alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Sejak Awal Pembangunan Sudah Telan Korban Jiwa

GAMBIRAN – Jalan Wiroguno di Dusun Balokan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kini menjadi buah bibir. Itu setelah ada pemotor Buari, 63, warga Dusun Jatirejo, RT 6, RW 8, Desa/Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, tewas di lokasi kejadian karena menabrak tiang listrik milik PLN yang berdiri di tengah jalan pada Kamis malam (18/2).

Keberadaan tiang listrik tersebut memang cukup membahayakan. Dari jalan raya sepanjang 980 meter yang baru selesai di bangun itu, sedikitnya ada tujuh tiang yang berada di badan jalan. Dari jumlah itu, dua tiang posisinya persis di tengah badan jalan, dan itu sangat membahayakan.

Korban tewas di proyek pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Terminal Wiroguno, Desa Stail, Kecamatan Genteng menuju Jembatan Wiroguno di Desa/Kecamatan Gambiran, itu ternyata tidak hanya sekali itu saja. Pada 3 Oktober 2020, seorang pekerja Diki Wahyudi, 22, warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, tewas akibat tersengat aliran listrik saat memindahkan tiang LPJU yang ada di jalan tersebut. Kecelakaan di tempat kerja itu, juga menimpa Deni Darmawan, 26, dan Jaya, 30, yang juga tersengat listrik. Tapi, kedua korban yang terakhir ini hanya mengalami cidera.

Korban lain dalam pembangunan Jalan Wiroguno itu, juga menimpa Farida Faricha, 21. Mahasiswi IAI Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari asal Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, ini pada awal Pebruari 2021 lalu juga mengalami kecelakaan. “Saya hanya luka gores, tidak parah,” jelas Farida Faricha.

Farida mengungkapkan saat kecelakaan itu dia dalam perjalanan dari arah Genteng menuju Blokagung. Di lokasi kejadian, kondisinya gelap dan tidak menyadarai ada tiang listrik di tengah jalan. “Jalannya gelap, lampunya tidak ada,” ujarnya.

Farida mengaku bukan yang kali pertama melintas di jalur tersebut. Tapi saat kejadian, ia lupa ada tiang listrik yang ada di tengah jalan. “Dulu jalan itu letter S, tiang ada di pinggir jalan, sekarang jalan lurus dan tiang ada di tengah jalan, saya langsung nabrak saja,” terangnya.

Meski sering memicu kecelakaan, Jalan Wiroguno ternyata menjadi lokasi favorit para remaja mencoba motornya. Setiap sore, di lokasi itu banyak pemuda dari berbagai daerah berkumpul. Mereka mencoba spesifikasi mesin motornya. “Saya tertarik datang karena jalannya baru dan lurus,” cetus Krisna, 19, yang mengaku dari Tegaldlimo.

Ditanya keberadaan tiang listrik di tengah jalan, Krisna menyatakan itu itu sangat berbahaya dan perlu segera dipindah. “Wah itu bahaya sekali, jika tidak dipindah, akan banyak terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, banyak di antara pemotor tidak mempedulikan kelengkapan kendaraannya. Mereka juga banyak yang tidak memakai helm. Saat dibuat balapan motor, masih digunakan pengguna jalan lainnya. Selain itu, mereka juga sering kali mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi saat jam padat lalu lintas. (sli/abi)

GAMBIRAN – Jalan Wiroguno di Dusun Balokan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kini menjadi buah bibir. Itu setelah ada pemotor Buari, 63, warga Dusun Jatirejo, RT 6, RW 8, Desa/Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, tewas di lokasi kejadian karena menabrak tiang listrik milik PLN yang berdiri di tengah jalan pada Kamis malam (18/2).

Keberadaan tiang listrik tersebut memang cukup membahayakan. Dari jalan raya sepanjang 980 meter yang baru selesai di bangun itu, sedikitnya ada tujuh tiang yang berada di badan jalan. Dari jumlah itu, dua tiang posisinya persis di tengah badan jalan, dan itu sangat membahayakan.

Korban tewas di proyek pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Terminal Wiroguno, Desa Stail, Kecamatan Genteng menuju Jembatan Wiroguno di Desa/Kecamatan Gambiran, itu ternyata tidak hanya sekali itu saja. Pada 3 Oktober 2020, seorang pekerja Diki Wahyudi, 22, warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, tewas akibat tersengat aliran listrik saat memindahkan tiang LPJU yang ada di jalan tersebut. Kecelakaan di tempat kerja itu, juga menimpa Deni Darmawan, 26, dan Jaya, 30, yang juga tersengat listrik. Tapi, kedua korban yang terakhir ini hanya mengalami cidera.

Korban lain dalam pembangunan Jalan Wiroguno itu, juga menimpa Farida Faricha, 21. Mahasiswi IAI Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari asal Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, ini pada awal Pebruari 2021 lalu juga mengalami kecelakaan. “Saya hanya luka gores, tidak parah,” jelas Farida Faricha.

Farida mengungkapkan saat kecelakaan itu dia dalam perjalanan dari arah Genteng menuju Blokagung. Di lokasi kejadian, kondisinya gelap dan tidak menyadarai ada tiang listrik di tengah jalan. “Jalannya gelap, lampunya tidak ada,” ujarnya.

Farida mengaku bukan yang kali pertama melintas di jalur tersebut. Tapi saat kejadian, ia lupa ada tiang listrik yang ada di tengah jalan. “Dulu jalan itu letter S, tiang ada di pinggir jalan, sekarang jalan lurus dan tiang ada di tengah jalan, saya langsung nabrak saja,” terangnya.

Meski sering memicu kecelakaan, Jalan Wiroguno ternyata menjadi lokasi favorit para remaja mencoba motornya. Setiap sore, di lokasi itu banyak pemuda dari berbagai daerah berkumpul. Mereka mencoba spesifikasi mesin motornya. “Saya tertarik datang karena jalannya baru dan lurus,” cetus Krisna, 19, yang mengaku dari Tegaldlimo.

Ditanya keberadaan tiang listrik di tengah jalan, Krisna menyatakan itu itu sangat berbahaya dan perlu segera dipindah. “Wah itu bahaya sekali, jika tidak dipindah, akan banyak terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, banyak di antara pemotor tidak mempedulikan kelengkapan kendaraannya. Mereka juga banyak yang tidak memakai helm. Saat dibuat balapan motor, masih digunakan pengguna jalan lainnya. Selain itu, mereka juga sering kali mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi saat jam padat lalu lintas. (sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/