alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Mobil Masih Nekat Masuk Jalur Satu Arah

GENTENG – Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, tampaknya masih sangat rendah. Itu seperti yang terlihat di Jalan Gajah Mada Genteng ini. Meski sudah ditetapkan menjadi satu jalur, tapi masih ada yang nekat menerobos, Rabu (20/4). 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, masih banyak kendaraan roda emat yang ngeyel masuk jalur satu arah di pusat Kota Genteng, terutama mobil pikap pengangkut sayur yang akan dibawa ke Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. “Mobil tidak boleh masuk Jalan Gajah Mada karena jalan jadi macet,” cetus Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana.

Menurut Kanitlantas, selama Ramadan ini di jalan pusat Kota Genteng macet. Untuk mengurangi kemacetan, kendaraan roda empat dilarang masuk ke jalan Gajah mada. Di sisi timur, tepatnya di simpang tiga traffic light, dipasang plang larangan dan pengalihan jalur. “Dari arah timur, roda empat dialihkan ke jalur lingkar melalui Jalan KH Hasyim Asy’ari dan Jalan KH. Imam Bahri,” ungkapnya.

Perubahan arus itu, jelas dia, dinilai sudah sedikit mengurangi kemacetan parah yang sering terjadi di Jalan Gajah Mada. “Alhamulillah, kemacetan sudah mulai berkurang, tapi masih ada mobil yang nekat juga,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (20/4).

Rekayasa satu jalur ini, terang dia, masih diterapkan pada jam-jam tertentu yang kerap terjadi kemacetan, seperti pagi dan sore. Tapi, tidak sedikit dari kendaraan yang masuk melalui jalan tikus. “Lewat jalan tikus hubungannya sama masyarakat langsung,” terangnya.

Menurut Kanitlantas, penerapan satu jalur ini akan terus dipantau. Bila kondisi jalan semakin macet, bisa jadi penerapan satu jalur tidak hanya pagi dan sore. “Mungkin pada H-7 Lebaran sudah tidak pagi dan sore, ini masih kita pantau,” cetusnya.(sas/abi)

GENTENG – Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, tampaknya masih sangat rendah. Itu seperti yang terlihat di Jalan Gajah Mada Genteng ini. Meski sudah ditetapkan menjadi satu jalur, tapi masih ada yang nekat menerobos, Rabu (20/4). 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, masih banyak kendaraan roda emat yang ngeyel masuk jalur satu arah di pusat Kota Genteng, terutama mobil pikap pengangkut sayur yang akan dibawa ke Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. “Mobil tidak boleh masuk Jalan Gajah Mada karena jalan jadi macet,” cetus Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana.

Menurut Kanitlantas, selama Ramadan ini di jalan pusat Kota Genteng macet. Untuk mengurangi kemacetan, kendaraan roda empat dilarang masuk ke jalan Gajah mada. Di sisi timur, tepatnya di simpang tiga traffic light, dipasang plang larangan dan pengalihan jalur. “Dari arah timur, roda empat dialihkan ke jalur lingkar melalui Jalan KH Hasyim Asy’ari dan Jalan KH. Imam Bahri,” ungkapnya.

Perubahan arus itu, jelas dia, dinilai sudah sedikit mengurangi kemacetan parah yang sering terjadi di Jalan Gajah Mada. “Alhamulillah, kemacetan sudah mulai berkurang, tapi masih ada mobil yang nekat juga,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (20/4).

Rekayasa satu jalur ini, terang dia, masih diterapkan pada jam-jam tertentu yang kerap terjadi kemacetan, seperti pagi dan sore. Tapi, tidak sedikit dari kendaraan yang masuk melalui jalan tikus. “Lewat jalan tikus hubungannya sama masyarakat langsung,” terangnya.

Menurut Kanitlantas, penerapan satu jalur ini akan terus dipantau. Bila kondisi jalan semakin macet, bisa jadi penerapan satu jalur tidak hanya pagi dan sore. “Mungkin pada H-7 Lebaran sudah tidak pagi dan sore, ini masih kita pantau,” cetusnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/