alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Musim Lebaran Usai, Ketupat dan Lepet Masih Diburu

RadarBanyuwangi.id – Di H+8 Lebaran, para pedagang ketupat dan lepet di Pasar Kampung Baru, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu masih diburu para pembeli, kemarin (20/5). Warga banyak yang membeli ketupat dan lepet sudah matang, ketimbang membuat sendiri.

Hari Raya Ketupat sudah menjadi tradisi setelah perayaan Lebaran. Biasanya, hari raya ini jatuh pada H+7 Lebaran. “Ketupat dan lepet ini menu utama di Hari Raya Ketupat,” terang Rahmawati, 47, penjual ketupat dan lepet asal Desa/Kecamatan Sempu.

Untuk menyambut Ketupatan itu, terang dia, biasanya para pedagang buah dan sayur, banyak yang beralih jualan ketupat dan lepet. “Ini masih banyak yang membeli,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca Juga :  Lama Ditutup, Pasar Hewan Glenmore Akhirnya Dibuka Kembali

Menurut Rahmawati, satu ikat ketupat berisi enam ketupat dijual Rp 10 ribu. Sedangkan satu ikat lepet berisi sepuluh lepet, harganya Rp 12 ribu. Harga itu relatif murah, dan banyak warga yang memilih membeli ketupat dan lepet disbanding harus membuat sendiri. “Banyak orang yang tak mau ribet di dapur, akhirnya memilih membeli ketupat dan lepet di pasar,” katanya.

Para pedagang ini, terang dia, akan menjual ketupat dan lepet hingga H+10. Sebab, masih banyak masyarakat yang rindu akan menu Lebaran Ketupat. “Kalau di pedesaan, Lebaran seperti ini wajib dilengkapi ketupat dan lepet di rumahnya,” katanya.(kri/abi)

Baca Juga :  Diduga Kualitasnya Jelek, Penahan Jalan Jambewangi Ambrol
MicrosoftInternetExplorer4

RadarBanyuwangi.id – Di H+8 Lebaran, para pedagang ketupat dan lepet di Pasar Kampung Baru, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu masih diburu para pembeli, kemarin (20/5). Warga banyak yang membeli ketupat dan lepet sudah matang, ketimbang membuat sendiri.

Hari Raya Ketupat sudah menjadi tradisi setelah perayaan Lebaran. Biasanya, hari raya ini jatuh pada H+7 Lebaran. “Ketupat dan lepet ini menu utama di Hari Raya Ketupat,” terang Rahmawati, 47, penjual ketupat dan lepet asal Desa/Kecamatan Sempu.

Untuk menyambut Ketupatan itu, terang dia, biasanya para pedagang buah dan sayur, banyak yang beralih jualan ketupat dan lepet. “Ini masih banyak yang membeli,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca Juga :  Lama Ditutup, Pasar Hewan Glenmore Akhirnya Dibuka Kembali

Menurut Rahmawati, satu ikat ketupat berisi enam ketupat dijual Rp 10 ribu. Sedangkan satu ikat lepet berisi sepuluh lepet, harganya Rp 12 ribu. Harga itu relatif murah, dan banyak warga yang memilih membeli ketupat dan lepet disbanding harus membuat sendiri. “Banyak orang yang tak mau ribet di dapur, akhirnya memilih membeli ketupat dan lepet di pasar,” katanya.

Para pedagang ini, terang dia, akan menjual ketupat dan lepet hingga H+10. Sebab, masih banyak masyarakat yang rindu akan menu Lebaran Ketupat. “Kalau di pedesaan, Lebaran seperti ini wajib dilengkapi ketupat dan lepet di rumahnya,” katanya.(kri/abi)

Baca Juga :  Kabel PLN di Jalan Wiroguno Kendor
MicrosoftInternetExplorer4

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/