alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Jenazah TKI Disambut Hujan Tangis

CLURING – Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Ali Imron Rosyadi, 46, yang meninggal di Jepang pada Selasa (13/2), jenazahnya tiba di rumah orang tuanya, kemarin pagi (22/2).

Dengan diangkut mobil ambulans, jenazah Ali tiba sekitar pukul 07.00. Kedatangannya itu langsung disambut hujan tangis oleh ke­luarganya. Para tetangganya yang datang, juga banyak yang meneteskan air mata. “Kita memang berharap jenazah bisa dibawa pulang,” cetus Ali Murtado, adik kandung almarhum Ali Imron Rosyadi.

Kedatangan jenazah Ali yang langsung dari Jepang, itu dikawal oleh Yaumi, istri Ali yang asli Jepang bersama tiga putrinya. Selain itu, juga ada saudaranya yang juga bekerja di Jepang, Nuryanto. Setelah sempat disema­yam­kan di musala milik keluarga, jenazah Ali langsung dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya. “Imron itu tidak sakit,” terang Nuryanto yang kini juga bekerja di Jepang.

Baca Juga :  UPTD Cluring Juara 1

Menurut Nuryanto, sebelum jatuh sakit dan dirawat di Matsudo City General Hospital, Sendabori 993-2, Matsudo City, Chiba Prefec­ture, Japan, Imron itu tidak sakit. “Saat itu mengeluh lemas dan capek, tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri,” terangnya.

Sebelum dibawa ke tanah air, terang dia, jenazah Imron sempat dimandikan dan disalati di masjid jamik Tokyo yang berdekatan dengan kantor Kedutaan Besar RI di Jepang. “Kebetulan Imron ini rajin datang di acara masjid, juga aktif di acara yang digelar PC NU Istimewa Jepang,” ungkapnya.

Nuryanto menyebut Imron ini merantau di Jepang sejak tahun 1990. Di negara sakura itu, bapak empat putri dari dua kali pernika­hannya itu bekerja sebagai pem­borong perumahan. “Di Jepang temannya banyak, Imron itu di­kenal suka menolong,” cetusnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, setelah sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jepang, Ali Imron Rosyadi, 46, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, akhir­nya meninggal, Selasa siang (13/2).

Baca Juga :  Pengedar Pil Koplo Dibekuk Polisi

Imron yang sudah 27 tahun bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Jepang, itu menghem­buskan napas terakhir sekitar pukul 12.59 waktu Jepang, atau sekitar pukul 10.59. “Meninggal di rumah sakit,” terang Ali Murtado, salah satu adik kandungnya.

Sebelum meninggal, Imron oleh keluarganya dilarikan ke rumah sakit pada Jumat malam (9/2). Saat itu, putra ketiga dari tujuh ber­saudara pasangan almarhum Miskam dan Marfuah itu tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri. “Kita berharap jenazah bisa dibawa pulang ke Indonesia,” harapnya.

Menurut Ali, setelah kakaknya itu meninggal jenazahnya dise­mayamkan di rumahnya yang ada di daerah Chiba, Jepang. Selanjutnya, dimandikan di Kedu­taan Besar (Kedubes) RI sambil menunggu pemulangan. “Sudah ditangani pihak kedutaan,” te­rangnya. (*)

CLURING – Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Ali Imron Rosyadi, 46, yang meninggal di Jepang pada Selasa (13/2), jenazahnya tiba di rumah orang tuanya, kemarin pagi (22/2).

Dengan diangkut mobil ambulans, jenazah Ali tiba sekitar pukul 07.00. Kedatangannya itu langsung disambut hujan tangis oleh ke­luarganya. Para tetangganya yang datang, juga banyak yang meneteskan air mata. “Kita memang berharap jenazah bisa dibawa pulang,” cetus Ali Murtado, adik kandung almarhum Ali Imron Rosyadi.

Kedatangan jenazah Ali yang langsung dari Jepang, itu dikawal oleh Yaumi, istri Ali yang asli Jepang bersama tiga putrinya. Selain itu, juga ada saudaranya yang juga bekerja di Jepang, Nuryanto. Setelah sempat disema­yam­kan di musala milik keluarga, jenazah Ali langsung dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya. “Imron itu tidak sakit,” terang Nuryanto yang kini juga bekerja di Jepang.

Baca Juga :  Workshop Pengembangan SDM Digelar di Cluring

Menurut Nuryanto, sebelum jatuh sakit dan dirawat di Matsudo City General Hospital, Sendabori 993-2, Matsudo City, Chiba Prefec­ture, Japan, Imron itu tidak sakit. “Saat itu mengeluh lemas dan capek, tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri,” terangnya.

Sebelum dibawa ke tanah air, terang dia, jenazah Imron sempat dimandikan dan disalati di masjid jamik Tokyo yang berdekatan dengan kantor Kedutaan Besar RI di Jepang. “Kebetulan Imron ini rajin datang di acara masjid, juga aktif di acara yang digelar PC NU Istimewa Jepang,” ungkapnya.

Nuryanto menyebut Imron ini merantau di Jepang sejak tahun 1990. Di negara sakura itu, bapak empat putri dari dua kali pernika­hannya itu bekerja sebagai pem­borong perumahan. “Di Jepang temannya banyak, Imron itu di­kenal suka menolong,” cetusnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, setelah sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jepang, Ali Imron Rosyadi, 46, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, akhir­nya meninggal, Selasa siang (13/2).

Baca Juga :  Mobil Xenia Seruduk Warkop

Imron yang sudah 27 tahun bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Jepang, itu menghem­buskan napas terakhir sekitar pukul 12.59 waktu Jepang, atau sekitar pukul 10.59. “Meninggal di rumah sakit,” terang Ali Murtado, salah satu adik kandungnya.

Sebelum meninggal, Imron oleh keluarganya dilarikan ke rumah sakit pada Jumat malam (9/2). Saat itu, putra ketiga dari tujuh ber­saudara pasangan almarhum Miskam dan Marfuah itu tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri. “Kita berharap jenazah bisa dibawa pulang ke Indonesia,” harapnya.

Menurut Ali, setelah kakaknya itu meninggal jenazahnya dise­mayamkan di rumahnya yang ada di daerah Chiba, Jepang. Selanjutnya, dimandikan di Kedu­taan Besar (Kedubes) RI sambil menunggu pemulangan. “Sudah ditangani pihak kedutaan,” te­rangnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/