alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Pengen Tidak Ngeluh, Namun Orderan Terjun Bebas

SEMPU, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 berdampak pada banyak sektor di kehidupan Masyarakat. Salah satunya sektor ekonomi. Lebih khusus pelaku usaha Greenhouse Hidroponik Seladawangi Agrofarm di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Salah seorang operator greenhouse, Ahmad menuturkan, pandemi Covid-19 dan perpanjangan PPKM sangat berdampak terhadap permintaan pasar. Hal ini pun berdampak pada kelanjutan produksi usahanya. ”Pandemi tentu sangat berdampak, kami mengurangi jumlah semaian karena permintaan pasar juga berkurang,” ujar Ahmad kemarin (19/8).

Selain itu, Ahmad juga menjelaskan, akibat perpanjangan PPKM, pihaknya harus menghentikan pasokan seladanya ke Surabaya. ”Biasanya seminggu kita mengirim sampai seratus kilogram (kg) selada ke Surabaya, terus PPKM pertama turun jadi 50 kg, diperpanjang lagi jadi 30 kg, sekarang sudah habis, tidak ada kiriman lagi ke sana,” tambah dia.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan, saat ini sayur-sayur hasil panenan Greenhouse Hidroponik Seladawangi Agrofarm hanya menyuplai pasar lokal Banyuwangi saja. Selain itu mereka juga tidak bisa lagi menyerap hasil panen dari petani mitra. ”Saat ini sayur-sayur tersebut dikirim ke kedai kebab daerah Purwoharjo, di sana permintaannya banyak.Sementara untuk melon kemungkinan akan dikirim ke Jakarta. Para petani mitra sekarang juga harus mencari pasar sendiri-sendiri, tapi kalau sini butuh kita ambil,” pungkasnya. 

SEMPU, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 berdampak pada banyak sektor di kehidupan Masyarakat. Salah satunya sektor ekonomi. Lebih khusus pelaku usaha Greenhouse Hidroponik Seladawangi Agrofarm di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Salah seorang operator greenhouse, Ahmad menuturkan, pandemi Covid-19 dan perpanjangan PPKM sangat berdampak terhadap permintaan pasar. Hal ini pun berdampak pada kelanjutan produksi usahanya. ”Pandemi tentu sangat berdampak, kami mengurangi jumlah semaian karena permintaan pasar juga berkurang,” ujar Ahmad kemarin (19/8).

Selain itu, Ahmad juga menjelaskan, akibat perpanjangan PPKM, pihaknya harus menghentikan pasokan seladanya ke Surabaya. ”Biasanya seminggu kita mengirim sampai seratus kilogram (kg) selada ke Surabaya, terus PPKM pertama turun jadi 50 kg, diperpanjang lagi jadi 30 kg, sekarang sudah habis, tidak ada kiriman lagi ke sana,” tambah dia.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan, saat ini sayur-sayur hasil panenan Greenhouse Hidroponik Seladawangi Agrofarm hanya menyuplai pasar lokal Banyuwangi saja. Selain itu mereka juga tidak bisa lagi menyerap hasil panen dari petani mitra. ”Saat ini sayur-sayur tersebut dikirim ke kedai kebab daerah Purwoharjo, di sana permintaannya banyak.Sementara untuk melon kemungkinan akan dikirim ke Jakarta. Para petani mitra sekarang juga harus mencari pasar sendiri-sendiri, tapi kalau sini butuh kita ambil,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/