan risiko baik dari segi kesehatan maupun sosial dan ekonomi. “Masyarakat harus sadar dan menghindari pernikahan dini, karena ini bagian dari persoalan kependudukan di Indonesia,” ungkapnya.

Anggota FPKB DPR RI itu juga mengingatkan pentingnya bonus demografi Indonesia yang layaknya pisau bermata dua. Yakni, kondisi di mana penduduk Indonesia akan banyak berisi usia produktif.  “Bonus demografi akan membawa keuntungan yang luar biasa untuk Indonesia, karena melimpahnya penduduk berusia produktif. Namun disisi lain juga bisa membawa dampak buruk jika kita belum bisa mengatasi masalah kependudukan dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru Diwarnai Tawuran

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Banyuwangi, Muhammad Pua Jiwa, juga mengingatkan akan pentingnya masyarakat memperhatikan usia pernikahan anak. Dia mengimbau agar orang tua mengarahkan anaknya di usia produktif untuk mengembangkan diri, dan meningkatkan prestasi baik akademis maupun prestasi lainnya.  “Anak usia produktif  itu hendaknya diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan diri, jangan sampai dihadapkan pada pernikahan dini yang justru akan memberangus potensi si anak,” tuturnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/