alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Cukur Bulu Kambing untuk Tambah Penghasilan

GENTENG – Saat ini setiap orang harus bisa berpikir kreatif agar mendapatkan pundi-pundi rupiah. Itu yang dilakukan Lasmidi, 56, asal Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Melihat banyak kambing yang bulunya tebal di sekitar Pasar Hewan Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, ia membuka usaha cukup bulu kambing. “Sebenarnya ini tidak sengaja, dulunya hanya mencukur kambing milik sendiri saja,” katanya.

Saat berada di pasar hewan, ternyata ada yang minta untuk mencukup bulu domba. Malahan, permintaan itu juga banyak. Peluang ini, tentu tidak disia-siakan dengan memasang tarif. “Kalau ada yang minta tolong, saya pasang tarif, ini kesempatan,” katanya.

Untuk satu kambing yang minta bulunya dirapikan, Lasmidi memasang tarif sebesar Rp 15 ribu. Nilai itu, kadang diturunkan bila ukuran domba dianggap agak kecil. “Tergantung dombanya juga,” ujarnya.

Lasmidi mengaku tidak setiap hari menjadi tukang cukur bulu kambing. Profesi ini dilakoni hanya saat berada di pasar hewan. “Kebetulan saya punya ternak, dan biasa saya bawa ke pasar hewan untuk dijual. Seperti itu saya jadi tukang cukur,” jelasnya seraya mengaku setiap harinya sebagai petani.

Menurut Lasmidi, meski pekerjaan sebagai tukang cukur bulu kambing tidak dijalani secara serius, tapi usaha sambilan ini bisa menambah pemasukan untuk keluarga. Apalagi, peternak juga mulai diberi pengarahan untuk selalu menjaga kebersihan ternaknya. “Makanya selalu ada yang memakai jasa saya, soalnya kebersihan kambing harus diperhatikan,” katanya.(sas/abi)

GENTENG – Saat ini setiap orang harus bisa berpikir kreatif agar mendapatkan pundi-pundi rupiah. Itu yang dilakukan Lasmidi, 56, asal Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Melihat banyak kambing yang bulunya tebal di sekitar Pasar Hewan Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, ia membuka usaha cukup bulu kambing. “Sebenarnya ini tidak sengaja, dulunya hanya mencukur kambing milik sendiri saja,” katanya.

Saat berada di pasar hewan, ternyata ada yang minta untuk mencukup bulu domba. Malahan, permintaan itu juga banyak. Peluang ini, tentu tidak disia-siakan dengan memasang tarif. “Kalau ada yang minta tolong, saya pasang tarif, ini kesempatan,” katanya.

Untuk satu kambing yang minta bulunya dirapikan, Lasmidi memasang tarif sebesar Rp 15 ribu. Nilai itu, kadang diturunkan bila ukuran domba dianggap agak kecil. “Tergantung dombanya juga,” ujarnya.

Lasmidi mengaku tidak setiap hari menjadi tukang cukur bulu kambing. Profesi ini dilakoni hanya saat berada di pasar hewan. “Kebetulan saya punya ternak, dan biasa saya bawa ke pasar hewan untuk dijual. Seperti itu saya jadi tukang cukur,” jelasnya seraya mengaku setiap harinya sebagai petani.

Menurut Lasmidi, meski pekerjaan sebagai tukang cukur bulu kambing tidak dijalani secara serius, tapi usaha sambilan ini bisa menambah pemasukan untuk keluarga. Apalagi, peternak juga mulai diberi pengarahan untuk selalu menjaga kebersihan ternaknya. “Makanya selalu ada yang memakai jasa saya, soalnya kebersihan kambing harus diperhatikan,” katanya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/