alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Satu Bocah Meninggal Pasca Demam Tinggi, Desa Sraten Siaga Penyebaran DBD

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Warga di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kini tengah siaga menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Itu setelah salah satu warganya Azkiya Husna Ibrahim, 4, pada Jumat (16/9) meninggal terkena penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu.

Sebelum meninggal, Azkiya yang juga putri Sekretaris Desa  Sraten Ibrahim Rusli, mengalami demam sejak Minggu (11/9). Dibawa berobat ke seorang mantri kesehatan, demamnya tak kunjung turun. Hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring pada Kamis (15/9). “Sudah kami periksa, kondisinya memang parah, dan kami rujuk ke RS Al Huda, Gambiran,” kata kepala Puskesmas  Benculuk, Tatik Setyaningsih.

Baca Juga :  Sopir Truk Kayu Jati Ditetapkan Sebagai Tersangka Tunggal

Mneurut Tatik, setelah ada bayi yang meninggal karena DBD itu, Puskesmas Benculuk bersama Pemerintah Desa Sraten langsung berkolaborasi untuk melaksanakan fogging. “Kami minta feed back dari Al Huda terlebih dahulu, kemudian lapor dinkes (dinas kesehatan), dan fogging,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Selain fogging, terang Tatik, gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga digalakkan. Ini untuk mencegah pertumbuhan nyamuk aedes aegypti, penyebab DBD. “Pembasmian jentik-jentik nyamuk perlu digalakkan,” katanya seraya menyebut Puskesmas Benculuk membawahi lima desa di Kecamatan Cluring, yakni Desa Sarimulyo, Benculuk, Sraten, Cluring, Tamanagung.

Untuk PSN, masih kata Tatik, tidak hanya dilakukan seminggu sekali seperti biasanya. Tapi, sudah dilakukan setiap hari ketika para karyawan Puskesmas Benculuk berangkat bekerja. “Anak-anak (karyawan Puskesmas Benculuk) mampir dulu ke rumah warga untuk PSN,” tandasnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Kakek-Nenek, Reskoba juga Bekuk Ibu-ibu pengedar Pil Trex

Kepala Desa Sraten, H. Rahman Mulyadi mengatakan pembasmian nyamuk dengan cara fogging dilakukan di Dusun Krajan. Dalam pengasapan itu, menyisir setiap rumah warga dan tempat-tempat umum. “Musala dan rumah warga di-fogging, warga diminta keluar rumah dulu, ” Katanya.

Rahman mengaku warganya sudah diminta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi, rumah sekretaris desa yang putrinya meninggal karena terkena DBD itu berdekatan dengan Pasar Sraten. “Intinya, pencegahan paling utama ya dari pola hidup sehari-hari, harus lebih rajin bersih-bersih,” katanya.(sas/abi)

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Warga di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kini tengah siaga menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Itu setelah salah satu warganya Azkiya Husna Ibrahim, 4, pada Jumat (16/9) meninggal terkena penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu.

Sebelum meninggal, Azkiya yang juga putri Sekretaris Desa  Sraten Ibrahim Rusli, mengalami demam sejak Minggu (11/9). Dibawa berobat ke seorang mantri kesehatan, demamnya tak kunjung turun. Hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring pada Kamis (15/9). “Sudah kami periksa, kondisinya memang parah, dan kami rujuk ke RS Al Huda, Gambiran,” kata kepala Puskesmas  Benculuk, Tatik Setyaningsih.

Baca Juga :  Jumlah Masyarakat Tertular Demam Berdarah Menurun

Mneurut Tatik, setelah ada bayi yang meninggal karena DBD itu, Puskesmas Benculuk bersama Pemerintah Desa Sraten langsung berkolaborasi untuk melaksanakan fogging. “Kami minta feed back dari Al Huda terlebih dahulu, kemudian lapor dinkes (dinas kesehatan), dan fogging,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Selain fogging, terang Tatik, gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga digalakkan. Ini untuk mencegah pertumbuhan nyamuk aedes aegypti, penyebab DBD. “Pembasmian jentik-jentik nyamuk perlu digalakkan,” katanya seraya menyebut Puskesmas Benculuk membawahi lima desa di Kecamatan Cluring, yakni Desa Sarimulyo, Benculuk, Sraten, Cluring, Tamanagung.

Untuk PSN, masih kata Tatik, tidak hanya dilakukan seminggu sekali seperti biasanya. Tapi, sudah dilakukan setiap hari ketika para karyawan Puskesmas Benculuk berangkat bekerja. “Anak-anak (karyawan Puskesmas Benculuk) mampir dulu ke rumah warga untuk PSN,” tandasnya.

Baca Juga :  Serangan DBD Mengganas, Tiga Bulan 34 Kasus

Kepala Desa Sraten, H. Rahman Mulyadi mengatakan pembasmian nyamuk dengan cara fogging dilakukan di Dusun Krajan. Dalam pengasapan itu, menyisir setiap rumah warga dan tempat-tempat umum. “Musala dan rumah warga di-fogging, warga diminta keluar rumah dulu, ” Katanya.

Rahman mengaku warganya sudah diminta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi, rumah sekretaris desa yang putrinya meninggal karena terkena DBD itu berdekatan dengan Pasar Sraten. “Intinya, pencegahan paling utama ya dari pola hidup sehari-hari, harus lebih rajin bersih-bersih,” katanya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/