alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Warga Tuntut Ketua LMDH Bayu Dicopot

SONGGON – Puluhan warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon, mendatangi kantor desanya kemarin pagi (19/3). Mereka memprotes pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) karena dianggap tidak transparan.

Rombongan warga yang tiba di kantor desa sekitar pukul 09.00, itu diterima langsung oleh kepala Desa Bayu Sugito, ketua LMDH Sugiono, dan anggota Forpimka Songgon.

Dalam aksinya itu, warga menuding LMDH Desa Bayu selama ini tidak bisa memberi manfaat pada warga. Warga itu menuntut ketua LMDH Sugiono diganti. “LMDH Desa Bayu tidak sesuai yang diharapkan warga,” cetus Sumanan, 45, ketua Kelompok Tani Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

Sumanan menuntut yang diganti tidak hanya ketua LMDH saja, tapi seluruh pengurus diganti. “Buat apa dibentuk LMDH jika tidak trasparan pada warga. Kami sebagai warga dan kelompok tani menuntut ketua LMDH Desa Bayu dan seluruh anggotannya diremajakan,” tuntutnya.

Warga lainnya, Satnoto, 40, menyampaikan selama ini LMDH tidak ada manfaatnya bagi warga. Kegiatan LMDH justru malah merugikan warga. LMDH oleh warga dinilai antek Perhutani dan banyak merusak hutan. “Akibat kegiatan yang dilakukan LMDH, jalan menjadi rusak. LMDH melakukan penebangan pohon di ruas jalan dan itu mengganggu akses jalan warga,” ungkapnya.

Kepala Desa Bayu, Sugito pada Jawa Pos Radar Genteng mengatakan semua aspirasi warga diterima dengan baik. Warga memprotes kinerja LMDH Desa Bayu yang telah menjabat dua periode itu kurang transparan pada warga. “Warga meminta ketua LMDH Desa Bayu lengser dari jabatannya. Dan merubah sistem dan tatanan kinerja LMDH Bayu,” ujar Sugito.

Sementara itu, ketua LMDH Desa Bayu, Sugiono, mengaku selama ini sudah bekerja sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku. Selama dua periode menjabat, tidak ada masalah dan baru kali ini warga melakukan unjuk rasa dengan masa yang tergolong banyak.

“Jika warga menginginkan saya lengser dan tidak lagi menjabat ketua LMDH Desa Bayu, saya tidak masalah dan ikhlas. Saya menuruti apa yang dikehendaki oleh warga Desa Bayu,” ungkap Sugiono saat ditemui Jawa Pos Radar Genteng.

Kapolsek Songgon, AKP Bakin mengatakan, tidak ada gejolak dalam unjuk rasa yang dilakukan warga tersebut. Semua berjalan lancar dan aman. Warga meminta ketua LMDH Desa Bayu diganti. Setelah dilakukan mediasi, puluhan warga membubarkan diri. “Tuntutan warga masih dirundingkan antara pemerintah desa, LMDH, dan Perhutani,” katanya.(kri/abi)

SONGGON – Puluhan warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon, mendatangi kantor desanya kemarin pagi (19/3). Mereka memprotes pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) karena dianggap tidak transparan.

Rombongan warga yang tiba di kantor desa sekitar pukul 09.00, itu diterima langsung oleh kepala Desa Bayu Sugito, ketua LMDH Sugiono, dan anggota Forpimka Songgon.

Dalam aksinya itu, warga menuding LMDH Desa Bayu selama ini tidak bisa memberi manfaat pada warga. Warga itu menuntut ketua LMDH Sugiono diganti. “LMDH Desa Bayu tidak sesuai yang diharapkan warga,” cetus Sumanan, 45, ketua Kelompok Tani Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

Sumanan menuntut yang diganti tidak hanya ketua LMDH saja, tapi seluruh pengurus diganti. “Buat apa dibentuk LMDH jika tidak trasparan pada warga. Kami sebagai warga dan kelompok tani menuntut ketua LMDH Desa Bayu dan seluruh anggotannya diremajakan,” tuntutnya.

Warga lainnya, Satnoto, 40, menyampaikan selama ini LMDH tidak ada manfaatnya bagi warga. Kegiatan LMDH justru malah merugikan warga. LMDH oleh warga dinilai antek Perhutani dan banyak merusak hutan. “Akibat kegiatan yang dilakukan LMDH, jalan menjadi rusak. LMDH melakukan penebangan pohon di ruas jalan dan itu mengganggu akses jalan warga,” ungkapnya.

Kepala Desa Bayu, Sugito pada Jawa Pos Radar Genteng mengatakan semua aspirasi warga diterima dengan baik. Warga memprotes kinerja LMDH Desa Bayu yang telah menjabat dua periode itu kurang transparan pada warga. “Warga meminta ketua LMDH Desa Bayu lengser dari jabatannya. Dan merubah sistem dan tatanan kinerja LMDH Bayu,” ujar Sugito.

Sementara itu, ketua LMDH Desa Bayu, Sugiono, mengaku selama ini sudah bekerja sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku. Selama dua periode menjabat, tidak ada masalah dan baru kali ini warga melakukan unjuk rasa dengan masa yang tergolong banyak.

“Jika warga menginginkan saya lengser dan tidak lagi menjabat ketua LMDH Desa Bayu, saya tidak masalah dan ikhlas. Saya menuruti apa yang dikehendaki oleh warga Desa Bayu,” ungkap Sugiono saat ditemui Jawa Pos Radar Genteng.

Kapolsek Songgon, AKP Bakin mengatakan, tidak ada gejolak dalam unjuk rasa yang dilakukan warga tersebut. Semua berjalan lancar dan aman. Warga meminta ketua LMDH Desa Bayu diganti. Setelah dilakukan mediasi, puluhan warga membubarkan diri. “Tuntutan warga masih dirundingkan antara pemerintah desa, LMDH, dan Perhutani,” katanya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/