alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Antisipasi Air Meluap, Bendungan Setail Dijaga 24 Jam

GENTENG – Bendungan Setail Teknik yang lokasinya menjadi pembatas Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng dengan Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, selama musim hujan ini dijaga hingga 24 jam.

Untuk memantau dibit air di bendungan itu, disiapkan lima orang petugas yang menjaga selama 24 jam itu. Kelima orang itu, ada yang bertugas membersihkan sampah, memotong rumput, membuka dan menutup pintu air. “Kadang petugas kerja bareng-bareng,” terang salah satu pekerja Bendungan Setail Teknik, Ahmad Faik Safi.

Menurut Faik, Bendungan Setail Teknik ini peninggalan belanda dan termasuk dam yang terbesar di Kabupaten Banyuwangi. Bendungan lain yang besar dan peninggalan Belanda, itu  Bendungan Karangdoro di Kecamatan Tegalsari; Bendungan Dam Siji di Kecamatan Tegaldlimo, dan Dam Singir Blambangan di Kecamatan Muncar. “Ini termasuk bendungan tua,” cetusnya.

Baca Juga :  Monyet Liar Datang Lagi, Warga Muncar Geger

Saat musim hujan, jelas dia, debit air di bendungan ini sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan bajir. Makanya, harus ada petugas yang jaga selama 24 jam penuh. “Un“uk memantau perkembangan debit air,” terangnya.

Bendungan Setail Tenik ini, jelas dia, saat hujan deras ketinggian air bisa mencapai 160 centimeter dengan kedalamn air sekitar 2.5 meter. Saat hujan deras, pintu keluar yang mengarah ke wilayah Genteng dan Gambiran agak sedikit ditutup. “Kalau dibuka lebar, daerah Genteng bisa terendam,” ungkapnya.(mg5/abi)

GENTENG – Bendungan Setail Teknik yang lokasinya menjadi pembatas Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng dengan Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, selama musim hujan ini dijaga hingga 24 jam.

Untuk memantau dibit air di bendungan itu, disiapkan lima orang petugas yang menjaga selama 24 jam itu. Kelima orang itu, ada yang bertugas membersihkan sampah, memotong rumput, membuka dan menutup pintu air. “Kadang petugas kerja bareng-bareng,” terang salah satu pekerja Bendungan Setail Teknik, Ahmad Faik Safi.

Menurut Faik, Bendungan Setail Teknik ini peninggalan belanda dan termasuk dam yang terbesar di Kabupaten Banyuwangi. Bendungan lain yang besar dan peninggalan Belanda, itu  Bendungan Karangdoro di Kecamatan Tegalsari; Bendungan Dam Siji di Kecamatan Tegaldlimo, dan Dam Singir Blambangan di Kecamatan Muncar. “Ini termasuk bendungan tua,” cetusnya.

Baca Juga :  Baznas Banyuwangi Modal Usaha Mikro untuk 25 Pedagang

Saat musim hujan, jelas dia, debit air di bendungan ini sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan bajir. Makanya, harus ada petugas yang jaga selama 24 jam penuh. “Un“uk memantau perkembangan debit air,” terangnya.

Bendungan Setail Tenik ini, jelas dia, saat hujan deras ketinggian air bisa mencapai 160 centimeter dengan kedalamn air sekitar 2.5 meter. Saat hujan deras, pintu keluar yang mengarah ke wilayah Genteng dan Gambiran agak sedikit ditutup. “Kalau dibuka lebar, daerah Genteng bisa terendam,” ungkapnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/