alexametrics
23.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Terancam Penjara, Kenalan di Medsos Berlanjut di Ranjang

SONGGON-Diduga telah memperkosa siswi SMP yang baru dikenal melalui media sosial (medsos), Hasrul Maskolim, 28, warga Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, ditangkap oleh anggota polsek setempat, Selasa malam (16/1).

Tersangka yang dikenal pengangguran itu, oleh polisi langsung dibawa ke polsek dan di jebloskan ke ruang tahanan polsek sambil menjalani pemeriksaan. “Tersangka masih kita periksa,” cetus Kapolsek Songgon, AKP Bakin melalui penyidik Bripka Efendi.

Polisi bertindak dengan mengamankan tersangka, itu setelah ada laporan dari orang tua korban yang tinggal di Dusun Sroyo Barat, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon. Dalam laporannya, tersangka dituduh telah memperkosa putrinya berinisial SN, 15, yang masih berstatus pelajar SMP. “Dari laporan itu, kita langsung bertindak,” katanya.

Tersangka dan korban, sebenarnya belum lama kenal. Keduanya kenalan melalui medsos pada Selasa (2/1). Dari pekenalan itu, keduanya pada Senin (8/1) janjian untuk bertemu. Setelah bertemu yang pertama itu, pada Senin (15/1), tersangka kembali mengajak bertemu. Untuk pertemuan keduanya ini, korban oleh tersangka dijemput di sekolahnya. “Tersangka menjemput di sekolah dan mengantar pulang,” ujarnya.

Saat berada di rumah korban, tersangka minta izin pada orang tua dan kakak korban untuk mengajak SN mencetak foto. Permintaan itu, ternyata diiyakan oleh keluarga korban. “Keluarga minta pukul 15.00 sudah pulang,” terangnya.

Di tengah perjalanan, ternyata tersangka ini berupah pikiran dan korban diajak ke rumahnya. Di rumah yang sedang sepi itu, korban diajak nonton TV. “Awalnya korban diajak nonton TV,” ungkapnya.

Saat korban sedang asyik menonton tv, tersangka tiba-tiba menarik tangan korban untuk masuk ke kamar. Korban menolak dan berontak. Karena tangan ditarik, tubuh korban terjatuh di kasur yang ada di depan TV. “Tersangka minta dilayani, kalau tidak mau diancam tidak akan diantar pulang,” cetusnya.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, korban diajak keluar rumah untuk diantar pulang. Mungkin karena takut dengan orang tua korban karena saat itu sudah kemalaman, korban dititipkan ke rumah temannya yang ada di Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon. “Korban bermalam di rumah teman tersangka, baru esuk paginya diantar pulang,” ungkapnya.

Semalaman korban tidak pulang, membuat keluarganya kelabakan. Kakak korban mencari adiknya ke rumah tersangka. Tapi, pelaku ini bersikukuh kalau korban sudah diantar pulang. “Tersangka bilang sudah diantar pulang,” jelasnya.

Setelah sempat menginap di rumah tersangka, korban oleh teman tersangka diantar pulang ke rumahnya. Pada orang tuanya, cewek yang masih lugu itu menceritakan semua yang baru dialami. “Orang tua korban tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu ke polsek,” jelasnya.

Dari laporan itu, anggota Polsek Songgon langsung memeriksa saksi dan memburu tersangka. Tersangka itu akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya dan langsung dijebloskan ke ruang tahanan polsek. “Tersangka mengaku baru sekali meniduri korban,” katanya.(rio/abi)

SONGGON-Diduga telah memperkosa siswi SMP yang baru dikenal melalui media sosial (medsos), Hasrul Maskolim, 28, warga Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, ditangkap oleh anggota polsek setempat, Selasa malam (16/1).

Tersangka yang dikenal pengangguran itu, oleh polisi langsung dibawa ke polsek dan di jebloskan ke ruang tahanan polsek sambil menjalani pemeriksaan. “Tersangka masih kita periksa,” cetus Kapolsek Songgon, AKP Bakin melalui penyidik Bripka Efendi.

Polisi bertindak dengan mengamankan tersangka, itu setelah ada laporan dari orang tua korban yang tinggal di Dusun Sroyo Barat, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon. Dalam laporannya, tersangka dituduh telah memperkosa putrinya berinisial SN, 15, yang masih berstatus pelajar SMP. “Dari laporan itu, kita langsung bertindak,” katanya.

Tersangka dan korban, sebenarnya belum lama kenal. Keduanya kenalan melalui medsos pada Selasa (2/1). Dari pekenalan itu, keduanya pada Senin (8/1) janjian untuk bertemu. Setelah bertemu yang pertama itu, pada Senin (15/1), tersangka kembali mengajak bertemu. Untuk pertemuan keduanya ini, korban oleh tersangka dijemput di sekolahnya. “Tersangka menjemput di sekolah dan mengantar pulang,” ujarnya.

Saat berada di rumah korban, tersangka minta izin pada orang tua dan kakak korban untuk mengajak SN mencetak foto. Permintaan itu, ternyata diiyakan oleh keluarga korban. “Keluarga minta pukul 15.00 sudah pulang,” terangnya.

Di tengah perjalanan, ternyata tersangka ini berupah pikiran dan korban diajak ke rumahnya. Di rumah yang sedang sepi itu, korban diajak nonton TV. “Awalnya korban diajak nonton TV,” ungkapnya.

Saat korban sedang asyik menonton tv, tersangka tiba-tiba menarik tangan korban untuk masuk ke kamar. Korban menolak dan berontak. Karena tangan ditarik, tubuh korban terjatuh di kasur yang ada di depan TV. “Tersangka minta dilayani, kalau tidak mau diancam tidak akan diantar pulang,” cetusnya.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, korban diajak keluar rumah untuk diantar pulang. Mungkin karena takut dengan orang tua korban karena saat itu sudah kemalaman, korban dititipkan ke rumah temannya yang ada di Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon. “Korban bermalam di rumah teman tersangka, baru esuk paginya diantar pulang,” ungkapnya.

Semalaman korban tidak pulang, membuat keluarganya kelabakan. Kakak korban mencari adiknya ke rumah tersangka. Tapi, pelaku ini bersikukuh kalau korban sudah diantar pulang. “Tersangka bilang sudah diantar pulang,” jelasnya.

Setelah sempat menginap di rumah tersangka, korban oleh teman tersangka diantar pulang ke rumahnya. Pada orang tuanya, cewek yang masih lugu itu menceritakan semua yang baru dialami. “Orang tua korban tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu ke polsek,” jelasnya.

Dari laporan itu, anggota Polsek Songgon langsung memeriksa saksi dan memburu tersangka. Tersangka itu akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya dan langsung dijebloskan ke ruang tahanan polsek. “Tersangka mengaku baru sekali meniduri korban,” katanya.(rio/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/