alexametrics
24.9 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Kepala Desa Bingung Sikapi Sumur Bor

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Kepala Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Vivin Agustin mengatakan warga di sekitar Roworejo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, itu sangat membutuhkan air bersih.

Hanya saja, nasib proyek pengadaa air bersih itu, sebut Vivin Agustin, kini tidak jelas. Itu karena pihak pengusul maupun warga yang menolak, sama-sama tidak menunjukkan sikap yang jelas. “Kalau dikatakan butuh air, memang butuh, karena air di Roworejo itu keruh,” katanya.

Dalam pengadaan air bersih ini, Vivin mengaku tidak memihak dua kelompok yang pro dan kontra itu. Ia berharap setiap ada kegiatan atau mengusulkan bantuan kepada siapapun, melibatkan pemerintah desa. Sehingga, bisa memudahkan dalam komunikasi dan kordinasi. “Saya itu ayo kordinasi,” cetusnya.

Menurut Vivin, masalah ini bermula dari pengajuan air bersih yang tidak melalui pemerintah desa. Saat ini, meski tidak melalui desa, pengajuan tetap berjalan dan diterima BSI. Sayangnya,  di tengah jalan mendapat penolakan dari sejumlah warga. Agar tidak terjadi kericuhan, Vivin memanggil semua pihak untuk bermusyawarah. “Dalam musyawarah itu diusulkan membentuk Hipam, karena pengajuan ini melibatkan peralatan dan anggaran yang besar.  Jadi Hipam itu dibentuk setelah ada masalah, dulu yang mengajukan bukan Hipam tapi masyarakat,” jelasnya.

Vivin berharap pihak yang menyebut dirinya berbohong terkait ketidaktahuan pemerintah desa, bisa mencerna. Selain itu, di awal jika ada sosialisasi terkait pengeboran, itu dilakukan pengusul dengan warga tanpa melibatkan pemerintah desa. Akhirnya, saat proyek akan dimulai, warga yang tidak mengikuti sosialisasi protes dan menolak. “Yang menolak itu yang tidak ikut sosialisasi,” ungkapnya.

Saat ini Vivin mengaku bingung merasakan sikap warganya. Sebab, di antara mereka sendiri tidak satu suara. Padahal, kebutuhan yang diajukan mengenai air bersih sangat penting. “Saya bingung ngurusi warga, dulu minta, sekarang menolak,” katanya.

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Kepala Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Vivin Agustin mengatakan warga di sekitar Roworejo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, itu sangat membutuhkan air bersih.

Hanya saja, nasib proyek pengadaa air bersih itu, sebut Vivin Agustin, kini tidak jelas. Itu karena pihak pengusul maupun warga yang menolak, sama-sama tidak menunjukkan sikap yang jelas. “Kalau dikatakan butuh air, memang butuh, karena air di Roworejo itu keruh,” katanya.

Dalam pengadaan air bersih ini, Vivin mengaku tidak memihak dua kelompok yang pro dan kontra itu. Ia berharap setiap ada kegiatan atau mengusulkan bantuan kepada siapapun, melibatkan pemerintah desa. Sehingga, bisa memudahkan dalam komunikasi dan kordinasi. “Saya itu ayo kordinasi,” cetusnya.

Menurut Vivin, masalah ini bermula dari pengajuan air bersih yang tidak melalui pemerintah desa. Saat ini, meski tidak melalui desa, pengajuan tetap berjalan dan diterima BSI. Sayangnya,  di tengah jalan mendapat penolakan dari sejumlah warga. Agar tidak terjadi kericuhan, Vivin memanggil semua pihak untuk bermusyawarah. “Dalam musyawarah itu diusulkan membentuk Hipam, karena pengajuan ini melibatkan peralatan dan anggaran yang besar.  Jadi Hipam itu dibentuk setelah ada masalah, dulu yang mengajukan bukan Hipam tapi masyarakat,” jelasnya.

Vivin berharap pihak yang menyebut dirinya berbohong terkait ketidaktahuan pemerintah desa, bisa mencerna. Selain itu, di awal jika ada sosialisasi terkait pengeboran, itu dilakukan pengusul dengan warga tanpa melibatkan pemerintah desa. Akhirnya, saat proyek akan dimulai, warga yang tidak mengikuti sosialisasi protes dan menolak. “Yang menolak itu yang tidak ikut sosialisasi,” ungkapnya.

Saat ini Vivin mengaku bingung merasakan sikap warganya. Sebab, di antara mereka sendiri tidak satu suara. Padahal, kebutuhan yang diajukan mengenai air bersih sangat penting. “Saya bingung ngurusi warga, dulu minta, sekarang menolak,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/