alexametrics
31 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Puting Beliung Rusak 66 Rumah Warga

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Lagi-lagi angin kencang disertai hujan deras, memporak-porandakan perumahan warga. Terbaru, sebanyak 51 rumah warga di Desa Gambiran dan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran berantakan diterjang angin putting beliung pada Sabtu sore (19/2). Selain itu, 15 rumah warga di Desa/Kecamatan Cluring, juga rusak.

Tidak ada korban jiwa dari bencana alam itu. Hanya saja, secara keseluruhan kerugian akibat angin puting beliung ini sekitar Rp 65 juta. “Di Kecamatan Gambiran saja ada 51 rumah, dari jumlah itu yang rusak berat dua rumah,” ujar tim reaksi cepat BPBD Banyuwangi, Ismanto pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (20/2).

Dua rumah yang rusak parah itu milik Sutikno, 50, dan Winarko, 50, keduanya warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo. “Kedua rumah warga itu mengalami kerusakan di bagian atap, setiap rumah itu kerugiannya sekitar Rp 10 juta,” katanya.

Baca Juga :  Puncak La Nina Diperkirakan Januari – Februari 2022

Menurut Ismanto, angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 15.30. Rumah Winarko yang berada di pinggir sawah dan tidak ada pepohonan, atapnya habis disapu angin. “Saat kejadian, saya sedang tidak ada di rumah. Istri dan dua anak saya tidur di kamar,” ucap Winarko.

Saat rumahnya disapu angina ini, Winarko mengaku sedang bekerja di Kecamatan Muncar. Belum selesai bekerja, ia dikabari oleh ketua RT Susanto, 34, untuk pulang karena atap rumahnya porak-poranda. “Saya kira cuma sebagian plafon yang dibawa angina, ternyata semua atapnya ambruk,” katanya sambil menunjukkan ekspresi lemas.

Tidak hanya bagian atap saja, tembok rumahnya juga retak dan rawan ambruk jika kejadian serupa terjadi. “Tadi malam (Sabtu malam) masih tidur di rumah, tapi ya was-was karena tembok ada yang retak,” ujarnya.

Baca Juga :  Desa Kedungringin Rawan Puting Beliung

Tidak hanya di Kecamatan Gambiran, di Desa/Kecamatan Cluring ada 15 rumah ikut terdampak angin kencang yang disertai hujan deras pada Sabtu sore. “Dari 15 rumah yang terdampak itu, semua hanya rusak ringan,” kata  Kepala Desa (Kades) Cluring, Sunarto.

Rumah warga yang terdampak itu, terang Sunarto, kebanyakan hanya mengalami kerusakan di bagian atap. Terutama atap yang kontruksinya menggunakan baja ringan. “Kebanyakan ya yang atapnya pakai galvalum itu yang rusak,” sebutnya.

Sunarto juga menyebut ada beberapa pohon di desanya yang roboh akibat hantaman angina puting beliung itu. “Ada beberapa yang roboh, kalau jumlahnya kami tidak mendata, dan sudah dievakuasi warga sekitar,” katanya.   

Sunarto meminta warga meningkatkan kewaspadaan, lantaran cuaca ekstrem kerap terjadi di bulan-bulan ini. “Pohon-pohon yang berpotensi membahayakan lebih baik ditebang saja,” pintanya.

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Lagi-lagi angin kencang disertai hujan deras, memporak-porandakan perumahan warga. Terbaru, sebanyak 51 rumah warga di Desa Gambiran dan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran berantakan diterjang angin putting beliung pada Sabtu sore (19/2). Selain itu, 15 rumah warga di Desa/Kecamatan Cluring, juga rusak.

Tidak ada korban jiwa dari bencana alam itu. Hanya saja, secara keseluruhan kerugian akibat angin puting beliung ini sekitar Rp 65 juta. “Di Kecamatan Gambiran saja ada 51 rumah, dari jumlah itu yang rusak berat dua rumah,” ujar tim reaksi cepat BPBD Banyuwangi, Ismanto pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (20/2).

Dua rumah yang rusak parah itu milik Sutikno, 50, dan Winarko, 50, keduanya warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo. “Kedua rumah warga itu mengalami kerusakan di bagian atap, setiap rumah itu kerugiannya sekitar Rp 10 juta,” katanya.

Baca Juga :  Tinggalkan Usaha Radio, Rela Menginap di Posko Banjir Alasmalang

Menurut Ismanto, angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 15.30. Rumah Winarko yang berada di pinggir sawah dan tidak ada pepohonan, atapnya habis disapu angin. “Saat kejadian, saya sedang tidak ada di rumah. Istri dan dua anak saya tidur di kamar,” ucap Winarko.

Saat rumahnya disapu angina ini, Winarko mengaku sedang bekerja di Kecamatan Muncar. Belum selesai bekerja, ia dikabari oleh ketua RT Susanto, 34, untuk pulang karena atap rumahnya porak-poranda. “Saya kira cuma sebagian plafon yang dibawa angina, ternyata semua atapnya ambruk,” katanya sambil menunjukkan ekspresi lemas.

Tidak hanya bagian atap saja, tembok rumahnya juga retak dan rawan ambruk jika kejadian serupa terjadi. “Tadi malam (Sabtu malam) masih tidur di rumah, tapi ya was-was karena tembok ada yang retak,” ujarnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Diramal Masih Melanda Banyuwangi

Tidak hanya di Kecamatan Gambiran, di Desa/Kecamatan Cluring ada 15 rumah ikut terdampak angin kencang yang disertai hujan deras pada Sabtu sore. “Dari 15 rumah yang terdampak itu, semua hanya rusak ringan,” kata  Kepala Desa (Kades) Cluring, Sunarto.

Rumah warga yang terdampak itu, terang Sunarto, kebanyakan hanya mengalami kerusakan di bagian atap. Terutama atap yang kontruksinya menggunakan baja ringan. “Kebanyakan ya yang atapnya pakai galvalum itu yang rusak,” sebutnya.

Sunarto juga menyebut ada beberapa pohon di desanya yang roboh akibat hantaman angina puting beliung itu. “Ada beberapa yang roboh, kalau jumlahnya kami tidak mendata, dan sudah dievakuasi warga sekitar,” katanya.   

Sunarto meminta warga meningkatkan kewaspadaan, lantaran cuaca ekstrem kerap terjadi di bulan-bulan ini. “Pohon-pohon yang berpotensi membahayakan lebih baik ditebang saja,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/